Ketika kubaca koran pagi ini, kutemukan tubuhmu terpanggang di sebuah halaman. Aku tak sanggup terlalu lama memandang jasadmu yang hangus itu. Aku hanya bisa menunggu pemadam datang, memadamkan api yang masih menyala-nyala, dan menghindari orang-orang yang setia menjadi penonton. Aku bukanlah seorang penonton yang baik. Aku tak bisa menangis, tertawa, atau juga bertepuk tangan. Setelah…
Author: Pring
Bukan Mahasiswa Saya, Cerpen Budi Darma
SAYA yakin tidak pernah mempunyai mahasiswa bernama Abidin. Karena itu, setelah sekian kali Abidin menghubungi saya melalui HP, disusul SMS, dan akhirnya disusul WA, saya tetap yakin orang yang menamakan diri Abidin ini tidak pernah menjadi mahasiswa saya. Tapi, setelah dia nekat menelepon dengan video call, barulah saya ingat bahwa wajah ini pernah saya kenal…
Tarom, Cerpen Budi Darma
AGEN saya tahu, setiap kali saya pergi ke Frankfurt, Jerman, saya tidak mau transit di bandara mana pun, selain bandara Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Ada dua teman di bandara ini, yaitu Manfred pemilik restoran dan Gertrude, pramugari darat. Pada waktu saya berkunjung ke restoran Manfred untuk pertama kali beberapa tahun lalu, dia mengajak saya…
Seberapa Pancasila Kami?
Jangan kau tanya lagi, seberapa Pancasila kami Ketika kami menjadi yang terakhir bertahan saat Timor Timur hendak melepaskan diri Dan kami pula yang pertama memulai Saat Aceh terkena bencana tsunami Kami berdiri menjadi perwakilan negara yang hadir untuk menyuntik tenaga pembangunan Memulihkan bagian tubuh bangsa yang terluka Persatuan Indonesia sudah mendarah di tubuh kami Orang…
Cerpen Haruki Murakami: Lenyapnya Si Gajah
Cerita yang ditulis Haruki Murakami berjudul “The Elephant Vanishes” ini dimuat di The New Yorker, 18 November 1991, sepanjang sembilan halaman. Lenyapnya Si Gajah Aku membaca perihal si gajah yang lenyap dari kandangnya di surat kabar. Jam weker membangunkan aku hari itu, seperti biasanya, pada pukul 6:13. Aku beranjak menuju dapur, menyiapkan kopi dan roti…