Puisi | Burung Kuwaw

Ia menghitung dari satu sampai enam puluh lima tetapi ibunya tak kunjung pulang ke rumah Ia memasang telinga sebaik-baiknya, agar langkah dari kejauhan dapat ia kenali sambil membayangkan sebatang tebu yang tinggi dengan rasa manis yang bikin liur tuhan menetes Namun, ia mulai menembang Hari demi hari, batang demi batang tebu yang dibawa Semua busuk…