Puisi-puisi Andika Dwi Setiawan

Andika Dwi Setiawan, pemuda kelahiran Trenggalek. Alumni SMKN 1 Pogalan, Trenggalek ini pernah aktif di organisasi Palang Merah Remaja Trenggalek dan saat ini sedang bergiat di Comunity Pena Terbang Indonesia.

Buat kamu yang punya puisi atau tulisan lain, silakan kirimkan tulisanmu ke Catatan Pringadi, ya!


Rintone Messenger

semalam rintone itu berbunyi kembali
pertanda pesan dari bidadari nan lama di nanti.
setiap sunyi mendatangi bangku peristirahatan,
bintang-bintang mendadak sirna dari pelupuk mata,
bulan pun juga. ah tak apa. karna layar handphone
berkedip dan berbunyi mengusir sunyi. kenangan
itu pun kembali aku bernostalgia di depan
layar handphone, senyumku pecah membaca
sajak-sajak rindu dari sang bidadari.
kalimat-kalimat pesannya menyusun kata-kata
puisi dalam lembar baruku.
aku, kamu semoga bersatu

Trenggalek, Februari 2020


Denting Arloji

: Sylvia Plath

Dunia akan hidup atau mati ada di benakmu
Ketika mata terbuka, lahirlah dunia
Ketika mata tertutup, hilanglah dunia
Melihat penuh bimbang

Denting-denting arloji penguat hati
Yang melangkahkan kaki keluar dari kegelapan atau kegelapan
Tulisan puisimu nan temaram sirna dari segala kelam
Abad ke abad, menelusuri lorong labirin

Bumbu cinta tercampur dalam tetesan tinta
Mencoret lembar kosong penuh makna
Cinta tak akan sempurna tanpa pengetahuan
Dan kau terus-menerus melukis langit gelap

Kau buat bulan dan berjuta bintang, bintang kejora
Arloji berputar dan kau melayang
Mengais kehidupan penuh impi
Dan kini namamu cermin akan keraguan-keraguan dalam gerakku

Trenggalek, 2020


Menara Kudus

Maklumat, tasbih terlantun baik
Emper sarean, masjid terbangkan doa-doa sayu
Nyata tapak tilas semangat bagaikan Al-Massad
Ajarannya memeluk langkahku
Raut wajah ramah berjiwa halus
Alangkah indah zikir malam
Kumandang qiroat suci sehangat jahe
Ucapan doa para Kyai pelan
Dari keheningan jiwa
Ufuk mengaminkan hingga bergetar
Sampaikan kalimat-kalimat suci penuh cinta

2017


Gema Harapan Anak Pantai

Ya Tuhan
Sajak doa terucap
Di bibir pantai dari hati anak biru
Yang memburu harapan merdu

Ucapnya lirih,
Biar tak hanyut di riuh gelombang laut
Namun, menggema hingga dasar palung
Wajahnya berkaca-kaca pada cakrawala
Sambil berandai-andai
Dapatkah mereka jadi salah satu bintang
Di antara ribuan para bintang

Pohon, gunung, ikan, air, angin pun yakin
Citanya akan tersemai
Berlayar dengan biduk

Malam-malam akan terang
Dengan barisan anak bintang
Senyum pun abadi dalam jiwanya

Pantai Damas, 2019

 

 

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *