Rubrik Puisi | PUISI-PUISI DAFFA RANDAI

  KEMBANG DADAR di puncak kekalahan, bersama tujuh penggawa kuturuni bidar menuju hulu dengan menjelma tukang sayur yang berdagang di rusuk istana. tanpa gaun dan perca keputrian, aku membaur di tengah kerumun rakyat, menyelidik dari jauh memantik siasat agar kau terjebak. “pinang dan jajahilah tubuhku segera, paduka.” biar lekas kuwartakan pesta kawin ke hilir dan…