Puisi | Biyuku (dari Cerita Rakyat Banyuasin “Putri Biyuku”)

Setelah berubah menjadi seekor kura-kura ia tidak mengenal hutan, karena lahan tempat ia menghina orang-orang buruk rupa telah menjadi perkebunan sawit. Ia lupakan rasa sakit, pergi bersama arus sungai, ke rawa ke muara, ke mana saja–ia bisa menemukan maaf Ayah. Namun, begitu sulit. Ia bahkan tak mendapatkan segerombolan kura-kura lain yang dulu menunggu kelahirannya. Seolah-olah…