Tema APBN sebenarnya adalah sesuatu yang menarik. Apalagi sekembalinya Sri Mulyani ke Indonesia, pernyataan dari Menteri Keuangan tersebut membuat beberapa kalangan terbelalak. APBN kita tidak realistis. Pemotongan anggaran sebesar 133 Trilyun pun menjadi keputusan dalam sidang kabinet dibarengi dengan revisi target penerimaan pajak. Pertanyaannya, bagaimana sih keadaan APBN kita sekarang? Apakah keadaan APBN kita benar-benar…
Category: Pikiran Pringadi
Mengenal Istimewanya Kantorku: Ditjen Perbendaharaan
Kantor Pelayanan Percontohan (KPPc) KPPN Malang mendapatkan predikat sebagai unit Kerja terbaik dalam penilaiaan KPPc 2013. Opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Direktorat Jenderal Perbendaharaan meraih opini wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan untuk BA.99.04 (penerusan pinjaman) tahun 2011-2012. Asian Development Bank (ADB) Award Penghargaan yang diberikan kepada KPPN Khusus Banda Aceh pada…
Potensi Zakat dalam Struktur Penerimaan Negara
Mungkinkah zakat menggantikan pajak dalam APBN? Pertanyaan ini seringkali menghantuiku. Dan hari ini, ada energi untuk menulis pertanyaan ini disebabkan oleh beredarnya wacana peran zakat dalam membantu mengentaskan kemiskinan oleh pemerintah. Namun, sayangnya, yang saya tak mengerti adalah reaksi negatif dari sebagian masyarakat yang malah mengejek wacana ini. Mereka beranggapan wacana ini muncul karena ketidakmampuan…
Public Interest (Kepentingan Publik)
Public berasal dari bahasa latin publicus artinya: yang berkaitan dengan urusan atau urusan resmi dari semua orang, dibandingkan dengan hanya kelompok tertentu. Orang-orang pada umumnya, terlepas dari keanggotaan kelompok tertentu. Interest (merupakan peenyesuaian dari kata interesse, dari Anglo-French, dari Medieval Latin, dan dari bahasa Latin) artinya berarti hak, gelar, klaim atau bagian dari harta….
Metafora Padma dan Sejarah Sastra Kita
Saya termenung mendengar pernyataan Saut Situmorang setelah keluarnya putusan pengadilan atas kasus yang menimpanya. “Kalau dunia hukum merasa berhak menilai dunia sastra, kenapa dunia sastra tak berhak menilai dunia hukum?” Tentu implikasi pernyataan ini bukan hanya mengenai keabsurdan kasus yang menimpa beliau—ketika berusaha membela sejarah sastra, menghadapi Fatin Hammama dan Denny Ja. Implikasinya juga…