5 Perilaku Utama Learning Organization

1. Collaborative Learning Culture (Systems Thinking)

  • Keberhasilan learning organization didukung oleh suatu budaya pembelajaran bersama. Setiap individu dihormati, tetapi mereka memainkan suatu peran yang penting dalam kerangka secara menyeluruh.
  • Organisasi secara hakiki dibuat terdiri dari unit-unit kecil seperti bagian-bagian dari puzzle.
  • Pembelajar oranisasi harus memahami masing-masing komponen yang dikandungnya, seperti pekerjaan yang efektif, efisien, dan aman bagi pekerja.
  • Budaya kerjasama merupakan hal yang penting, sehingga dapat menghasilkan suatu hal yang berbeda (unik). Perusahaan harus menghormati dan  menghargai ide-ide mereka dan memberikan ruang untuk berinovasi.

2. “Lifelong Learning” Mindset (Personal Mastery)

  • Pada level individual, learning organizations memerlukan cara berfikir yang maju.
  • Organisasi harus mengembangkan pesfektif belajar sepanjang hidup yang merupakan nilai yang sangat berharga untuk pertumbuhan yang berkesinambungan.
  • Fokusnya adalah pada pengetahuan dan keterampilan praktek yang diterapkan di lingkunga kerja praktek. Contohnya, soft skill digunakan pegawai untuk mengembangkan tugas pelayanan.
  • Para individu harus menunjukkan komitmen dan dedikasi untuk mencapai tujuan pribadi sebaik tujuan organisasi. 

3. Room For Innovation (Mental Models)

Perlakuan learning organisasi sebenarnya ada 2 yaitu :

  • Pertama, organisasi yang sedang dikembangkan harus mampu mengevaluasi dan menilai pengetahuan langsungnya melalui refleksi diri. Hal ini bisa membolehkan mereka untuk berdiri di jalan kemajuan. Setiap individu mampu untuk melihat bagaimana gambar besar dan bagaimana mereka dapat melayani dengan cara yang terbaik.
  • Kedua, organisasi yang sedang belajar berkembang harus didukung untuk menguji teori dan pendekatan baru. Resiko adalah hal yang penting dipikirkan, yang diperoleh dari kesalahan dan peningkatan secara berkelanjutan.
  • Sikap mental harus disadarkan dan ditantang agar merobah perilaku dan asumsi yang tidak baik.

4. Forward-Thinking Leadership (Shared Vision)

  • Langkah ke 4 untuk mengidentifikasi suatu learning organization adalah mencari pemimpin-pemimpin yang berfikir maju.
  • Antusias dan dedikasi dimulai dari pimpinan. Managers, supervisors, and pelatih harus komit terhadap proses dan memiliki visi bersama. Pemimpin harus menantang asumsi, mendukung refleksi diri, dan memberi contoh kepada anggota tim. Mereka sebaiknya mempelajari kesalahan masa lalu, kemudian mendiskusikannya dengan pendekatan alternatif sehingga mereka tidak mengulangi kesalahan di masa depan.
  • Beberapa cara untuk pemimpin yang berfikir ke depan :

1). Tuan rumah seminar (Host Live Webinars)
Seminar/
Webinar memberikan kesempatan para pemimpin kesempatan untuk berinteraksi dengan tim yang berbasiskan lebih personal. Anggota tim mendapat kesempatan untuk bertanya dan menjelaskan perhatiannya. Seminar/webina adalah cara untuk memotivasi organisasi/perusahaan dan peningkatan kesadaran tentang hakekat tujuan inti organisasi. •

2). Mulai mendiskusikan blog elearning dan diskusi secara online (Start Corporate eLearning Blogs And Online Discussions)
 
Blog elearning perusahaan dan dikusi online membuka jaringan komunikasi. Para pemimpin dapat menyampaikan pertanyaan, ide, gagasan, sementara pembelajar perusahaan memiliki kekuatan (power) untuk mengajukan pertanyaan dan tetap terhubung. Kemudian mengundang mereka untuk memberikan sumbangan pemikiran ke dalam blog elearning atau diskusi online. •

3). Tetap aktif di social media. (Stay Active On Social Media).
Mendukung pimpinan untuk memulai group tertutup untuk berhubungan dan memberikan komentar. Mereka dapat menggunakan alamat jaringan sosial untuk menambah interaktif yang lebih banyak melalui webinar, seperti menciptakan hashtag pada pelatihan yang akan datang. •

4). Rencana Pertemuan-pertemuan Reguler (Schedule Regular Team Meetings)
Setiap orang memiliki memiliki kehendak yang sama untuk mengadakan perubahan yang bermakna. Pertemuan merupakan alat pimpinan dengan perangkat dan sumber dayanya yang dperlukan untuk membuat suatu model.

5. Knowledge Sharing (Team Learning)

  • Kerjasama adalah kunci dalam oranisasi belajar (learning organizations). Setiap anggota organisasi harus sadar akan tujuan dan manfaat yang dituju dan kemudian bekerja sebagai tim untuk pemecah masalah kolektif mencapai tujuan.
  • Dalam banyak kasus format ini digunakan untuk infrastruktur pegetahuan Bersama. Sebagai contoh, dalam pelatihan online dimana para pelajar latihan dapat memberikan link dan substansi pelajaran kepada mitranya.
  • Setiap orang memperoleh keuntungan dari pengalaman praktek dan keterampilan dari group. Mereka menjadi mampu secara komprehensif melalui bertukar pikiran dengan mitra dengan aktif bekerjasama dan saling memperkuat.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *