Penyihir dari Mollo

Rambutnya dikuncir. Kain tenun disarungkan di pinggangnya. Ukuran yang lebih kecil, sesekali diikat di kepalanya. Tak bisa kulupakan kesan pertemuan dengan Christian Dicky Senda, lelaki asal Mollo, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur itu di ASEAN Literary Festival 2016 lalu. Baca Juga: Lebih dikenal sebagai cerpenis, Dicky selalu membuatku terkejut dengan cerita dan gagasan yang…