Tua

Dia sudah kirimkan utusan
Dari seorang
Menjadi sebuah pasukan
Lalu ketika becermin
Aku merasa di medan perang
Sebagai infantri
Di baris terdepan
Jenderal musuh memegang senjata
Seperti tombak, namun bermata
Bulan sabit
Aku ingin lari
Kembali ke masa kanak-kanak
Ketika berenang dan hampir terhanyut
Di aliran Sungai Musi
Ibuku berteriak dari seberang
Lalu Ayah menyelamatkanku
Namun kini kutahu, tak ada mereka berdua
Aku sendiri, dan aku tak bisa lari kemana-mana

(2019)

 

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

One Comment

  1. Curhat seorang Bapak dalam bentuk puisi. Atau curhat mereka yang sudah gede dan dewasa, dihadapkan pada tanggung jawab yang kayaknya sudah enggak tertanggung, yang pengen sedikit istirahat dari semua tuntutan itu. Kalau bisa. Hehehe

Leave a Reply to Hapudin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *