Knocking The Door

  Setiap kita harus belajar mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum memulai pembicaraan dengan orang lain. ~ Ajaran Sesat No. 47   Aku pernah sangat kesal pada seseorang. Dia teman satu kosku. Pasalnya, dia hobi sekali membuka pintu kamarku tanpa permisi. Tiba-tiba saja pintu sudah terbuka dan ia melongokkan kepalanya atau sudah nyelonong masuk ke dalam…

Segera Terbit: Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih?

  Hujan di Luar Berderai-derai, Boleh Aku Mencintaimu?   kata-kataku tak pernah lebih panjang dari usia kupu-kupu sejak kuketahui ada yang meletakkan ribuan kepompong di sepasang paru-paruku   (2014)   Pada Maret 2015 ini, dijadwalkan sebuah buku kumpulan puisiku akan terbit. Judulnya cukup panjang,¬†Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih? Berawal dari pertemuan dengan Irwan…

Tiga Puisi

Malam Menua, Rambut Beruban Bukan Salah Soal Ujian ia akan pergi ke tukang potong rambut untuk menyambut masa ujian disisakan setengah centi dari pikirannya agar ia bisa berpikir pendek   dengan demikian, pertanyaan-pertanyaan yang muncul di lembar soal akan tidak ragu-ragu dia jawab, benar atau salah, itu urusan tuhan   (2015)   Kerapu Merah dengan…

Aku Pikir Aku Akan Menulis Sajak Cinta Tetapi Aku Tidak Tahu Cinta Seperti Apa

“Cinta adalah…” Betapa sering sebuah kalimat dimulai dengan cara menyebut cinta. Setiap orang dari setiap desa akan mengajukan metafora yang berbeda. Negara dalam Bhinneka Tunggal Ika maksudnya, berbeda-beda cara dalam ungkapkan cinta. Itu juga yang menjadi alasan garuda menengok ke kanan seekor garuda betina tengah tampil cantik menawan. Setiap cinta butuh kecantikan. Seseorang rela mati…

Aku Menyalakan Lilin Untukmu

aku merindukan mati lampu supaya kita dapat berpelukan di sekitar lilin yang baru dinyalakan bersama kita memainkan bayangbayang dan menyaksikan dinding bak layar bioskop dengan film baru tayang aku menciptakan seekor elang yang mengepakkan sayapnya pedih setelah menghabiskan sekepal daging sidharta cakarnya yang biasa gigih menjadi letih kau menyebut cakar itu hatiku lalu tanganmu menyalak,…

1 215 216 217 218 219 222