Tag Archives: menulis puisi

Undangan Menulis Puisi ke Metro Lampung

Tahun 2020, Kota Metro -Lampung siap dalam Pencanangan sebagai Kota Literasi. Untuk itu sebagai bagian dari hajat bersama dan rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan , Dinas Pendidikan dan Kebudayanan beserta Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Daerah Kota Metro dan Beranda Literasi di bulan September akan mengadakan Festival Sastra berangkaian dengan kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan yang di dalam nya ada lomba Lapak Baca, Seminar Sastra Internasional dan Undangan Pembuatan Antalogi Puisi.

Panitia mengundang para penulis puisi , penyair, sastrawan dari dalam dan luar negeri berpartisipasi mengirimkan karya puisinya untuk dibukukan.

Kriteria Pengiriman Puisi:

  1. Peserta berasal dari dalam negeri (WNI) dan luar negeri (WNA).
  2. Mengirimkan maksimal dua (2) puisi terbaik berbahasa Indonesia dengan panjang setiap puisi maksimal satu halaman dengan ketikan satu spasi.
  3. Puisi bertema= Bebas
  4. Puisi asli karya sendiri (tidak plagiat), boleh yang sudah pernah dimuat media massa / dibukukan.
  5. Puisi diketik dalam format microsoft word (bukan pdf) dengan jenis huruf Times New Roman, ukuran font 12, dan satu spasi.
  6. Puisi dan biodata singkat (maksimal lima baris, beserta alamat dan nomer WA) dikirim dalam satu file dengan cara “attach files” ke email: andiherimulyadi@gmail.com dengan format file “Nama — Domisili penulis”, contoh: Muli Mekhanai – metro (lampung).
  7. Batas akhir (deadline) pengiriman puisi tanggal 31 Maret 2020.
  8. Puisi akan diseleksi oleh kurator Heri Mulyadi dan diterjemahkan oleh Narudin
  9. Hasil kurasi akan diumumkan tanggal 5 April 2020 melalui medsos (facebook panitia).
  10. Puisi yang lolos seleksi akan diterbitkan dalam sebuah buku antologi bersama.
  11. Peserta yang puisinya lolos seleksi akan diundang untuk mengikuti acara peluncuran buku di Metro -Lampung. Namun, panitia TIDAK menanggung transportasi dan akomodasi peserta. Panitia hanya menanggung konsumsi selama acara.
  12. Setiap peserta yang puisinya lolos seleksi berhak mendapatkan buku puisi yang akan diluncurkan saat kegiatan. Bagi yang berhalangan hadir, buku akan dikirimkan kepada peserta dengan mengganti ongkos kirimnya.
  13. Hal-hal yang belum jelas dalam info ini, akan diumumkan kemudian.
  14. Panitia menanggung transportasi bagi 3 puisi terpilih-terbaik

Salam Puisi,

Segenap Panitia
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro
Dinas_Pendidikan_dan_Kebudayaan_Kota_Metro
CP. Adiska 082282886688

Teknik Menulis Puisi: Kenning

oleh Dedy Tri Riyadi

Kenning berasal dari kata “kenna eitt vio” yang artinya adalah “mengekspresikan sesuatu hal dengan menggunakan hal-hal lainnya.” Kenning sejatinya bermakna teori. Pemahaman lainnya berarti “untuk memahami,” karena kenning adalah pendefinisian satu kata menjadi beberapa kata yang menggambarkan kata tersebut. Secara ringkas, kenning adalah kata-kata yang digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu. Definisi lain dari kenning adalah “compressed metaphor,” meskipun sebenarnya yang terjadi adalah membuat sebuah metafora dari dua tiga kata yang mencerminkan kata yang (akan) diwakili itu.

Kenning berasal dari daratan Eropa Utara. Puisi-puisi lama Nordik / Viking menggunakan kenning dalam pembuatannya, lalu kenning masuk ke dataran Inggris Raya. Beberapa contoh penerapan kenning bisa ditemukan dalam khazanah literasi mereka, seperti
a. bone-house yang berarti tubuh,
b. beadolema (battle-light) yang berarti pedang,
c. wave-floater berarti kapal,
d. hwaelweg (whale-way/road) artinya laut,
e. fischestel (fish hotel / fish home) artinya juga laut,
f. seolbaeth (seal-bath) itu laut juga,
g. bright-sweetnes, mendeskripsikan minuman berwarna terang dan berasa manis, yaitu mead (sejenis minuman berbasis madu),
h. Awakened Sleeper, menceritakan sesuatu yang sudah tertidur lalu bangun kembali, yaitu hantu,
i. Gold friend, mereka yang memiliki harta berupa emas, yaitu raja-raja atau bangsawan,
j. Ground’s embrace, atau ground’s hug, yaitu mereka yang jatuh ke pelukan bumi atau kematian,
k. Earth-Maker, pencipta jagad, siapa lagi kalau bukan Tuhan yang dimaksud,
l. Ship’s guide, yang berarti bintang, karena dulu kapal berlayar dengan bantuan rasi bintang untuk menunjukkan arah.

Kenning di sana diajarkan kepada anak-anak, untuk membuat puisi atau teka-teki. Sebenarnya, ini memberikan jalan agar anak-anak itu paham bagaimana caranya mengamati sesuatu dan mendeskripsikannya, sebelum melangkah lebih lanjut pada membuat metafora. Ambil contoh, ini tentang bagaimana mereka mendeskripsikan burung menggunakan kenning.
Burung:
1. Pemakan cacing,
2. Pembuat sarang,
3. Pengisi bantal (tentu maksudnya, bulu-bulu unggas itu biasa digunakan untuk pengisi bantal),
4. Penggiling biji
5. Pelahap ikan (tentu maksudnya burung pelikan / komodor yang suka makan ikan sekali telan),
6. Penerbang cekatan,
7. Buronan kucing,
8. Penghuni pohon,
9. Penyambar akrobatik,
10. Pelantun kicauan, dan masih banyak lagi.

Dalam perkembangannya, kenning juga dipergunakan untuk istilah-istilah yang sering kita dengar seperti first lady atau dalam bahasa Indonesia Ibu Negara, bookworm atau kutubuku untuk para penikmat buku, pertemuan empat mata, mind-blowing, kickass, badass, dan sebagainya.

Lalu, bagaimana jika dikaitkan dengan puisi? Puisi dengan kenning ini biasanya adalah puisi dengan kata pada judul sebagai hal yang dijabarkan dalam tubuh puisinya. Seperti contoh berikut;

Parents

Nappy changer
Dinner maker
Face kisser
Big huger
Mistake forgiver
Money giver
Taxi driver

Saya mencoba memodifikasi kenning ini untuk membuat puisi yang berbeda dengan puisi model kenning yang sudah ada itu. Hal ini karena kenning seolah hanya mengumpulkan metafora-metafora atau memberikan beberapa pengandaian hanya untuk satu hal saja. Jadi semua larik dalam puisi kenning itu akan merujuk pada satu hal saja. Untuk itu, rasanya perlu dikembangkan lagi.

Sebagai bahan, saya ambil berita ringan ini: Keren! Ada Taman Layang di Seoul. Judulnya saja. Karena judul sudah pasti menggambarkan isi. Nah, judul ini yang hendak kita main-mainkan dengan teknik kenning ini.

Keren menurut KBBI berarti tampak gagah dan tangkas, atau perlente (berpakaian bagus, berdandan rapi, dan sebagainya). Saya kenning-kan kata “keren” menjadi “Ia yang dilebihkan dari yang lainnya.” Kata selanjutnya adalah “ada.” Saya kenning-kan jadi “dimunculkan ke hadapanmu.” Taman, menjadi, “sekumpulan wangi dan warna.” Layang, menjadi, “dari suatu ketinggian.” (di) Seoul, menjadi, “jauh dari sisimu.”

Maka judul berita tadi jika disusun akan menjadi seperti ini:

Ia yang dilebihkan dari yang lainnya
telah dimunculkan ke hadapanmu,
sebagai sekumpulan wangi dan warna
dari suatu ketinggian, yang jauh
dari sisimu.

Bagaimana, asyik bukan?