Contoh Mainan Edukatif untuk Anak Umur 2 Tahun

Salah satu fase dalam tumbuh kembang anak adalah keinginan sang anak untuk bermain. Saat memasuki umur 2 tahun, sang anak pun menjadikan bermain sebagai proses belajar mengenal dunia. Saat itulah karakternya mulai terbentuk sehingga kita perlu memilihkan mainan edukatif baginya. Berikut ini adalah contoh mainan edukatif untuk anak umur 2 tahun.

Yang perlu diperhatikan, pada usia ini, perkembangan keterampilan motorik terjadi, mencakup kemampuan untuk bisa berlari dengan koordinasi yang lebih baik. Selain itu, keseimbangan anak juga telah menjadi lebih baik. Anak bisa berdiri sambil mengambil objek, melempar bola, dan bisa menendang bola tanpa kehilangan keseimbangan. Anak juga mulai terampil di lingkungannya, dia bisa memutar gagang pintu, bisa memerhatikan buku dan membalik halamannya, bisa menyusun balok mainan, dan siap untuk menjalani toilet training. Anak juga bisa berjalan menaiki atau menuruni tangga sendiri sambil berpegangan, namun sebaiknya tetap didampingi orangtua. Untuk melatih kemampuan tersebut pada Si Kecil, Bunda dan Ayah bisa melakukan beberapa cara untuk melatih keterampilan motorik anak.

Pilihan Mainan Edukasi untuk Anak Usia 2 Tahun

Mengutip wawancara Prof. Jaffrey Trawick-Smith dengan NAEYC, beberapa mainan memiliki pengaruh pada cara berpikir anak, interaksi dengan teman sebayanya, dan juga kreativitas.

Selain itu, beberapa rekomendasi pilihan mainan edukasi untuk anak usia 2 tahun yang bisa kita pilih antara lain: mainan balok kayu dengan bermacam bentuk, mainan kendaraan beserta rambu-rambu jalannya, dan mainan konstruksi bangunan.

Mainan tersebut bersifat terbuka sehingga anak-anak dapat bereksplorasi dengan berbagai caranya masing-masing. Nah, berikut beberapa pilihan mainan edukasi untuk anak usia 2 tahun yang bisa kita pilih:

1.  Mainan Profesi

Sejak kecil, Anda sudah bisa melatih buah hati untuk membayangkan masa depan seperti apa yang dicita-citakannya. Cukup berikan mainan profesi, seperti peralatan kedokteran, masak-masakan, atau pun alat petukangan. Mainan-mainan anak edukatif ini akan menambah pengetahuan anak mengenai fungsi dari tiap peralatan serta peran dari profesi yang dimainkannya. Kognitif maupun motorik anak.

2.  Puzzle

Ketika diberikan jenis mainan yang satu ini, anak bisa berlama-lama bermain puzzle tiap harinya. Puzzle merupakan mainan edukatif yang membuat otak anak terangsang sebab ada “tuntutan” untuk bisa menyusun potongan gambar yang berantakan.

Umumnya mainan edukasi anak ini terbuat dari karton tebal atau papan kayu. Dasar puzzle dipotong-potong dengan bentuk asimetris dan memungkinkan anak untuk menyusunnya menjadi gambar utuh.

3.  Play-Doh

Balita umumnya sangat menyukai jika Anda menyuguhkan jenis mainan yang satu ini. Play-doh merupakan jenis mainan menyerupai tanah liat yang dibuat dari material yang lebih aman. Dengan bermain Play-doh, kreativitas anak akan lebih berkembang sebab ia bebas membentuk Play-doh ke berbagai rupa yang ada di imajinasinya. Kekuatan motorik tangan anak pun menjadi lebih terlatih ketika rajin bermain Play-doh.

4.  Bola

Kata siapa bola hanya cocok untuk anak cowok? Jenis mainan edukasi anak ini nyatanya juga bisa Anda berikan kepada anak perempuan Anda. Bermain bola sangat ampuh untuk mendorong ketangkasan balita. Ini karena ketika melempar, menggelindingkan, ataupun menangkap bola; koordinasi tangan dan mata si kecil akan diasah. Secara garis besar, hampir seluruh motorik anak juga akan bergerakkan ketika bermain jenis mainan yang satu ini.

5.  Mainan Balok

Contoh mainan edukatif untuk anak umur 2 tahun

Mainan balok merupakan jenis permainan anak yang tidak pernah lekang waktu. Permainan ini sebenarnya sederhana, hanya berupa balok-balok dari kayu ataupun plastik saat ini yang bebas disusun para pemainnya.

Mainan balok sangat berperan dalam merangsang kemampuan kognitif anak lewat permainannya yang menyerupai rancang bangun. Motorik anak juga ikut terlatih dengan mainan edukatif ini, yang terjadi saat anak mencoba menyusun dan meletakkan balok-balok kayu sesuai imajinasinya serta mempertahankan keseimbangan balok-balok tersebut agar tidak jatuh berantakan.

