Tua

Dia sudah kirimkan utusan
Dari seorang
Menjadi sebuah pasukan
Lalu ketika becermin
Aku merasa di medan perang
Sebagai infantri
Di baris terdepan
Jenderal musuh memegang senjata
Seperti tombak, namun bermata
Bulan sabit
Aku ingin lari
Kembali ke masa kanak-kanak
Ketika berenang dan hampir terhanyut
Di aliran Sungai Musi
Ibuku berteriak dari seberang
Lalu Ayah menyelamatkanku
Namun kini kutahu, tak ada mereka berdua
Aku sendiri, dan aku tak bisa lari kemana-mana

(2019)

 

One thought on “Tua”

  1. Curhat seorang Bapak dalam bentuk puisi. Atau curhat mereka yang sudah gede dan dewasa, dihadapkan pada tanggung jawab yang kayaknya sudah enggak tertanggung, yang pengen sedikit istirahat dari semua tuntutan itu. Kalau bisa. Hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *