Hari #5, Alasan Pendidikan

Tak sengaja membaca komentar seorang teman di sebuah status tentang keinginan kuliah di luar negeri. “Terus kalau sudah balik ke Indonesia mau ngapain?” Aku tercenung membaca pertanyaan itu dan bertanyatanya apa yang sudah kulakukan dan apa yang akan kulakukan. Apakah selama ini yang kulakukan hanya untuk kepentinganku sendiri dan apa yang kurencanakan akan kulakukan tak…

Hari #4, Ayah Andrea Hirata

Barangkali aku tak salah jika berpikir karya puncak Andrea Hirata ada pada Edensor. Setelah itu, Andrea mengalami masalah yang cukup serius. Napas menulis Andrea menjadi sangat pendek. Itu juga berakibat pada kecenderungannya untuk bertindak hanya sebagai penutur. Menulis adalah seni yang soliter. Seorang penulis bertindak sendirian. Ia sebagai komposer sekaligus pemain musiknya. Ia sebagai penata…

Hari #3, Sebagaimana Juni

tak lagi bisa kusekap segalamu dalam ruang kenangku kau telah menjadi seekor burung bebas yang tak butuh rumah kembali adakalanya aku merasa menjadi semesta yang menaungi air mata dan cerita dan bila malam tiba, seluruhku akan memelukmu dari hujan bulan juni yang dingin dan tabah itu aku lupa pada sisasisa debu yang lengket di wajah,…

Hari #2, UFO

Surat Lia Eden ke Presiden tentang izin pendaratan UFO yang dikendalikan Malaikat Jibril itu mengingatkanku pada penampakan-penampakan UFO yang pernah kulihat. UFO selalu diidentikkan dengan alien, dengan makhluk luar angkasa. Padahal UFO adalah unidentified flying object, benda terbang yang tak dapat diidentifikasi. Artinya, belum tentu dia alien. Bisa jadi dia pesawat canggih buatan manusia yang…

Hari #1: Peran

Seorang teman, penulis, menulis sebuah status di Facebooknya, “Adakah satu penulis saja yang kamu percaya sehingga apapun yang ia tulis kamu akan langsung membelinya?” Jawabanku selalu tidak. Alasannya sederhana. Seperti halnya iman yang naik turun, semangat yang naik turun, kualitas sebuah tulisan pun naik turun. Terlepas dari sudah beresnya urusan kebahasaa seorang penulis, keistimewaan sebuah…