Elogio de la lectura y la ficción: Pujian untuk Membaca dan Karya Fiksi (Pidato Mario Vargas Llosa, Penerima Hadiah Nobel Sastra 2010)

“Elogio de la lectura y la ficción,” Mario Vargas Llosa. Disampaikan sebagai pidato penerimaan Hadiah Nobel Sastra 2010 di hadapan Akademi Swedia, Stockholm, 7 Desember 2010. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Ronny Agustinus. Saya belajar membaca pada umur lima tahun, di kelas Bruder Justiniano di Colegio de la Salle, Cochabamba (Bolivia). Ini hal terpenting yang pernah…

KOPER AYAH SAYA (Pidato Nobel Orhan Pamuk)

Dua tahun sebelum kematiannya, ayah saya memberikan kepada saya sebuah koper kecil yang sarat dengan tulisan-tulisan,  manuskrip-manuskrip, dan catatan-catatannya. Dengan separuh bercanda dan separuh mencemooh, dia mengatakan kepada saya bahwa dia ingin saya membacanya setelah dia “pergi”, yang artinya setelah dia wafat. “Coba kau lihat-lihat saja,” katanya, dengan sedikit malu-malu. “Kalau-kalau ada sesuatu di dalamnya…

Harga dan Spesifikasi Asus Rog GL503GE yang Penuhi Hasrat Gaming

Keperluan laptop saat ini bisa dibilang sangat beragam. Mulai dari urusan pekerjaan, tugas kuliah, sampai hiburan seperti gaming. Tahukah kamu, nggak sembarang laptop mampu memberikan kepuasan yang maksimal untuk gaming? Sebab, untuk bermain game dengan ukuran yang berat, diperlukan spesifikasi laptop yang mumpuni pula. Pastinya dengan tipe prosesor yang canggih dan terbaru. Tak cukup dalam…

Air Terjun di Sepanjang Jalan Lubuk Sulasih ke Alahan Panjang

Tahukah kamu, bahwa di sepanjang jalan dari Lubuk Sulasih ke Alahan Panjang terdapat beberapa air terjun? Ya, Alahan Panjang tidak hanya terkenal karena keberadaan kebun teh dan Danau Kembar (Danau di Atas dan Danau di Bawah). Terdapat banyak pesona alam di sana. Di antaranya ada air terjun. Di antara air terjun itu, sebenarnya ada 3…

Tiga Catatan Terakhir, dimuat di Jurnal Bogor, 18 April 2010

Mereka Bilang Aku Kunang-Kunang Seharusnya aku ikut mati bersamamu. Seharusnya aku tak lari meninggalkanmu. Seharusnya aku menggendongmu di pundakku ketika aku melihat kau yang tiba-tiba terbaring di tengah kerumunan orang-orang yang berlarian. Aku kerumunan itu. Aku orang-orang yang tak mampu menyembunyikan ketakutan. Aku orang-orang yang takut airmataku sendiri akan membunuh atau membuatku menggelepar-gelepar melebihi rasa…

1 200 201 202 203 204 307