6.  Alat Musik Mainan

Anda bisa sangat melatih kemampuan motorik dan kognitif anak dengan memberikan mainan alat musik bagi mereka. Dengan alat musik, anak akan berlatih untuk menggunakan kelima pancaindra mereka. Anak akan belajar membunyikan alat musik tersebut dan merangsang motorik untuk bergerak karena mesti memukul, menekan, ataupun meniup jenis mainan anak edukatif ini. Kognitif mereka juga akan terangsang untuk mengenali bunyi dan mencoba menyusun bunyi-bunyian tersebut menjadi irama yang enak didengar.

7.  Magnet Huruf dan Angka

Anak-anak akan sangat suka ketika Anda memberikan mereka mainan berupa magnet huruf ataupun angka. Mereka akan sibuk sendiri menaruh dan melepas huruf dan angka-angka tersebut di atas wadah magnetnya. Selain memberikan kesenangan tersendiri, mainan ini juga bisa melatih kognitif. Secara tidak sadar, anak akan lebih peka dan menyadari perbedaan bentuk tiap huruf dan angka. Dengan demikian, Anda pun nantinya akan lebih mudah mengajarkan belajar membaca maupun berhitung.

8.  Boneka Tangan

Tiap anak kecil sebagian besar menyukai boneka. Anda bisa memberikan boneka yang lebih edukatif kepada anak dengan membelikannya boneka tangan. Bentuk boneka tangan yang lucu akan membuat si kecil betah bermain dengan mainan tersebut. Selain itu, boneka tangan bisa berfungsi sebagai mainan edukatif yang bisa menjadi sarana memberitahukan suatu pengetahuan lewat cerita atau kisah tokoh boneka tersebut. Anak pasti akan senang mendengarnya!

9.  Origami

Mainan Edukatif yang Dapat Membantu Tumbuh Kembang Anak

Untuk anak-anak di atas usia 2 tahun, Anda bisa mulai memberikan ia mainan berupa origami. Origami atau kertas lipat mampu membuat si kecil lebih memahami instruksi tanpa merasa terpaksa. Warna kerta lipat yang beraneka ragam akan menarik perhatiannya. Ia pun akan berusaha membuat kertas lipat itu memiliki bentuk menarik yang Anda contohkan sesuai dengan instruksi tahapan yang Anda berikan. Melipat kertas juga memberikan kesempatan bagi otot-otot halusnya untuk lebih aktif bergerak.

10.  Lego

Mainan anak edukatif yang satu ini sudah sangat populer di dunia. Mirip dengan permainan balok, memberikan anak mainan berupa Lego bisa membuatnya lebih mengenali bentuk dan pola. Ketika menyusun Lego, kemampuan motorik anak juga menjadi lebih terlatih. Mainan Lego lebih cocok diberikan kepada anak balita yang sudah berusia di atas 3 tahun karena mempertimbangkan bentuk dan keamanannya.

11.  Buzz Wire

Pernah mendengar istilah buzz wire? Mainan ini berbentuk seperti susunan kawat yang berliku dan memiliki wadah di bagian bawahnya. Ketika bermain buzz wire, anak mesti memindahkan suatu alat berlubang dari satu sisi wadah ke sisi seberang lainnya tanpa mengenai kawat yang ada. Mainan edukasi anak ini sangat ampuh untuk melatih konsentrasi pada anak sekaligus merangsang kesabarannya.

12.  Papan Tulis Mainan

Anak kecil umumnya senang mencoret-coret. Anda cukup memberikan ia mainan berupa papan tulis mainan untuk mengakomodasi kegemarannya tersebut. Walau sepintas terlihat tanpa makna, kebebasan untuk corat-coret di papan tulisnya bisa melatih kreativitas si kecil.

13.  Pasir Kinetik

Anda bisa melatih kemampuan sensorik dan kinetik anak dengan memberikan mainan pasir kinetik. Anak akan terbiasa melatih motoriknya melalui kegiatan menekan dan mencetak pasir lewat wadah-wadah yang tersedia. Selain itu, mainan anak edukatif ini membuat anak lebih mengenai perbedaan warna dan tekstur benda.

14.  Flash Card

Mainan edukasi anak bisa membuat buah hati mengenali berbagai benda, hewan, maupun pengetahuan lainnya tanpa harus melihat langsung. Flash card merupakan sekumpulan kartu yang berisi gambar benda, hewan, tanaman, maupun anggota tubuh. Gambar-gambar tersebut dapat menjadi sarana edukasi anak untuk mengenal bentuk sekaligus penyebutan untuk tiap benda yang ada.

Banyaknya ragam mainan anak edukatif membuat Anda memiliki banyak pilihan mudah untuk mencerdaskan buah hati. Meski demikian, pastikan anak tetap terpantau ketika bermain dan batasi waktu bermainnya dengan kegiatan lain, seperti makan dan istirahat.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *