Belajar dan Bekerja dari Rumah dengan Asus Vivobook 15 A516

“Jika seseorang bepergian dengan tujuan mencari ilmu, maka Allah akan menjadikan perjalanannya seperti perjalanan menuju surga”

Nabi Muhammad SAW

Aku rasa Tuhan memang mengetahui segala apa yang ada di hati manusia. Beberapa tahun lalu aku mengikuti tes beasiswa Australian Awards, tapi gagal. Saat itu, tujuanku ke Australia sepertinya belum mantap untuk mencari ilmu, melainkan ternoda dengan tujuan lain seperti jalan-jalan. Atau juga sebenarnya Tuhan tahu, secara mental aku belum siap bepergian ke luar negeri karena aku harus membangun ikatan yang lebih kuat dengan anak-anakku, yang selama ini begitu minim.

Kegagalan tersebut membuatku merefleksikan banyak hal di dalam diriku, terutama guna menjawab dan membedakan apa yang sebenarnya aku inginkan dengan apa yang sebenarnya aku butuhkan.

Tahun demi tahun berlalu, pandemi kemudian melanda. Tuhan memberi jeda pada dunia untuk rehat sejenak, dan manusia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Waktu kebersamaan bersama keluarga jadi lebih banyak karena bekerja pun seringnya dari rumah.

Ikatan bersama anak-anak jadi lebih kuat, tapi tetap ada yang jadi korban. Karena keteledoran, laptop kesayanganku, Asus A455L yang berwarna putih, terinjak oleh anakku yang kecil. Layarnya rusak. Begitu pula keyboard-nya. Laptop yang kubeli dari gajiku sebagai editor sebuah penerbitan itu harus diparkir sekian lama.

Beruntung, saat itu aku langsung mendapatkan gantinya dari kantor. Statusnya pinjaman. Barang Milik Negara.

Sayangnya, laptop bagus itu harus kukembalikan bakda kabar baik yang kuterima. Ya, setelah merasa mentalku lebih siap, aku kembali mengikuti tes beasiswa S2 dari Bappenas. Kali ini, tujuannya universitas dalam negeri saja. Alhamdulillah, aku lulus di Magister Administrasi Publik Universitas Sriwijaya. Agustus nanti perkuliahan akan dimulai. Dan, secara aturan, pegawai tugas belajar tidak boleh memegang Barang Milik Negara sehingga laptop yang sudah menemaniku selama hampir setahun ini harus kukembalikan.

Hatiku galau. Risau memikirkan kebutuhan laptop untuk perkuliahan nanti. Kuliah selama pandemi tentu saja masih dilaksanakan secara daring. Tugas akan menumpuk. Ditambah lagi, aku punya pekerjaan sampingan dan hobi lain yang menuntutku memiliki laptop dengan performa yang menawan.

Ya, sebagai pegawai tugas belajar, aku harus rela tunjangan kinerjaku dipotong sekitar 60% selama bebas tugas. Karena itu, aku secara intensif menulis blog baik di blog pribadi maupun di Kompasiana, menulis untuk media massa (tentu saja demi honornya), dan mengedit video di Filmora untuk Youtubeku (berkunjung ya di channel Pringadi Surya) yang sudah termonetisasi (uhuk… uhuk…). Tidak mungkin lagi aku memakai laptop yang biasa-biasa saja. Bisa-bisa lumutan aku dibuatnya.

“Komputer masa kini memiliki tampilan berbeda karena mereka memang berbeda. Dengan solid-state drive (SSD) dan teknologi terkini, Anda mendapatkan kecepatan, keamanan, ketahanan, dan desain yang cantik. Kami telah melakukan jajak pendapat, dan hasilnya, orang-orang lebih senang saat bepergian dengan PC modern.”

“Nikmati semua manfaat dengan PC yang lengkap – PC sudah termasuk Office Home & Student 2019. Aplikasi Office versi lengkap (Word, Excel dan PowerPoint) memberikan semua fungsi yang dibutuhkan dan diharapkan oleh penggunanya. Penggunaan aplikasi Office seumur hidup dapat memastikan Anda untuk selalu memiliki akses ke fitur yang Anda kenal dan sukai. Dilengkapi dengan 100% aplikasi Office asli, software juga akan terus mendapatkan pembaruan keamanan yang rutin untuk melindungi perangkat, program dan data Anda.”

“Laptop dengan prosesor Intel® Core™ 10th Gen series ke atas didesain untuk performa dan mobilitas. Dengan efisiensi yang tinggi serta dimensi thin and light, laptop menawarkan peningkatan performa dan produktivitas untuk penggunanya. Konektivitas WiFi generasi terbaru juga memungkinkan transfer data 3x lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.”

Aku sangat setuju dengan pernyataan di atas. Aku butuh laptop yang performanya tinggi untuk mengimbangi produktivitasku sebagai mahasiswa, sebagai narablog, sebagai penulis, sebagai Youtuber, dan sebagai traveler. Dan harus diakui, laptop ASUS VivoBook 15 A516 bisa menjadi solusi atas kebutuhanku itu.

Asus Vivobook 15 A516. Dokumen Asus.

Mari kita simak spesifikasi dari laptop ASUS VivoBook 15 A516:

ASUS VivoBook 15 A516 adalah laptop level entri yang memberikan kinerja bertenaga dan visual yang imersif. Layar NanoEdge-nya menawarkan sudut pandang 178° yang luas dan lapisan anti-glare untuk pengalaman yang benar-benar menarik. ASUS VivoBook 15 A516 didukung oleh prosesor Intel® Core™ i5 generasi ke-10 dengan RAM 8GB, dan grafis diskrit NVIDIA® MX330. Desain penyimpanan ganda dengan pilihan SSD PCIe® hinggai 256GB dan HDD hingga 1TB.

Spesifikasi Asus Vivobook 15 A516

Nah, yang menarik, pertama adalah pilihan penyimpanannya. Asus VivoBook 15 A516 ini punya penyimpanan ganda, Solid State Drive (SSD) dan HDD. Keduanya saling melengkapi. Performa SSD jauh lebih baik daripada HDD. Kecepatan read and write SSD jauh lebih cepat dibandingkan HDD. Contohnya pada saat proses transfer file, pencarian file, atau misal saat buka suatu program berat, SSD jauh lebih cepat dibandingkan HDD. Waktu yang diperlukan untuk booting windows SSD juga jauh lebih cepat daripada HDD.

Di sini, tanpa khawatir aku bisa menginstall berbagai macam program yang aku butuhkan.

Namun, kapasitas 256 GB itu sungguh kecil untuk menyimpan berbagai foto perjalanan, editan video, dan berbagai jurnal ilmiah yang kuperlukan. Karena itulah, bakal berguna banget penyimpanan ganda dengan adanya HDD hingga 1 TB. Aku bisa menyimpan berbagai file yang penting dan kubutuhkan di sana.

NVIDIA® MX330 merupakan penerus dari GeForce MX230. GeForce MX330 ini telah mendukung penggunaan memori GDDR5, dilengkapi fitur GPU Boost, dan mendukung standar DirectX 12 hingga level 12_1. Tentu saja ada peningkatan performa yang rasanya sudah lebih dari cukup buatku.

Nah, terus apa makna dari prosesor Intel® Core™ i5 generasi ke-10 dengan RAM 8GB? Simpelnya, ya cepat. Intel generasi ke-10 ini ada Ice Lake dan Comet Lake. Prosesor ini disebut-sebut 8 kali lebih cepat dari kompetitornya. Meski lebih cepat, ia tidak mudah bikin panas. Di dalamnya, ada  fitur Intel Gaussian & Neural Accelerator (GNA) yang merupakan mesin khusus untuk aplikasi-aplikasi yang berjalan di latar belakang dan mampu mengurangi konsumsi baterai. Selain itu, Intel Gen 10 mampu membaca hingga empat port Thunderbolt 3 yang berarti akan bisa menghubungkan lebih banyak perangkat eksternal. FYI, Thunderbolt 3 mampu empat kali lebih kencang dibandingkan dengan USB3.1. Untuk konektivitas di Asus A516 ini sendiri sudah dibekali dengan serangkaian fitur konektivitas mulai dari porta USB Type-C, USB Standard-A, HDMI, serta combo audio jack untuk memenuhi kebutuhanku. Dan Intel Gen 10 juga telah mampu terintegrasi dengan hingga Wi-Fi 6 yang menjanjikan kecepatan internet yang lebih kencang. Untuk Asus A516 ini baru terhubung dengan Wifi-5 (802.11 ac) yang cepat juga.

Sisi softwarenya, Asus Vivobook A516 sudah dilengkapi Office Home & Student 2019. Jadi kita nggak perlu lagi keluar biaya tambahan buat beli Office. Seumur hidup pula.

Nah, Asus A516 ini punya aplikasi bawaan bernama MyASUS yang menjadi pusat kontrol. Lewat MyAsus, kita dapat memantau status laptopm memindai sistem dan menemukan masalah serta memperbaikinya secara otomatis. Fitur yang akan digemari sepertinya adalah Link to MyASUS. Lewat fitur tersebut, memungkinkan bagi kita untuk menghubungkan smartphone dengan laptop. Kita bisa menampilkan pesan dan notifikasi dari smartphone ke layar, melakukan panggilan telepon langsung, hingga membuat smartphone menjadi layar kedua, serta kita bisa berbagi file dengan cepat ke smartphone.

Dari spesifikasi di atas saja, serius aku pungen punya Asus VivoBook 15 A516. Apalagi kalau lihat layarnya bisa menawarkan sudut pandang hingga 178 derajat. 15,6 inchi pula. Asik banget itu buat nonton drama Korea. Iya, drama Korea adalah salah satu bentuk eskapismeku dari tekanan pekerjaan. Aku sudah menonton drama Korea bahkan sejak sebelum drakor populer di Indonesia, dimulai dari tetralogi Endless Love: Spring Waltz, Winter Sonata, Autumn in My Heart, dan Summer Scent. Biasa nonton cuma di layar ponsel yang sekitar 6 inchi, bakalan puas banget kalau bisa nonton di laptop dengan layar 15 inchi.

Plus beratnya ternyata cuma 1,8 kg. Enak dibawa kemana-mana, sambil staycation pun tetap bisa langsung mengedit video buat Youtube kan….

Duh, semangat sekali rasanya aku menerakan Asus VivoBook 15 A516. Itulah, aku memang berharap dapat laptop baru terutama untuk dapat menunjang perkuliahanku.

Rasanya memang masih senang bisa melanjutkan kuliah di usia yang tidak lagi muda. Kini, aku sudah berusia 33 tahun. Anak dua. Dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga adalah sebuah keniscayaan. Sangat terbantu, apabila semua aktivitasku bisa didukung oleh laptop yang mumpuni seperti Asus Vivobook ini. Belajar dari rumah, bekerja dari rumah, akan terasa nyaman dan menyenangkan.

“Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS – 15 Inch Modern PC. Bigger Dream, Wider Screen Writing Competition bersama dewirieka.com”.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

One Comment

  1. “ternoda”
    Niat suci mencari ilmu ternoda sama jalan2nya wkwkw. Aku juga sering seperti itu. Apa karena itu yaa kadang pas dikasih ilmu sama gurunya jadi gampang lupanya. Karena niatnya ngga lurus tadi haha..
    Btw goodluck kak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *