Belajar dari Rumah, Bekerja dari Rumah

Bagaimana caramu mengerti banyak hal mengenai kepenulisan sementara latar belakangmu tak memiliki semua hal itu? Pertanyaan di atas cukup sering menghampiriku. Maklum, di bangku sekolahan, aku lebih dikenal dekat dengan Matematika. Apalagi setelah aku mengenyam bangku pendidikan di Matematika ITB. Keluar dari sana, aku pun berganti haluan ke Akuntansi Pemerintahan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara….

Tips Tidak Kena DO (Drop Out) di PKN STAN

Hal yang paling ditakuti mahasiswa adalah kena DO alias drop out. Dan aturan kampus STAN dikenal dengan ancaman DO yang begitu ketat. Bayangkan, IP Semester Ganjil tidak boleh di bawah 2,40 dan IPK saat Semester Genap minimal 2,75. Dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara bukanlah sejenis universitas yang nilai bagusnya mudah kayak kacang goreng. Belum lagi,…

Tak Ada Alasan untuk Tak Menulis

Seperti yang kita ketahui bersama, ada 4 kemampuan berbahasa, yakni menyimak, membaca, menulis, dan berbicara. Keempat hal tersebut seharusnya berurutan. Dua hal pertama adalah dasarnya. Namun, dua hal terakhir kadang terjadi anomali. Ada orang yang mampu lancar berbicara, namun mengaku tak bisa menulis. Segalanya terkait dengan kebiasaan. Apakah kita sudah membiasakan diri menyimak, membaca, menulis,…

Tips Memilih Kos-kosan di Sekitaran Kampus PKN STAN

Selamat kepada 6.964 mahasiswa baru Politeknik Keuangan Negara STAN. Selamat karena teman-teman sudah menyisihkan 154.622 peserta USM lainnya. Kakak jadi ingat rasanya lulus STAN 10 tahun silam. Biasa saja sih. Bahagia, tentu saja ada. Tapi jangan begitu terlarut ya dengan kebahagiaan, karena ada tantangan berikutnya yang tengah menunggu. Kakak baru menyadari tantangan ini ketika melanjutkan…

Sembilan Tips Sapardi Djoko dalam Menulis Sajak Liris

Hasan Aspahani BUTIR-BUTIR berikut ini disarikan dari tulisan berjudul “Keremang-remangan Suatu Gaya”, yaitu sebuah ulasan Sapardi Djoko Damono atas sajak Abdul Hadi WM. Saya kira tulisan itu adalah sebuah petunjuk yang sangat jelas dan bagus bagi penyair yang hendak menulis sajak-sajak lirik yang baik. Saya tak menambahkan penjelasan, karena menurut saya apa yang dipaparkan beliau…

1 48 49 50 51 52 55