Kumpulan Peribahasa dan Artinya (Lengkap) dari Seluruh Nusantara

Peribahasa adalah bagian dari sastra lisan di seluruh nusantara. Dari Aceh sampai Papua memiliki berbagai macam peribahasa dengan makna kiasan yang berisi perbandingan, prinsip hidup, perumpamaan, nasihat, aturan-aturan, tingkah laku dan lain sebagainya.

Secara garis besar, peribahasa digolongkan menjadi 3, yakni:

  1. Pepatah
    Jenis peribahasa yang mengandung ajaran atau nasihat yang berasal dari orang tua.
  2. Perumpamaan
    Perumpamaan adalah peribahasa yang berupa perbandingan.
  3. Ungkapan
    Suatu kata khusus yang manyatakan maksud dalam bentuk kiasan.

Contoh Peribahasa Huruf A

  1. Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang
    (Berbuat baik hanya ketika seseorang mempunyai banyak harta)
  2. Ada udang dibalik batu
    ada maksud tersembunyi
  3. Ada gula ada semut
    dimana ada kesenangan, disitu pasti ada keramaian
  4. Ada asap ada api
    segala akibat pasti ada sebabnya
  5. Air beriak tanda tak dalam
    orang yang banyak bicara, biasanya kurang berilmu
  6. Air tenang menghanyutkan
    orang pendiam, tapi banyak ilmu
  7. Air susu dibalas dengan air tuba
    kebaikan yang dibalas dengan kejahatan
  8. Air tenang jangan disangka tiada buayanya
    orang pendiam belum tentu penakut
  9. Anjing menggonggong kafilah berlalu
    tidak peduli pada omongan, cemoohan, cibiran orang lain
  10. Ayam berkokok hari siang
    mendapatkan sesuatu yang telah lama diidamkan
  11. Adat pasang berturung naik
    nasib orang tidak akan selamanya sama, pasti ada senang dan sedih
  12. Air jernih ikannya jinak
    suatu negeri atau wilayah makmur dengan penduduk yang juga ramah
  13. Asam di darat, ikan di laut, bertemu di belanga
    kalau sudah jodoh, pada akhirnya nanti akan bertemu juga

Contoh Peribahasa B

  1. Bagai air di daun talas
    Orang yang tidak tetap pendiriannya / plin plan
  2. Bergantung pada akar lapuk
    Mengharapkan bantuan pada orang yang tak mungkin memberikan bantuan
  3. Bagai makan buah simalakama
    Kondisi atau keaadan yang membuat serba salah (mau melakukan A salah, B salah)
  4. Bagai pungguk merindukan bulan
    Mengharapkan sesuatu yang sulit sekali terwujudkan
  5. Berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi
    Mempelajari ilmu setengah-setengah tak akan membawa manfaat
  6. Bagai telur diujung tanduk
    Situasi dimana seseorang berada dalam kondisi berbahaya atau genting.
  7. Bagai aur dengan tebing
    Saling tolong menolong
  8. Bagai api dengan asap
    persahabatan yang erat dan tak terpisahkan
  9. Bagai anjing menyalak di ekor gajah
    Orang hinta atau miskin melawan orang berkuasa atau kaya
  10. Bagai musuh dalam selimut
    Teman atau orang dekat yang diam diam berkhianat
  11. Bagai bumi dan langit
    Dua hal yang berbeda jauh dan tak bertolak belakang satu sama lain
  12. Berakit rakit ke hulu Berenang renang ke tepian, Bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian
    Untuk mencapai keberhasilan atau kesenangan, kita harus bersusah payah dan pantang menyerah
  13. Bagai katak dalam tempurung
    Orang yang wawasannya sedikit pandangannya pun akan sempit
  14. Bagai mentimun dengan durian
    orang lemah tak berdaya melawan orang yang berkuasa
  15. Besar pasak daripada tiang
    Besar pengeluaran daripada pendapatan
  16. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing
    Bersama sama dalam suka ataupun duka, dalam senang ataupun susah

Contoh Peribahasa C

  1. Cempedak berbuah nangka
    Mendapatkan sesuatu lebih dari yang kita harapkan
  2. Cepat kaki ringan tangan
    Orang yang suka tolong menolong dalam kebaikan
  3. Cacing hendak menjadi naga. Artinya, Orang kecil yang hendak menyetarakan diri dengan orang besar.
  4. Cacing hendak menjadi ular naga. Artinya, Orang yang rendah berlagak meniru kelakuan orang yang tinggi atau orang miskin meniru kelakuan orang kaya.
  5. Cacing menelan naga. Artinya, Anak orang bangsawan yang diperisteri oleh orang kebanyakan/bukan bangsawan; orang berkuasa yang dikalahkan oleh orang kecil/lemah.
  6. Cacing menjadi ular naga. Artinya, Orang kecil/hina yang menjadi orang besar/mulia.
  7. Cakap berdegar. Artinya degar, tahi tersangkut di gelegar. Artinya, Banyak bicara (sombong) tetapi tidak ada satu pun pekerjaan yang dapat diselesaikannya.
  8. Cakap berlauk, Artinya lauk makan dengan sambal lada. Artinya, Cara bicara yang seperti orang kaya, padahal sebenarnya miskin.
  9. Campak baju nampak kurap seperti anak kacang hantu. Artinya, Anak muda yang tidak memelihara/menjaga kehormatan dirinya ataupun kehormatan orang lain.

