Pagi Paling Serius Pada suatu pagi yang direnggut hujan Sebatang kayu basah menyala di perapian Asap menggulung, telungkup, berpeluk Di dinding kamar Di atap dapur Di loteng sunyimu Pada suatu pagi yang berkilau sukma Kubasuh sendu wajahmu melalui doa Sabda-sabda mengangkasa Membawa degub dikenang Mengalir nyiur di kening Tuju Malam bergemuruh melahirkan remuk-remuk sakit Menjangkau…
Anak Terbebas dari Diare dengan Beberapa Cara Berikut
Sebagai orang tua, kita tentu akan berusaha sekeras mungkin agar anak terbebas dari penyakit. Tak terkecuali penyakit diare yang bisa menyerang sistem pencernaan sang anak hingga akhirnya menghambat proses tumbuh kembangnya. Beberapa orang tua bahkan panik saat sang anak menderita penyakit yang satu ini. Padahal, jangan khawatir, karena ada beberapa cara untuk mengatasi diare pada…
Puisi Pringadi Abdi di Majalah Bong-Ang
Puisi-puisi ini dimuat di Majalah Bong-Ang edisi Maret 2014 Aku Mencoba Menulis Puisi Ini di Twitter Tetapi Tak Ada Hujan, Tak Ada Kau di lini masa, tak ada hujan, tak ada kau kata-kata turun dari langit seperti wahyu tetapi siapa mendengar, siapa melihat kita terbiasa tertawa untuk hal yang berbeda tetapi selalu menangis untuk hal…
Puisi Pringadi Abdi di Jurnal Amper
Kedua puisi di bawah ini termuat di Jurnal Amper Edisi 01, Mei, 2011 Sonet Kenangan, 2 “Ada yang salah di jantungku.” Kau diam dan berpikir mungkin aku sedang bercanda, dan bikin kau khawatir. Tetapi, kita pergi merekam jantung, mengecek hormon, dan betapa sengat membuat kita rindu pada segelas lemon. Bus kuning ke arah Kertapati tak…
Puisi Pringadi Abdi di Majalah Horison
Lima puisi di bawah ini dimuat di Majalah Horison, pada bulan Maret 2011. Ubin Ia sebetulnya benci sapu ijuk tiap kali disuruh ibunya membersihkan teras rumah yang berubin itu. Bentuknya yang persegi membuat ia membayangkan luasnya adalah kuadrat tiap sisi dan matematikanya yang selalu dapat nilai lima. Dua buah kursi dibiarkan menganggur di dekat pintu,…