Pantai Mutun

Tempat-Tempat yang Bisa Kamu Kunjungi di Lampung dalam Setengah Hari

Solo travelingku ke Lampung beberapa waktu lalu meninggalkan kesan yang mendalam. Setelah puas jalan-jalan di Pantai Mutun, aku mengunjungi beberapa tempat lain yang tak kalah berkesan.

Tadinya, aku mau memanfaatkan per-channelan di dunia traveler. Kuhubungi temanku yang juga suka bertualang, lalu ia merekomendasikan teman dari temannya yang biasa menemani pejalan backpacker ke spot-spot menarik. Namun, sayangnya, mental feodal dan kepengen malak itu belum hilang dari bangsa ini. Setelah mengobrol, ia menetapkan tarif 500 ribu buat menemani aku seharian dengan sepeda motor.

Padahal, untuk sewa mobil saja, sudah bersama sopir dan bensinnya lebih murah. Aku pun menyewa mobil, duduk sendirian di depan dan keliling Lampung sepuasnya sampe sore hari (sebenarnya boleh 24 jam).

Pagi-pagi hari aku langsung ke Mutun yang sebenarnya sudah masuk Kabupaten Pesawaran. Namun beruntung, karena dekat dengan perbatasan Kota Lampung, ia masih masuk dalam layanan dalam kota Lampung.

Sesampainya di Mutun, aku bahkan sempat menyeberang ke Pulau Tangkil. Pulau Tangkil adalah pulau yang dekat dengan Pantai Mutun. Pasirnya putih bersih. Lautnya jernih. Kalau musim ramai, di sini ada sport water seperti parasailing.

Pulau Tangkil

Untuk ke sini, saya harus sewa perahu 100 ribu rupiah. Mahal sih buat seorang, tapi sayang banget kalau nggak dilakoni. Biarlah sehari nggak jadi sobat miskin. Biaya masuk pulaunya sendiri hanya 10 ribu.

Setelah puas lari-larian dan mengambil beberapa gambar, dari Mutun aku ke tempat kekinian bernama Puncak Mas.

Kayaknya sih bagus ke sini malam hari karena dari Puncak Mas kita bisa melihat Bandarlampung dengan cahaya lampunya yang benderang.

Puncak Mas sendiri didesain tematik berupa rumah-rumah terbalik yang dipasang di pohon-pohon. Ngeri? Iya, soalnya anginnya kencang. Terdengar suara kayu berderak setiap langkah kita jejakkan. Di sini juga tersedia kafe dan live music. Jadi, buat kamu yang liburan bareng kekasih tercinta, kayaknya tempat ini bakal romantis banget kalau malam.

Sedangkan aku sendirian ke sana, sama sopir, ngelihatin orang pacaran doang. Ah, sudahlah.

Dari Puncak Mas, perjalanan berlanjut ke kota dulu. Setelah manandaskan Nasi Padang, saya memutuskan beli oleh-oleh dulu. Oleh-oleh Lampung itu enak-enak. Ada keripik pisang yang sudah terkenal dari zaman dahulu. Juga ada Pie pisang. Pie pisang yang enak adalah Pie pisang Yusi Akmal. Serius. Beda banget dengan Pie Pisang Nadine di Jakarta.

Oh ya, hampir lupa, jangan sampai nggak ke Bakso Sonny. Serius enak. Kita juga bisa beli baksonya doang plus otak-otak buat dimakan di rumah.

Di depan tempat beli oleh-oleh itu selalu ada penjual durian. Aku kecicip durian Bengkulu. Durian Bengkulu dagingnya tebal sekali. Bijinya kecil. Satu buah saja aku tak habis dan minta bantuan sopir yang menemaniku.

Di depannya ada vihara. Namanya Vihara Thay hin Bio. Aku menengok ke dalam sebentar dan bau dupa langsung menerobos masuk ke hidung. Vihara ini indah sekali. Sempat terlihat komunitas fotografi sebuah sekolah di Lampung sedang mengambil gambar.

Perjalananku sendiri tidak berhenti sampai di situ. Aku juga mengunjungi Taman Kupu-kupu Gita Persada dan Air Terjun Batu Putu. Keduanya juga sudah kutulis di blog ini.


Buat kamu-kamu yang suka traveling kayak aku, tapi nggak mau ribet, membantu banget lho kalau bisa sewa mobil seharian dengan harga yang terjangkau. Apalagi kalau sopirnya informatif dan komunikatif. Asiklah jalan ada yang motoin jadinya.

Sekarang, ada lagi nih penyedia jasa sewa mobil. Namanya Trac. Kamu bisa kepoin dan pesan diĀ https://www.trac.astra.co.id/

Di TRAC, reservasi semakin mudah melalui website dan aplikasi TRAC. Dengan dukungan jaringan luas yang tersebar di lebi dari 50 kota di Indonesia, Trac siap melayani kebutuhan transportasi kita semua.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

One Comment

  1. Klo ke Lampung udah pasti Kopi sama Keripik pisang sih ya buat oleh-olehnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *