Cerpen| Dua Kelopak Krisan

  Yang mungkin kuingat hanyalah derai hujan malam minggu itu, yang terdengar  seperti detik jam dinding yang jatuh satu persatu dari langit, berusaha menyerang kita –seperti kesepian. Aku tak sanggup membaui pohon-pohon bintaro (yang konon beracun) yang berbaris rapi, menghormat dengan tegap dan gagah, tapi bau dan embusan napasmu yang terasa karib, tangan yang kokoh…

Simplifikasi Konflik dalam Penceritaan

  Kenyataan boleh tak masuk akal. Namun, fiksi harus masuk akal. Salah satu masalah dalam penulisan cerita adalah simplifikasi konflik. Hal ini menjadi fatal karena kekuatan konflik adalah poin paling penting dalam cerita. Kegagalan dalam pembangunan konflik maupun dalam penyelesaian konflik akan merusak semua bangunan penceritaan. Kekuatan konflik akan tercipta jika ada hubungan sebab-akibat yang…

Boikot dan Sejarah Penderitaan

Saya ternganga melihat sebuah status di Facebook yang menyatir perihal ajakan boikot. Mungkin si penulis status tidak tahu bahwa jika ajakan boikot dilakukan secara serius dan berhasil, akan mengakibatkan dampak yang luar biasa. Meski kita terkepung dalam jeratan kapitalisme, bukan berarti kita tak bisa keluar darinya. Sulit, iya. Namun, usaha untuk melepaskan diri, sedikit demi…

Lomba Puisi Haul Gus Dur

Lomba Cipta Puisi Haul Gus Dur PMII Memperingati sewindu haul Gus Dur, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Abdurrahman Wahid Komisariat UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Sayembara Cipta Puisi. Adapun naskah yang dikirimkan harus orisinil (karya sendiri); belum pernah dimuat di media cetak maupun media online; serta belum pernah memenangkan perlombaan dan tidak sedang diikutkan pada lomba…

Cerpen | Malabar

Cerpen ini dibukukan dalam rampai karya Temu Sastrawan Indonesia IV di Tarnate. Saat itu, saya termasuk 10 sastrawan muda yang mendapat undangan dengan akomodasi ditanggung. Sayangnya, saya tidak mendapatkan izin dari kantor. Cerpen ini juga masuk dalam kumpulan cerpen, Simbiosa Alina (Gramedia, 2013). Malabar. Aku padamu bagai embun di pucuk daun teh yang lenyap dimakan…

1 236 237 238 239 240 307