Puisi Pringadi Abdi di Pikiran Rakyat, 21 Oktober 2018

Jalanan Berlubang Setiap malam ia berdoa hujan turun tak lebih panjang dari segala drama Jalan-jalan telah berlubang seperti dada seseorang yang lama menunggu kepastian sebuah hubungan Air mata Tuhan turun bersimpati dan kanak-kanakNya terlahir kembali Sejatinya, ia tak begitu mencintai masa kanak-kanak, ia juga tak merasa begitu dicintai Tuhan. Memahami Dirimu aku terpaksa membantah, tak…

Cerpen | Otak Ayam (Detik, 20 Oktober 2018)

Cerpen ini dimuat di Detik, 20 Oktober 2018. Tiga kali tiga sama dengan enam, dan aku dibilang tak lebih berotak ayam. Aku memang tak pandai berhitung. Matematikaku tak pernah lebih dari lima setiap ulangan di sekolah. Entah aku yang bodoh atau guru Matematika itu yang tak pandai mengajar. Tapi, masalah kesabaran aku pastilah jagonya. Berkali-kali…

Membaca Palembang dari Mata Kedai Kuala

Seringkali saya bilang, setiap mengampu kelas menulis puisi, jika ingin belajar menulis puisi secara serius, setidaknya bacalah baik-baik karya 3 penyair: Amir Hamzah, Chairil Anwar, dan Goenawan Muhammad. Sederhananya, ketiga penyair tersebut memiliki gagasan yang begitu kuat. Amir Hamzah boleh dibilang sebagai penggagas puisi liris. Membaca Amir Hamzah bisa membuat kita peka bunyi, bunyi yang…

Kemandirian Desa Ala BUMDes Kemudo Makmur

Namanya Purwoto Nur Wahono. Beliau adalah Direktur Badan Usaha Miik Desa (BUMDes) Kemudo Makmur yang sudah beroperasi sejak 2016. Saya berkesempatan bertemu beliau saat field trip Danone Blogger Academy, 12 Oktober lalu. Segera, saya ajak beliau berbincang tentang banyak hal terkait BUMDes. Maklum, tahun lalu, saya masuk tim penulisan buku Kisah Sukses Dana Desa di Ditjen Perbendaharaan,…

Cerpen Haruki Murakami: Kino

Penerjemah Ika Yuliana. Sumber: Ceruk Aksara LAKI-LAKI itu selalu duduk di tempat yang sama, di bangku terjauh di ujung meja bar. Ketika tempat itu kosong, tentu saja, tapi bangku itu nyaris tidak pernah ditempati. Barnya jarang penuh sesak, dan tempat duduk itu adalah yang paling tersembunyi sekaligus paling tidak nyaman. Tangga di belakangnya membuat atapnya…

1 225 226 227 228 229 307