KOPER AYAH SAYA (Pidato Nobel Orhan Pamuk)

Dua tahun sebelum kematiannya, ayah saya memberikan kepada saya sebuah koper kecil yang sarat dengan tulisan-tulisan,  manuskrip-manuskrip, dan catatan-catatannya. Dengan separuh bercanda dan separuh mencemooh, dia mengatakan kepada saya bahwa dia ingin saya membacanya setelah dia “pergi”, yang artinya setelah dia wafat. “Coba kau lihat-lihat saja,” katanya, dengan sedikit malu-malu. “Kalau-kalau ada sesuatu di dalamnya…