Coban Putri

Kecantikan Coban Putri di Batu

Perjalanan ke Coban Putri sebenarnya tidak sengaja kulakukan. Namun, ketaksengajaan itu berbuah rasa syukur karena aku akhirnya bisa melihat kecantikan Coban Putri di Batu.




Minggu lalu, aku ke Malang guna mengikuti Kemenkeu Mengajar di SDN Kebonsari 2. Aku sengaja berangkat Jumat malam, agar Sabtu dan Minggu bisa berjalan-jalan dahulu. Karena kegiatan tersebut tidak menggunakan APBN sepeser pun, maka aku juga berhemat dalam memilih akomodasi. Terpilihlah Arfand Kos di Jalan Gejayana No. 22, Malang sebagai tempat aku menginap. Harganya hanya 50 ribu semalam. Di sana juga bisa menyewa motor dengan harga 70 ribu seharian.

Sampai di Stasiun Malang (Kota Baru) pada Sabtu pukul 10.00, aku makan dan menuju kos. Pukul 13.00 baru aku mendapat motor, dan aku harus memilih tujuan perjalanan. Awalnya, aku memilih Coban Rais karena katanya coban tersebut adalah salah satu coban termegah di Batu. Sengaja kutulis Batu ya, bukan Malang, karena Batu sudah menjadi wilayah administrasi tersendiri, terpisah dari Malang.


Jarak dari Arfand Kos ke Coban Rais di Google Maps hanya sekitar 15 km. Aku pun dengan semangat menuju ke sana sendirian berkendara sepeda motor.

Namun sayang, hujan mulai turun dan aku pun berteduh di warung mi ayam. Aku makan mi ayam sambil menunggu hujan sedikit reda, dan syukurlah, warung di sebelahnya menjual jas hujan plastik.

Perjalanan pun kulanjutkan setelah mi ayam itu habis dan kukenakan jas hujan menembus gerimis yang romantis.

Gagal ke Coban Rais

Beberapa saat kemudian, aku sampai ke pintu masuk Coban Rais. Sang penjaga bertanya, aku mau ke mana, kujawab, “Ke Coban Rais”. Sang penjaga menjawab, “Oke, 850 meter lagi jalan kaki.”

Pasalnya, selain coban, di lokasi ini ada Batu Flower Garden. Semacam Rangoon Hills kalau di Bogor, sebuah tempat untuk berfoto dengan ornamen-ornamen yang katanya instagramable. Aku tentu tak tertarik dengan tempat seperti itu.

Namun, begitu aku mau ke Coban Rais, petugas yang berada di dalam mengatakan jarak ke Coban Rais masih 3 km lagi dan yang lebih dekat ada Coban Kaca. Namun karena barusan hujan, jalanan ditutup, kecuali mau nekat sendiri.

Aku pun mengerutu karena aku udah jelas-jelas bilang mau ke Coban Rais pas masuk. Jika ditutup kenapa tidak bilang ditutup sejak awal. Lima belas ribuku melayang sia-siang.

Coban Putri Sebagai Alternatif

Di perjalanan, aku melihat pintu masuk ke Coban Putri. Tukang ojek di Coban Rais pun sempat menawarkan mengantar ke Coban Putri PP 50 ribu. Dia tidak tahu aku bawa motor sendiri. Dari Coban Rais, Coban Putri hanya berjarak sekitar 2 kilometer.

Biaya dan Rute Masuk Coban Putri

Biaya masuk Coban Putri hanya 10 ribu rupiah. Parkirnya 5 ribu rupiah. Dari pintu gerbang ke parkiran, jaraknya sekitar 1 kilometer. Sebagian besar jalan sudah diperkeras dengan batu meski ada sebagian yang masih berupa tanah. Bila hujan turun, jalan akan sangat licin. Sehingga tidak kurekomendasikan bila berboncengan dengan motor matic. Dari parkiran ke Coban jaraknya hanya sekitar 100 meter. Dekat sekali.

Kalau dari kota, perjalanan ke lokasi ini, Coban Putri berada di Oro-Oro Ombo, bisa melalui Kota Malang. Ambil jalur menuju ke Arah BNS atau Predator Fun Park. Teruskan sampai kamu menemukan penunjuk bertuliskan Wisata Coban Putri dan Coban Rais.

Karakteristik Coban Putri

Coban Putri yang Indah

Ada dua air terjun (coban) di Coban Putri dengan karakteristik yang berbeda. Air terjun pertama air tampak mengalir di bebatuannya. Sedangkan di air terjun kedua, air barulah tampak jatuh. Di atasnya, pohon besar menambah aura keeksotisannya.

Di sekitar air terjun, telah dibangun beberapa ornamen seperti jembatan bambu dan ayunan juga taman bunga untuk menambah kecantikan wilayah Coban Putri.

Coban Putri tidak terlalu tinggi. Hanya sekitar 30 meter dengan lebar 3 meter.

Mitos Coban Putri

Dinamakan Coban Putri karena  masyarakat sekitar yang sering melihat penampakan putri mandi di air terjun ini. Putri tersebut adalah Ken Dedes, permaisuri Ken Arok, raja Singosari. Selain di Songgoriti, Ken Dedes konon kerap mandi di coban ini.


Jadi, kalau kamu ke Malang atau Batu, jangan lupa mampir ke Coban Putri ya. Selain murah, tempat ini indah banget lho. Jangan khawatir, karena di sekitar sini ada bumi perkemahan, fasilitas seperti toilet dan warung penjual kopi dan gorengan juga ada. Enak dingin-dingin sambil minum kopi melihat air terjun yang eksotis!

Comments

comments

16 thoughts on “Kecantikan Coban Putri di Batu”

  1. Mas, nggak nginep buat liat.. siapa tahu malam2 ada putri di mitos itu beneran mandi 😀 😀

    btw sy auto inget coban rondo… lokasi opspek jurusan favorit dulu hingga kini 🙂

  2. Masih asri banget ya suasananya, pasti sejuk banget. Tapi entah kapan ada kesempatan buat jalan-jalan kesana, semoga aja nanti bisa berkunjung kesana.

  3. Aku malah salah fokus sama bagian Kemenkeu Mengajar, terus pas kulihat di profil ternyata lulusan STAN. Wah, satu almameter kita mas, hehe. Kemarin dateng Reuni Ikanas gak mas? Salam kenal mas dari STA’16, hehe.

    Aku baru pertama kali ke Malang, itu pun cuma ke Jatim Park dan Batu Night Spectacular, nanti kalau ke sana lagi kayaknya bisa nih ke tempat wisata alam kayak Coban Putri ini

  4. Segernya liat pemandangan alam kaya gini. Biasa sehari-hari liat gedung perkantoran dan kemacetan, kayanya perlu juga deh jalan-jalan biar refresh. Noted banget ini murah banget ya harganya ke Coban Putri, padahal view air terjunnya bagus banget.

  5. Oalah, jadi karena penampakan putri yang diperkirakan Ken Dedes sehingga disebut Coban Putri. Memang bagus, air terjunnya.
    Ngomong-ngomong, apa cuma di Jepara yang air terjunnya nyaris gratis, ya? Cuma bayar parkir 5000 rupiah. Bahkan satu lokasi dengan 4 air terjun juga hanya bayar 3000 per orang.
    Di kami ada belasan air terjun yang ramai dikunjungi dari total 40an air terjun.

  6. wah bagus nan cantik ya air terjunnya, semoga di bulan februari nanti kalo jadi ke batu aku coba ke coban putri. reviewnya sangat oke dan aku masukkan ke draft list daftar destinasi wisata nanti di bulan februari.

  7. Kalau saya lihat fotonya, sepertinya tempat ini masih kurang perhatian dan pemberdayaan dari daerah ya. Masih alami alamnya..
    Jangan sampai terjamah oleh tangan-tangan kotor yang bisa merusak ekosistem alam yang eksotis.

  8. Tempat eksotis seperti ini biasanya dibuat Instagramable agar digandrungi anak-anak muda yang gemar berwisata. Cuma karwna tempatnya yang agak jauh, jadi butuh niat yang kuat agar bisa sampai di sana ya.

    Semoga keasrian alamnya bisa dijaga sama pengelola

  9. wih kok aku ikut kesel itu yang coban rais tutup tapi tetep bayar huhu. Untung ada coban putri yang tak kalah indahnya ya. Itu ngomong-ngomong, 50 ribu pp, kitanya ditunggui berarti ya sama ojeknya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *