Tag Archives: pengumuman lomba menulis

Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Berhadiah Kelas Menulis Tempo Institute

Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, lebih dari 40 cerpen diajukan untuk bisa mengikuti Kelas Menulis Tempo Institute yang akan diampu oleh Leila S. Chudori. Tentu tidak mudah menilai ke-40 cerpen tersebut mengingat ada beberapa yang kualitasnya memang sudah di atas rata-rata.

Setidaknya ada dua pertimbangan utama yang menjadi dasar penilaian, yakni kekuatan gagasan dan gaya menulis. Selain kedua hal tersebut, ya ada hal lain yang dinilai seperti kesempurnaan ejaan. Beberapa penulis sudah sangat lihat dan rapi dalam hal ini. Namun, beberapa penulis lainnya tampak belum memahami betapa penting penguasaan kebahasaan itu.

Dua perempuan menulis kisah yang menyita perasaan saya. Yang pertama dilakukan oleh Anastasye Natanel dengan cerpen berjudul “Candala“.¬† Anastasye begitu pandai memainkan tema rahasia yang biasa dimiliki oleh pasangan dalam pernikahan. Nuansa biblikal ia tambahkan tidak sebagai penghias semata. Paduan keduanya menghasilkan kritik tajam betapa banyak orang bersembunyi di balik kepribadian agamis, tetapi iblis tetap bersemayam di hati manusia tersebut. Kecohan yang Anastasye tampilkan pun membuat cerita ini sublim. Perempuan kedua, Dinny Rahma, menulis cerpen berjudul “Danau”. Dinny membawa gagasan keperempuanan. Saya menyaksikan sosok perempuan yang ‘horor’, dalam artian, di balik kelembutan seorang wanita, sejumlah masalah bisa membuatnya begitu kacau. Laki-laki kadang tak memahami kekacauan itu bisa menyebabkan beberapa masalah seusai kelahiran seperti Baby Blues atau PND atau sejumlah masalah kepribadian lain yang dari luar tak kelihatan. Sayang sekali kekuatan itu kurang bisa ditampilkan Dinny melalui teknik menulisnya. Andai ia bisa lebih sabar dan tenang dalam mengurai konflik, cerpen ini bisa jadi jauh lebih kuat.

Tradisionalitas juga datang dari Andi Ilham yang menulis “Indo Botting Ditinggal Kawin“. Kuat sekali gagasannya. Meski kalau boleh memberi masukan, saya ingin ada letupan-letupan di dalam cerpen ini yang cenderung bermain aman.

Namun, ketiga cerpen tersebut belum mampu merampok sepenuhnya hati saya. Setelah membaca Ifan Afiansa dengan “Siasat Klasik Merampok Buku di Masa Depan” barulah saya saksikan keberanian sekaligus keunikan gagasan dipadukan dengan gaya menulis kekinian yang seolah tanpa beban. Gaya menulis yang agak-agaknya menjadi “mazhab baru” ini digawangi Sabda Armandio dan Dea Anugrah.

Ada dua cerpen lain sebenarnya yang sanggup membius saya. Namun sayanngnya, kedua cerpen tersebut terpaksa saya diskualifikasi karena tahun pembuatan cerpen telah melebihi satu tahun terakhir.

Oleh karena itulah, dengan yakin saya katakan Juara I yang mendapatkan hadiah Kelas Menulis Tempo Institute bersama Leila S. Chudori adalah Ifan Afiansa dengan judul Siasat Klasik Merampok Buku di Masa Depan.

Di belakangnya menyusul Anastasya Natanel dengan Candala yang mendapatkan  buku jurnalistik dari tempo.

Juara III dengan nilai sama jatuh kepada 2 orang, yakni kepada Dinny Rahma dan Andi Ilham Badlawi.

Kepada para pemenang diharapkan dapat mengirimkan alamat lengkap dan nomor ponsel ke pringadisurya@sejiwa.sch.id. Khusus untuk Ifan Afiansa, mohon konfirmasinya untuk bisa mengikuti Kelas Menulis Tempo sesuai jadwal yang ditentukan.

Berikut daftar peserta berdasarkan urutan penilaian:

Ifan AfiansaSiasat Klasik Merampok Buku di Masa Depan
Anastasye NatanelCandala
Anisha DayuMomento
Denny HerdyBeku
Dinny RahmaDanau
Andi Ilham BadlawiIndo Botting Ditinggal Kawin
V. SomantriKekasih Penyair Palsu
Fansuri FerryKepompong Ulat Bulu di dalam Sarung Kyai Karnawi
Afryantho KeynReruntuhan Ketujuh
Sasti GotamaEvolusi Homo Sapiens
SuhanggonoTopeng
Saverinus SuhardinSetan
Ita HarianiLelaki Penghasil Air Mata dan Gelak Tawa
Utomo PriyambodoPria Misterius di Ujung Gang
Srinurma YunitaDua untuk Satu
Nini AvieniMenghitung Kelingking
ZusfaniLelaki Berkelamin Granat
Cahaya MuslimBerubah
Rizki AndikaPengantin Baru Menikah Lagi
Diaz SetiaMenonton Bulan
Rosa LindaPenghuni Arong
Febrianto EdoCelana Umpan
Feliks HatamDemi Mimpi Kecil Menaklukkan Gunung
Fansuri FerryJika Rindu Dibalas dengan Cilukba
Arian PangestuTidak Ada Tempat untuk Kembali Pulang
Sarah Al LailGoodbye Road
Sainsna DemizikeIbuk
Lanuari AbdanWahai Manusia, Dengarkan Suara Hatiku
Betty BerliansariCerita dari Kampus Biru
Rizky KurniawanAndai Aku Sedang Menulis Kisah Patah Hati
Dimas PrasetyoSarung Merah
Lay Monica Ratna DewiSi Pekerja Kantoran
Sarah Al LailLithuania, Terima Kasih
Juca AiyolandaMatanya Cekka
Lelianto Eko PradanaTentang Menjaga
WienarieskaPengagum Rahasia
Yustina IkaMoon Flower: Calonyction Aculeatum
Hely Ch. SigalinggingSi Tikus Berkumis Menjalar
Bella BiancaDestiny
Juca AiyolandaTaman 9 November 2018
Jansen Putra3 Bukit Pringsewu
Advist Khoirunikmah
Azka ApriliaCinta Segitiga
Sarah Al LailJus: dari sudut desa ke pusat dunia