Sejarah Toko Online di Indonesia

Bila membahas sejarah toko online di Indonesia, kita semua pasti akan mengingat Kaskus. Berdiri tahun 1999, forum yang dipelopori Andrew Darwis ini menjadi forum terbesar di Indonesia, dan Forum Jual Beli di dalamnya menjadi benchmark toko online saat itu.

Saya pun kerap berbelanja di FJB Kaskus tersebut. Dari mulai handphone sampai laptop, pernah saya belanja di sana. Untuk menggaransi keamanan, kita menggunakan Rekening Bersama (Rekber) yang akan mencairkan dana pembelian setelah barang diterima dan tidak ada masalah.

Ketika hype belanja online itu terjadi, barulah toko-toko online dengan sistem yang lebih canggih berdiri satu per satu, dan banyak yang mengambil celah pasar/segmentasi tertentu dan FJB Kaskus tidak sanggup menghadapi persaingan tersebut sehingga kini mungkin siapa yang masih berbelanja di FJB Kaskus itu?

Ekosistem toko online terus berkembang di Indonesia. Dari tahun ke tahun transaksi di e-commerce itu terus bertambah. Misalnya saja, data Bank Indonesia tahun 2018 menunjukkan adanya kenaikan dalam transaksi toko online di Indonesia (e-commerce Indonesia) secara drastis sebesar Rp. 77,766 triliun Rupiah. Angka tersebut naik 151% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut diprediksi akan terus naik karena, tingginya tingkat konsumsi masyarakat. Pada Januari 2019, angka transaksi toko online sudah mencapai angka Rp. 8,204 triliun, naik sebesar 135,8% dibandingkan Januari 2018 lalu menurut data Bank Indonesia.

Tingginya angka tersebut membuktikan bahwa perkembangan toko online di tanah air sudah berkembang dengan pesat. Semuanya turut dipengaruhi oleh kemajuan internet yang semakin mudah dijangkau oleh semua orang di berbagai daerah di Indonesia. Kemajuan tersebut bukan berarti stag sampai di situ, karena hingga kini pun ruang toko online itu terus bertumbuh.

Banyak toko online di Indonesia yang berkembang dengan kencang dan memberikan pengaruh terhadap berbagai macam aspek termasuk sektor ekonomi. Data analisis Ernst & Young menunjukkan bahwa bisnis online di Indonesia berkembang sebesar 40% setiap tahunnya. Bisnis online tersebut didominasi oleh pelaku UMKM.

Perkembangan UMKM di Indonesia ini membuat segmentasi toko online tadi tidak terbatas di marketplace saja, tetapi tiap brand sudah mampu dan harus membuat toko onlinenya sendiri. Ibaratnya, marketplace saat ini adalah mal besar yang menjajakan berbagai merk dengan banyak toko. Meski sudah punya toko di mal, brand UMKM ini punya toko sendiri di rumahnya.

Lantas, bagaimana caranya membuat toko online?

Memang, cara membuat website toko online bukan hal yang sederhana. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dipersiapkan sebelum menyiapkan website untuk toko online yang bisa digunakan untuk transaksi jual beli. Namun sekarang, sudah ada Desty App. Kita hanya perlu mendaftar di website Desty.app jika ingin membuat website mikro untuk keperluan bisnis toko online. Fitur-fitur yang disediakan semuanya gratis tanpah harus mengeluarkan biaya sepeser pun.

Jadi, Desty App ini adalah platform digital yang membantu para penjual, influencer, dan konten kreator untuk membuat landing page atau website mikro untuk menjual dan memasarkan produk yang mereka miliki. Di sana ditawarkan dua buah produk utama yaitu Desty store dan Desty page. Desty Store dapat dimanfaatkan oleh pemilik bisnis atau usaha untuk membuat toko online, sedangkan Desty page digunakan oleh influencer atau konten kreator untuk membuat landing page.

Langkah-langkah membuat toko online di Desty App ini cukup mudah:

  1. Lakukan pendaftaran langsung di website Desty.app
  2. Desain dan lakukan customisasi tokomu, atau gunakan template toko online yang sudah ada. Kamu bisa mengatur tampilan toko sesuai dengan identitas brand milikmu
  3. Upload katalog produk-produkmu agar pembeli dapat dengan mudah menemukan produk favoritnya.
  4. Pilih metode pembayaran dan jasa pengiriman yang kamu inginkan
  5. Tinggal publish tokomu dan mulai berjualan dengan lebih professional!

Nah, memang setelah membuatnya, kita perlu lebih familiar dengan tampilan dan fitur-fitur yang ada di dalamnya supaya dapat memahami web kita. Biar tahu rasanya kelebihan web ini.

Semakin banyaknya toko online dan UMKM yang menjadi pilarnya tentu akan semakin baik buat perekonomian Indonesia. Diperkirakan, sudah ada sekitar 4 juta tenaga kerja yang bekerja di bidang e-commerce pada tahun 2018. Di tahun 2022, angka tersebut diprediksi akan naik dan merangkul lebih banyak orang, sekitar 26 juta orang atau 20% angkatan kerja tanah air.

Luar biasa bukan? Kalau kamu punya lini usaha/bisnis, selain bergerak di market place, mulai pikirkan untuk membuat toko onlinemu sendiri, punya website yang bakal meningkatkan brandmu. Tunggu apalagi!

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *