Perjalanan sejauh 31 km kurang-lebih dari Kampung Baru Citayem itu terbayar dengan keindahan tak terperi. Panorama pegunungan yang serba hijau terbentang di sepanjang jalan. Udara dingin pun seperti seorang kekasih yang lama tak bertemu, yang langsung memberi pelukan terbaiknya ketika motor yang kukendarai mulai mendaki menuju Curug Nangka. Kakak keempat sedang berkunjung dari Palembang. Aku…
Author: Pring
Mengapa Harus Defisit Anggaran?
Seberapa Penting Defisit Anggaran? Pada masa Depresi Besar, teori klasik ataupun neo klasik tak dapat menyelesaikan persoalan. Keynes datang membawa solusi. Pada masa resesi, anggaran berimbang atau surplus tidak dapat diterapkan. Pemerintah haruslah menerapkan defisit anggaran. Kini, defisit anggaran diterapkan hampir di setiap negara. (Lebih lengkap mengenai definisi Defisit Anggaran) Tentang seberapa penting defisit…
Membaca Peci Miring, Membaca Masa Kecil Gus Dur
Bagaimana perasaan seorang bocah lelaki berusia 5 tahun ketika kehilangan kakek yang sangat dekat dengannya? Dan bagaimana pula, ketika belum lulus sekolah dasar, bocah itu juga kehilangan ayahnya? Kakeknya bernama Hasyim Asy’ari. Ayahnya bernama Wahid Hasyim. Dan bocah itu bernama Abdurrahman Ad-Dakhil yang kelak lebih dikenal dengan nama Gus Dur. Perjalanan hidup serta perasaan…
Sejumlah Pertanyaan Tentang Cinta
apakah kamu masih mencintaiku, meski suatu hari aku tak lagi menulis puisi untukmu lirik-lirikku berubah menjadi, mengenai orang mati yang tak bersalah, dan mungkin sedang ditunggu kekasihnya memikirkan puasa besok akan bersahur dan berbuka dengan apa tetapi lalu ia tak lagi ada di dunia, dan hanya menghiasi setiap pemberitaan yang tak pernah benar-benar memikirkan kemanusiaan?…
Puisi | Dua Orang Bersahabat
dua orang palembang mengaku bersahabat seorang tinggal di kenten laut, seorang lagi di meranjat mereka mengaku tak perlu berada dekat bila rindu, pohon tertinggi di kampung akan dipanjat dan mereka akan berteriak kuat-kuat bicara soal pindang yang sudah terhidang dengan aroma yang bikin liur tuhan ikut menetes di zaman itu memang belum ada telepon genggam…