Peresmian Pabrik Daur Ulang Sampah Plastik Terbesar dan Termutakhir di Indonesia

Sampah plastik adalah masalah yang tidak sepele. Meski dalam berbagai aspek kehidupan, plastik memberikan banyak manfaat, sampah plastik merupakan salah satu masalah lingkungan yang mengundang banyak perhatian karena kebanyakan bahan berplastik hanya sekali pakai, dan tidak diimbangi dengan kemampuan untuk menangani limbah plastik.

Sampah plastik memiliki sifat yang tidak mudah terurai, proses pengolahannya menimbulkan toksit dan bersifat karsinogenik, butuh waktu sampai ratusan tahun bila terurai secara alami.

Baca Dulu: Dream Island Mertasari Beach di Sanur Bebas Sampah

Indonesia merupakan penghasil sampah plastik laut terbesar kedua di dunia. Penelitian dari UC Davis dan Universitas Hasanuddin yang dilakukan di pasar Paotere Makassar menunjukkan 23% sampel ikan yang diambil memiliki kandungan plastik di perutnya. Hal itu sungguh memprihatikan. Padahal jika diolah dengan baik, sampah plastik daur ulang dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp16.379.472 per bulan dari produksi 48 ton sampah plastik.

Sebagai bentuk komitmen untuk turut mendukung agenda pemerintah dalam menangani sampah plastik di laut sebesar 70% pada tahun 2025, PT. Veolia Services Indonesia (Veolia Indonesia) yang didukung oleh PT Tirta Investama (Danone-AQUA) sebagai kastemer utama, membangun pabrik daur ulang dan pemrosesan ulang botol PET (Polyethylene Terephthalate)
terbesar di Indonesia.

Veolia Indonesia merupakan perusahaan global yang berbasis di Perancis dengan pengalaman dan keahlian yang kuat dalam teknologi daur ulang plastik. Didukung oleh Danone-AQUA, fasilitas ini merupakan upaya untuk memperkuat ekosistem daur ulang dan ekonomi sirkular serta meningkatkan tingkat pengumpulan sampah plastik, menjadikan Indonesia terdepan dalam mengembangan ekonomi sirkular di Asia Tenggara.

Fasilitas modern yang ada di pabrik ini juga akan membawa keahlian dan teknologi daur ulang global ke Indonesia serta merupakan bagian dari komitmen Gerakan #Bijakberplastik untuk mengumpulkan lebih banyak sampah plastik daripada yang dihasilkan Danone-AQUA pada 2025.

Dukungan Danone-AQUA mendukung operasional pabrik Veolia Indonesia dengan memastikan pasokan botol PET bekas berkualitas, sembari terus meningkatkan kesejahteraan pemulung dan TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle) lewat program daur ulang inklusif Indonesia atau Inclusive Recycling Indonesia (IRI). Danone-AQUA juga telah
meluncurkan botol air minum pertama di Indonesia yang terbuat dari 100% PET daur ulang (AQUA Life). Kemitraan dengan Veolia Indonesia tidak hanya membantu meningkatkan upaya daur ulang tetapi juga untuk memastikan bahwa kemasan 100% PET daur ulang Danone-AQUA yang inovatif akan terus mendapatkan pasokan bahan baku yang cukup di masa mendatang.

Baca Juga: Bijak Berplastik Sejak Dini

Komitmen Danone-AQUA dalam Sampah Plastik di Indonesia

Sejak tahun 1993, AQUA memulai program AQUA PEDULI (Pengelolaan Daur Ulang Limbah Plastik) sejak 1993 sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk mengelola sampah plastiknya. Melalui PEDULI, AQUA menarik kembali botol plastik bekas melalui jalur retailer dan distributornya untuk selanjutnya dicacah dan diekspor ke Taiwan. Semenjak diinisiasinya program ini, industri daur ulang limbah pun berkembang di Indonesia karena botol plastik bekas telah mempunyai nilai ekonomis.

Pada tahun 2010, Danone Ecosysteme dan Danone-AQUA menginisiasi pembentukan Koperasi Pemulung Berdaya Tangerang Selatan yang berfungsi sebagai unit bisnis daur ulang (Recycling Business Unit) di tahun 2010. Secara inklusif, unit bisnis ini mengumpulkan botol plastik bekas dari pemulung, bank sampah, drop box dan berbagai pelaku usaha yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Botol tersebut kemudian diubah menjadi cacahan plastik yang selanjutnya dikirimkan sebagai bahan baku ke industri daur ulang.

Koperasi Pemulung Berdaya Tangerang Selatan mempekerjakan lebih dari 58 pekerja, yang 60% adalah wanita; serta menyediakan akses BPJS dan layanan kesehatan bagi seluruh karyawannya. Selain Tangerang Selatan, saat ini Danone-AQUA telah meluaskan jangkauan wilayah pengumpulan sampah plastiknya melalui Recycling Business Unit yang tersebar di Bandung, Bali dan Lombok, dan memberdayakan hingga 9.000 pemulung melalui jaringan tersebut.

Tahun 2011, Danone-AQUA bersama Namasindo mengembangkan kapasitas Bali PET sebagai unit bisnis daur ulang (Recycling Business Unit) yang menjalankan pengumpulan dan daur ulang botol plastik bekas di wilayah Bali dan Lombok. Melalui kedua fasilitas Bali PET di Bali, Danone-AQUA telah berhasil mengumpulkan lebih banyak plastik dari yang digunakan dan memberdayakan lebih dari 1000 pemulung.

Tahun 2016, Danone-Aqua membentuk Koalisi Lokal untuk Ekonomi Sirkular. PRAISE juga selalu mendorong untuk diterapkannya pendekatan Extended Stakeholder Responsibility (ESR), karena penyelesaian masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Selain itu, terjalin Kemitraan Global Danone-AQUA lewat perusahaan induk Danone, adalah mitra Ellen Macarthur Foundation yang bermaksud mendorong prinsip-prinsip ekonomi sirkular baik di dalam maupun di luar organisasi. Sebagai bagian New Plastics Economy Initiative, Danone-AQUA memanfaatkan kolaborasi untuk merancang ulang masa depan plastik, dimulai dengan kemasan.

Hal lain yang telah dilakukan Danone-AQUA adalah:

Penelitian Penting untuk Landasan Pengetahuan

Danone-AQUA bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan penelitian tentang Aliran Limbah Plastik di Bali. Penelitian ini sangat penting sebagai dasar untuk menentukan strategi pengumpulan dan daur ulang yang tep

Memahami Tingkat Daur Ulang Kemasan Plastik

Sustainable Waste Indonesia (SWI) mendukung Danone-AQUA yang melakukan penelitian untuk memahami tingkat pengumpulan dan daur ulang kemasan produk Danone-AQUA di Indonesia. Penelitian ini penting sebagai referensi untuk mendukung ambisi mengumpulkan lebih banyak daripada yang digunakan pada tahun 2025

Meningkatkan Produktivitas TPS3R dan Pusat Pengumpulan Plastik

Danone-AQUA Bersama Danone Ecosysteme, Veolia, Dompet Dhuafa dan Yayasan Pembangunan Citra Insan Indonesia (YPCII) tengah mengembangkan program Inclusive Recycling Indonesia (IRI) di berbagai wilayah di Indonesia yang memiliki fokus untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah berbasis 3R (TPS3R) dan Fasilitas Pengumpulan Sampah Plastik. Dalam program ini juga dilakukan pemberdayaan pemulung dan pekerja di sektor persampahan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan keamanan/keselamatan saat bekerja sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka secara sosial dan ekonomi.

Bank Sampah Tingkat Banjar

Untuk mencapai ambisi “Recycle more than we use” Bijakberplastik, Danone AQUA berkolaborasi dengan Bali Wastu membangun bank sampah tingkat banjar di wilayah Ubud. Bank Sampah ini bertujuan mendapatkan seluruh jenis sampah plastik (PET, PP dan HDPE) dari rumah tangga. Selain itu, bank sampah ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi edukasi tentang pengelolaan sampah kepada masyarakat.

Kolaborasi ini menargetkan berdirinya 10 bank sampah yang nantinya akan secara mandiri dikelola oleh Banjar.

Model Pengumpulan yang Berkelanjutan di Pulau Terpencil

Bersama Kemenko Marves, KLHK, KKP dan institusi lokal, KOLE,  Danone-AQUA mengembangkan model pengumpulan dan pengelolaan botol plastik bekas dan sampah bernilai ekonomis lainnya di Labuan Bajo. Material yang terkumpul kemudian dipilah dan dikirimkan ke industri daur ulang mitra Danone-AQUA di Jawa sehingga dapat membantu penyelesaian masalah sampah plastik yang ada di wilayah kepulauan di Indonesia.

Mengumpulkan Sampah Plastik dari Sungai

Danone-AQUA bersama Pemerintah Indonesia, Kerajaan Belanda dan The Ocean Clean Up menandatangani nota kerjasama atas riset pengumpulan sampah plastik di sungai melalui The Interceptor 001TM, teknologi pembersih sungai inovatif yang ditempatkan di Cengkareng Drain, Jakarta. Teknologi ini akan mencegah plastik masuk ke lautan Indonesia dengan cara memperangkapnya saat masih berada di sungai.

TPST Terbesar di Jawa Timur, Hasil Kolaborasi Multi Pihak

Pada tahun 2020, Danone-AQUA bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Lamongan, Kemenko Marves, KLHK, KemenPUPR, Dompet Dhuafa  dan PT Reciki Solusi Indonesia meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sampahku Tanggung Jawabku (Samtaku) berkapasitas 60 ton per hari. TPST terbesar di Jawa Timur ini merupakan wujud komitmen menekan sampah plastik yang masuk ke lautan serta upaya menuju nol sampah masuk ke TPA (zero waste to landfill). 

Di dalam area TPST ini juga dibangun Wahana Edukasi Samtaku, yang dimaksudkan sebagai tempat pembelajaran bagi masyarakat umum dan siswa sekolah mengenai asal sampah, jenis sampah, dampak dan berbagai upaya pengelolaan sampah.

Kembangkan Aplikasi Digital Pengumpulan Sampah di Bali

Danone-AQUA menambah jangkauan pengumpulan kemasan plastik bekas melalui aplikasi digital di Bali, dengan menggandeng Octopus, startup yang menyediakan solusi pengumpulan sampah dengan menghubungkan pemulung, fasilitas pengumpulan sampah plastik yang tersebar di wilayah Badung dan Denpasar, serta Recycling Business Unit dampingan Danone-AQUA. 

Konsumen yang ingin mendaur ulang kemasan plastik bekasnya dapat menggunakan aplikasi Octopus, dimana akan diambil oleh pemulung yang telah terdaftar dan terlatih di jaringan Octopus, untuk kemudian didaur ulang. Konsumen pun akan mendapatkan reward dalam bentuk poin yang dapat ditukar dengan diskon menarik di berbagai gerai makanan yang tersebar di Bali.

Libatkan Masyarakat untuk Daur Ulang Sampah lewat GrabExpress Recycle

Danone-AQUA, berkolaborasi dengan Grab, start up aplikasi serba bisa di Asia Tenggara, membangun aplikasi pengumpulan kemasan bekas yang bertujuan untuk memudahkan konsumen yang ingin mendaur ulang sampahnya sekaligus mengedukasi masyarakat secara luas, tentang pentingnya memilah dan mengumpulkan sampah mulai dari rumah tangga.

Masyarakat bisa memanfaatkan fitur GrabExpressRecycle di aplikasi Grab untuk mengirimkan botol dan gelas plastik bekas, kardus dan jenis kemasan bekas lainnya yang umum digunakan dalam kegiatan sehari-hari, ke berbagai bank sampah dan lapak hijau yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Tangerang dan Tangerang Selatan.

Komitmen untuk mendukung pengelolaan dan pengurangan sampah plastik di Indonesia itu berlanjut. PT. Veolia Services Indonesia (Veolia Indonesia) bekerja sama dengan PT. Tirta Investama (Danone-AQUA) hari ini meresmikan pabrik daur ulang botol plastik PET (Polyethylene Terephthalate) terbesar dan termutakhir di Indonesia. Telah diresmikan fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas 22.000 meter persegi dengan luas bangunan 7.000 meter persegi di Kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Saat ini, pabrik daur ulang Veolia Indonesia tersebut memiliki kapasitas produksi 25.000 ton/tahun recycled PET (rPET) yang telah memenuhi standar keamanan pangan (foodgrade) dan sertifikasi halal.

Komitmen Danone-AQUA terhadap lingkungan berfokus pada 4 pilar. Salah satunya pilar ekonomi sirkular; memulihkan jumlah plastik lebih banyak dari yang kami gunakan pada tahun 2025, memimpin kampanye nasional untuk daur ulang, dan menggunakan 100% materi yang dapat digunakan kembali, dapat didaur ulang, atau menjadi kompos pada tahun 2025.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *