Traveling, Honor, dan Sejuta Ekspresi

Sepertinya, akhir tahun lalu, aku mulai rutin mengunggah konten di Youtube. Terlambat memang, bila mengingat Atta Halilintar yang entah siapa dia, sudah menjadi Youtuber dengan subscriber terbanyak se-Asia Tenggara.

Boro-boro menjadi profesional seperti dia, aku saja kesulitan punya alat perang sebagai vlogger. Modalku masih ponsel pribadi, yang beberapa bulan lalu jatuh dari kantong saat aku mengendarai motor.

Ponsel itu jatuh begitu saja seperti gerah dari sakuku, terpelanting beberapa jauh, dan nyaris terlindas mobil. Kuhentikan motorku, kupungut sambil memperhatikan kondisi lalu lintas, dan ujung LCD-nya pecah. Akibatnya, di posisi itu fungsi touchscreennya sia-sia.

Aku butuh hape baru. Ya, itu yang muncul di pikiranku.

Ada satu brand yang bikin aku penasaran, mengiang-ngiang terus di benakku. Honor. Bolehlah kuartikan sebagai kehormatan.

Kemarin nih, Honor baru saja meluncurkan produk barunya yang kece, yakni Honor 10 Lite.

Kenapa kubilang kece?

Aku kutip saja penjelasannya:

Mengikuti jejak dari pendahulunya pada segi selfie di HONOR 9 Lite dan HONOR 10, HONOR 10 Lite mendorong batasan lebih jauh dalam segi selfie dengan menyematkan Kamera depan 24 MP. Kamera 24 MP adalah fitur utama Honor 10Lite, yang juga didukung oleh pengenalan AI 8 skenario dan beberapa opsi pencahayaan. Tidak hanya itu, kamera depan ini juga didukung oleh kompensasi eksposur teknologi fusi cahaya 4-in-1, yang membuat gambar selfie lebih detail, indah dan lebih jelas, baik diambil pada siang atau malam hari. Jika itu tidak cukup, HONOR 10 Lite juga didukung oleh pengenalan wajah 3D dan fungsi kecantikan AI yang memungkinkan perangkat untuk menyesuaikan efek kecantikan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan warna kulit Anda.

Apa implikasinya?

Simpelnya begini, Gaes, ponsel ini tuh enak banget digunakan buat selfie. Buat nge-vlog, dengan kamera depan juga lebih asik, secara gambar yang dihasilkan akan lebih bagus.

Biasanya kamera depan itu performanya sangat tergantung pada cahaya. Kalau terang, kita juga terang. Tapi kalau cahayanya kurang, kerasa jeleknya (atau memang menampilkan wajah kita yang jelek sih). Nah, kalau Honor ini kayaknya punya beberapa opsi pencahayaan yang bisa mengatasi masalah dalam performa kamera terhadap cahaya.

Sebagai traveler nih, bukan cuma kamera dong yang jadi pertimbanganku. Faktor kedua adalah baterai.

HONOR 10 Lite mengadopsi baterai 3400 mAh. Artinya apa sih?

Ponsel itu tuh bisa digunakan buat 3G Call hingga 19 jam. Dan kalau cuma stand by ponsel ini bisa bertahan hingga 612 jam.

Jadi kalau traveling, Gaes, aktifkan internet hanya ketika diperlukan, buat menghemat baterai. Maksimalkan kamera buat ambil foto dan merekam video. Borosnya konsumsi baterai sebenarnya bukan cuma soal baterainya aja, tapi kondisi sinyal. Kamu tahu sendiri kalau lagi traveling, di tengah hutan, sinyal suka susah. Kalau dinyalain 3G nya, ya cepat habis baterainya. Apalagi kalau kita kunci di 4G dengan *#*#4636#*#*…. langsung deng habis itu baterai. Jadi bijak-bijaklah menggunakan ponselmu saat traveling, ya?

Presiden Honor Indonesia bilang:

“HONOR 10 Lite hadir untuk memanjakan mereka yang aktif, energik, percaya diri, dan ekspresif. Fitur kamera kami dengan teknologi pengenalan AI dan beberapa opsi pencahayaan akan memungkinkan Anda bermain dengan gambar selfie. Saat ini, ada banyak influencer media sosial termasuk vloggers, yang sangat bergantung pada kinerja smartphone mereka, apalagi kamera depan. HONOR 10 Lite akan membantu mereka dan Anda semua untuk mengeksplorasi kreativitas kami.”

Aku ya setuju dengan pernyataan beliau. Kayaknya, nanti kusisihkan gajiku buat bisa membeli Honor 10 Lite ini deh. Sudah nggak sabar rasanya buat memakai Honor 10 Lite buat bisa memfasilitasi penggambilan gambar.

Ya, target ga perlu jadi Atta Halilintar aja sih. Yang penting tahun ini, channel youtubeku bisa termonetisasi.

Comments

comments

10 thoughts on “Traveling, Honor, dan Sejuta Ekspresi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *