Tag Archives: seno gumira ajidarma

Kebudayaan dalam Bungkus Tusuk Gigi: Pidato Kebudayaan Seno Gumira Ajidarma

Kebudayaan dalam Bungkus Tusuk Gigi 

Pidato Kebudayaan Seno Gumira Ajidarma pada malam peringatan 51 tahun berdirinya Taman Ismail Marzuki Jakarta (10 November 1968), di Teater Besar, TIM, Jakarta, Minggu (10/11).





Ibu, Bapak, Saudara-saudara Saya yang Terhormat, 

Suatu ketika dalam perjalanan hidup saya yang begini-begini saja, tersesatlah saya di rimba filsafat, tempat semua orang biasanya mengira, di sinilah tempatnya mencari sesuatu yang disebut kebenaran. Suatu ketersesatan yang sungguh saya syukuri, karena di sini saya mendapatkan kesadaran betapa saya ini cuma orang bodoh. Dalam kebodohan itulah justru saya mendengar ujaran yang kira-kira seperti berikut: “Kata kebenaran lebih baik tidak digunakan, dihindari, atau digunakan dengan hati-hati sekali, karena kebenaran, meskipun ada, tidak bisa diketahui.” 

Busyeeeettt … Apakah kalimat ini merupakan ‘kebenaran’ ? ☺ Sebagai orang bodoh, tentu saja saya wajib belajar: betulkah kebenaran itu tidak dapat diketahui? 

Begitulah, seperti Bima yang menurut saja ditugaskan Mahaguru Dorna pergi ke tengah laut mencari air suci supaya terbunuh oleh naga, saya mengarungi samudera tempat bertiupnya badai wacana-wacana yang saling bertentangan tiada habisnya, seperti pernah digambarkan Mpu Tanakung dalam Siwaratrikalpa pada pertengahan abad ke-15: 

manuk asukha-sukhan muńgwiń pań rãmya masahuran kadi papupul i sań wriń tatwâdhyātmika maceńil 

burung-burung menghibur diri di antara reranting, bahagia saling bercuit seperti pertemuan para pakar yang berdebat mencari kebenaran esoterik  Continue reading Kebudayaan dalam Bungkus Tusuk Gigi: Pidato Kebudayaan Seno Gumira Ajidarma