Contoh Peribahasa D

  1. Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri
    sesenang-senangnya hidup di negeri orang, lebih senang hidup di negeri sendiri.
  2. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi
    sejajar dalam martabat/tingkat/kedudukanya
  3. Dikasih hati minta jantung
    Orang yang tidak tahu terima kasih atau melunjak
  4. Dunia tak selebar daun kelor
    Dunia itu luas dan tidak sempit
  5. Datang tidak berjemput pulang tidak berantar
    Tidak dipedulikan atau diabaikan
  6. Dari telaga yang jernih tak akan mengalir air yang keruh
    Orang-orang yang baik akan melahirkan keturunan yang baik pula
  7. Di mana bumi di pijak disitu langit dijunjung
    Hormatilah adat dan budaya di tempat kita berada
  8. Duduk sama rendah berdiri sama tinggi
    Sama kedudukan, tingkat atau martabatnya.
  9. Datang tampak muka, pulang tampak punggung
    Hendaklah berpamitan ketika datang ataupun pulang
  10. Diatas langit masih ada langit
    Diatas orang hebat/pintar/pandai dsb masih ada orang yang lebih tinggi lagi tingkat kehebatannya.

Contoh Peribahasa E

  1. Embun diujung rumput
    Hubungan, pekerjaan atau kedudukan dll yang sangat rapuh atau mudah goyah
  2. Emas disangka loyang
    Orang jahat disangka orang baik / orang pintar disangka orang bodoh
  3. Esa hilang dua terbilang
    Berusaha dengan keras hingga tujuan tercapai
  4. Emas berkilau hendak disimpan
  5. Enak makan dikunyah enak kata diperkatakan
    Segala sesuatu haruslah dimusyarahkan terlebih dahulu

Contoh Peribahasa F

  1. Fajar menyingsing elang menyongsong
    Sambutlah pagi dengan penuh semangat untuk bekerja dengan gigih

Contoh Peribahasa G

  1. Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut diseberang lautan tampak.
    Kesalahan sendiri tak pernah terlihat, tapi kesalahan orang lain walaupun kecil terlihat jelas.
  2. Gali lubang tutup lubang
    Berhutang untuk membayar hutang yang lainnya
  3. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari
    Seorang pendidik / pemimpin /orang tua haruslah memberi contoh yang baik .
  4. Gayung bersambut kata berjawab
    Menangkis atau menjawab pertanyaan orang
  5. Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang.
    Orang baik akan meninggalkan nama baik, orang jahat akan meninggalkan nama yang tercemar ketika sudah tiada.
  6. Gajah mati karena gadingnya.
    Orang yang celaka karena kelebihan yang dimilikinya

Contoh Peribahasa H

  1. Hancur badan dikandung tanah budi baik terkenang jua.
    meskipun jasad manusia sudah tak berbentuk lagi di kubur, tapi kalau melakukan kebaikan maka orang akan tetap mengingatnya.
  2. Hasrat hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai.
    ingin mempunyai atau memiliki sesuatu tapi sayang hanya sebatas impian.
  3. Hangat hangat tahi ayam
    kemauan yang tidak tetap
  4. hati gatal mata digaruk
    punya keinginan tapi tak punya kemampuan untuk mendapatkannya.
  5. hidup berkerat rotan
  6. harum semerbak mengandung mala
  7. hangat hangat kuku
    agak hangat
  8. hidup berakal mati beriman
  9. Habis manis sepah dibuah
    setelah tidak berguna lagi lalu dibuang atau tidak dipedulikan
  10. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama
  11. Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai

Contoh Pribahasa I – M

  1. Indah kabar daripada rupa
    suatu keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang kita perkirakan sebelumnya.
  2. Jatuh diatas tilam
    mendapat keuntungan besar
  3. Jangan memancing di air keruh
    mengambil keuntungan diatas peristiwa yang menyedihkan
  4. Kacang lupa akan kulitnya
    lupa akan asalnya atau tak tahu diri
  5. Karena nila setitik rusak susu sebelangga
    karena persoalan kecil, seluruh keadaan menjadi berantakan
  6. Kura kura dalam perahu
    menanyakan sesuatu yang dia sendiri sebetulnya sudah tahu jawabannya
  7. Kecil-kecil cabai rawit
    tampaknya kecil, tapi pemberani, cerdik atau membahayakan
  8. Lempar batu sembunyi tangan
    melakukan suatu kejahatan, kemudian pura- pura tidak melakukan perbuatan tersebut
  9. Malu bertanya sesat dijalan
    segan bertanya membuat kita rugi karena permasalahan kita tak pernah terselesaikan.
  10. Musang berbulu ayam
    orang jahat yang bertingkah seperti orang baik
  11. Menang jadi arang, kalah jadi abu
    Dalam pertengkaran, menang atau kalah sama sama mendapatkan kerugian
  12. Menepuk air di dulang, tepercik muka sendiri.
    bila orang membuka aib keluarga sendiri, sama seperti membuka aib sendiri
  13. Membasuh muka dengan air liur.
    hendak mencuci aib, tetapi bahkan menambahnya.
  14. Membasuh arang dimuka
    melakukan usaha untuk mencuci noda atau malu
  15. Menjilat air ludah
    meminta kembali hal atau barang yang telah diberikan/ tak tahu malu

Contoh Peribahasa N – R

  1. Nasi sudah menjadi bubur
    perbuatan yang sudah terlanjur terjadi dan tidak dapat diperbaiki lagi
  2. Pagar makan tanaman
    orang yang merusakan barang yang dititipkan atau diamanatkan padanya*
  3. Pucuk dicinta ulam pun tiba
    mendapat sesuatu lebih dari yang diharapkan/harapan yang terwujud

Contoh Peribahasa S

  1. Seperti anjing dan kucing
    selalu bertengkar tak pernah rukun
  2. Seperti labu dibenam
  3. Setali tiga uang
  4. Sudah jatung tertimpa tangga
    mendapatkan musibah ketika mendapat musibah (berturut-turut)
  5. Sambil menyelam minum air
    mengerjakan suatu pekerjaan sambil menyelesaikan pekerjaan/ masalah orang lain
  6. Sebagai api makan sekam
    suatu dendam yang tersembunyi dan membahayakan
  7. Seperti kayu terapung dilatu
    pekerjaan atau perkara yang tak terutus
  8. Seperti ayam kehilangan induk
    menderita kesusahan karena kehilangan sosok pemimpin
  9. Sepandai- pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga
    sehebat hebatnya orang pasti memiliki kelemahan
  10. Seperti air di dalam kolam
    orang yang memiliki pembawaan tenang
  11. Sedia payung sebelum hujan
    mempersiapkan sesuatu sebelum hal yang tidak diinginkan datang
  12. Sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit
    usaha kecil yang dilakukan secara terus menerus pasti akan membuahkan hasil
  13. Seperti pinang dibelah dua
    orang yang memiliki wajah atau karakter mirip
  14. Seperti ilmu padi makin berisi makin merunduk
    semakin berilmu, orang akan semakin rendah hati
  15. Senjata makan tuan
    sesuatu yang direncanakan untuk melukai orang lain, tapi malah berbalik melukai diri sendiri
  16. Serigala berburu domba
    orang yang kelihatannya pendiam dan penurut tapi sebetulnya kejam/jahat/curang.
  17. Seperti kerbau dicocok hidung
    o
    rang yang tidak punya pendirian dan selalu menuruti kemauan orang lain
  18. Seperti katak dalam tempurung
    orang yang wawasannya kurang luas

Contoh Peribahasa T

  1. Tak ada gading yang tak retak
    tak ada sesuatu yang tak ada cacatnya
  2. Tangan mencencang bahu memikul
    siapa yang berbuat kesalahan dia sendirilah yang merasakan akibatnya
  3. Tikus mati dilumbung padi
    negara kaya namun rakyatnya tidak dapat menikmati kekayaan tersebut
  4. Terdorong gajah karena besarnya
  5. Tong kosong nyaring bunyinya
    orang yang kurang ilmu banyak bicara
  6. Tak ada rotan akar pun jadi
    apabila yg baik tidak ada, maka yang kurang baik pun bisa dimanfaatkan
  7. tercoreng arang di kening
    mendapat malu
  8. tajam ke bawah tumpul ke atas
    galak ke orang-orang lemah dan lembut pada orang-orang kaya/berkuasa
  9. Tua tua keladi makin tua makin menjadi
    orang yang umurnya sudah tua, tapi lagaknya seperti anak muda

Contoh Peribahasa U-Z

  1. Usul menunjukan asal
    Kkelakuan seseorang dapat menunjukan dari mana asal keturunannya
  2. Udang tidak tahu bongkoknya
    orang yg tidak sadar diri atas segala kekurangan yg dimiliki
  3. Udang tak tahu di bungkuknya orang tak tahu buruknya
    orang yang tidak menyadari kekurangan dan kesalahannya sendiri
  4. Umur setahun jagung
    belum berpengalaman
  5. Waktu adalah uang
    waktu adalah kesempatan (Orang yang menghargai waktu)
  6. Walau seribu anjing menyalak gunung takkan runtuh
    orang yang mempunyai prinsip hidup tinggi tak tergoyahkan dengan godaan
  7. Yang secupak takkan jadi segantang
    sesuatu yang tak dapat diubah lagi
  8. Zaman beralih musim bertukar
    segala sesuatu hendaknya disesuaikan dengan keadaan zaman
  9. Zaman beredar musim berganti
    musim yang tak dapat ditentukan kapan akan berganti.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *