Mr Kimin Tanoto dan Upaya Mencapai Bisnis Berkelanjutan

Sejak awal perjalanannya sebagai pemimpin perusahaan, Mr Kimin Tanoto mengatakan bahwa ia baru saja akan memulai. Kimin Tanoto berupaya untuk berputar balik untuk menangkap lebih banyak peluang di dunia investasi dan manajemen aset, minat tersebut sudah lahir sejak hari-hari awal berperan sebagai perantara Investor Barat dan pasar Indonesia.

Baca Dulu: Alasan Pebisnis Kimin Tanoto Miliki Karier Sukses

Dalam hal ini, Kimin berupaya memikirkan kembali bagaimana baja diolah, dan secara berangsur melakukan transformasi ke metode yang lebih ramah lingkungan serta mengusung teknologi hijau kelas dunia untuk manufaktur baja. Sesuai dengan tujuannya, untuk membangun bisnis berkelanjutan yang harmonis dengan lingkungan.

Bersama Gunung Raja Paksi, Mr Kimin Tanoto menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan Institut Pertanian Bogor (Universitas IPB) untuk memperkuat upaya lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Kerjasama ini diresmikan sejak Oktober 2021 dan diharapkan mampu mendukung penelitian pelestarian lingkungan.

GRP termasuk perusahaan yang membuat kebijakan di garis depan perihal keberlanjutan lingkungan dan perubahan iklim. Selain itu, kebijakan ini juga dibuat sebagai tanda komitmen terhadap ESG atau tata kelola lingkungan dalam bentuk kerangka kerja untuk pengelolaan yang Transparan, Akuntabel, dan Profesional (TAP). GRP juga sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan komunitas mobilisasi sosial, Sharingyuk Universitas IPB.

Dengan memanfaatkan keahlian akademik universitas, GRP akan menjalin kolaborasi dengan IPB dalam upaya memperkuat ekosistem publik-swasta di Indonesia dan mendorong agenda ekonomi hijau nasional.

Dalam perannya di dunia bisnis, Mr Kimin Tanoto selaku Komisaris Gunung Raja Paksi sekaligus advokat kuat untuk Ekonomi Hijau tengah memimpin Gugus Tugas ESG untuk Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia. Rencananya untuk meningkatkan investasi dalam teknologi baru demi upaya mengurangi jejak karbon di sektor manufaktur.

Baca Juga: Aksi Kemanusiaan Kimin Tanoto

Strategi Mr Kimin Tanoto dalam Suksesi Bisnis Ramah Lingkungan

Pada pertengahan 2021 silam, pemerintah Indonesia memperbaharui draft komitmennya dalam Nationally Determined Contribution (NDC) terkait isu lingkungan. Di sana tertera bahwa Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi hingga 29% secara business as usual dan 41% di bawah business as usual pada tahun 2030. Pembaharuan draft komitmen untuk menuju Indonesia tanpa emisi didukung penuh oleh Mr Kimin Tanoto selaku stakeholder penting di Indonesia.

Pengurangan produksi emisi karbon di Indonesia membutuhkan gerakan masif dan serentak dari segala elemen, meliputi kalangan masyarakat, pelaku bisnis, dan pemerintah sebagai regulator. Oleh karena itu, Mr Kimin Tanoto mengharapkan strategi yang kini sedang diterapkan Gunung Raja Paksi mampu membuat bisnisnya bertransformasi secara bertahap ke bisnis yang berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip ekonomi hijau.

Saat Mr Kimin Tanoto memegang komitmen untuk mencapai tujuan, di saat itulah strategi inovatif diterapkan. Selaku komisaris Gunung Raja Paksi, Mr Kimin Tanoto tidak main-main untuk berperan dalam mengurangi gas emisi. Apalagi, posisinya tersebut akan sangat berpengaruh terhadap iklim industri.

Adapun rancangan strategi yang disusun oleh Mr Kimin Tanoto diantaranya menerapkan langkah efisiensi energi dan mempertimbangkan untuk beralih ke energi alternatif. Seperti yang kita tahu, sebagian besar industri di Indonesia masih menggunakan sistem energi tradisional seperti batu bara. Butuh gerakan nyata di kalangan pebisnis untuk mulai beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan. Sementara itu, Mr Kimin Tanoto memilih menggunakan alternatif energi berupa energi air maupun solar panel.

Sebagai pebisnis, tentu saja Mr Kimin Tanoto mengharapkan operasional bisnis tetap maksimal, namun tetap harmonis dengan lingkungan. Melalui kerangka kerja sama yang lebih transparan, akuntabel, dan profesional, diharapkan menjadi upaya terbaik dalam memerangi isu lingkungan dan mewujudkan target 0% emisi pada tahun 2060.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *