Staycation di The Bellevue

Staycation di The Bellevue, Hotel Bintang Lima di Pondok Indah

Beberapa waktu lalu, saya membuka file-file lama yang tersimpan di harddisk. Melihat kembali foto-foto Hanna ketika masih sangat kecil, di sana ada foto kami saat staycation di The Bellevue, Hotel Bintang Lima di Pondok Indah. Rasanya sayang banget kalau pengalaman itu tidak kutuliskan.

Tentu saja aku mana mampu membeli tiket hotel bintang lima. Voucher hotel The Bellevue tersebut aku dapatkan setelah memenangkan sebuah lomba di Kompasiana. Lomba tersebut menyaratkan harus mengunggah sebuah foto dan memberi cerita di balik foto tersebut. Fotoku ke Satonda menjadi pemenang.

Satonda

Tentang The Bellevue, Hotel Bintang Lima di Pondok Indah

Sebuah hotel memiliki klasifikasi sesuai dengan jumlah bintang yang melekat padanya. Sebuah hotel bisa dikatakan sebagai bintang lima jika memenuhi beberapa syarat.

  • Jumlah kamar tipe standar minimal 100
  • Menyediakan minimal 4 kamar suite
  • Kamar mandi dalam dengan air panas/dingin
  • Luas kamar standar minimal 26 meter persegi
  • Luas kamar suite minimal 52 meter persegi
  • Tempat tidur dan perabotan dalam kamar memiliki kualitas tinggi
  • Fasilitas resto tersedia selama 24 jam dan makanan bisa diantar ke kamar
  • Tersedia pusat kebugaran dan valet parking

Ekspektasiku sebenarnya terlalu tinggi terhadap hotel bintang lima. Dalam bayanganku, hotel bintang lima itu sudah pasti ada bath tub. Namun, menilik syarat di atas, ternyata tidak demikian.

Lokasi The Bellevue Hotel


Alamat The Bellevue

Radio Dalam, Jl. H. Nawi No.1, RT.3/RW.1, Gandaria Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12420. (021) 27510880


Lokasi The Bellevue memang istimewa. Lokasi The Bellevue sangat strategis. Saya hanya perlu berjalan kaki 5 menit ke Pondok Indah Mall. Dan dari sini, tol sangat dekat dan dapat menjangkau semua tempat. Mau ke bandara gampang, mau ke Jakarta Pusat juga gampang.

Fasilitas The Bellevue Hotel

The Bellevue

Kami disambut dengan welcome drink. Minuman selamat datang yang dingin itu pun mengusir rasa dahaga karena kelelahan di perjalanan.
Perjalanan memang lumayan jauh, sebab saat itu istriku masih tinggal di Bandung, sedangkan aku masih berkuliah di Bintaro. Aku harus menjemput mereka di Ciledug terlebih dahulu, lalu main sebentar ke rumah kawan di Ciledug, kawan yang dulu sama-sama penempatan di Sumbawa. Barulah setelah itu kami berangkat ke The Bellevue.
Kami check in dan mendapatkan kamar tipe Superior Twin berukuran 26 m2. Terdiri dari dua tempat tidur, satu kamar mandi shower, dan beanr saja,  tidak ada bath tub. Kamar mandinya  berdinding kaca sehingga kita bisa melihat suasana kamar tidur.
Kamar The Bellevue Hotel
Saya sedih sebenarnya nggak ada bath tub. Namun, saya teringat perkataan seorang teman. Katanya, memang bath tub sebaiknya ditiadakan. Bath tub itu pemborosan air. Peniadaan bath tub di hotel mampu mengurangi cost operasional hotel cukup signifikan. Saya pun membayangkan Jackie Chan yang pernah bilang, di saat kita membuang-buang air, di dunia ini banyak orang kekurangan air.
Soal kamar mandi berdinding kaca ini, aku agak trauma juga kalau sedang dinas luar, atau diklat, sekamar berdua. Salah satu harus mengalah, keluar terlebih dahulu ketika teman sekamarnya mandi.
Tujuan utama setiap menginap di hotel buatku adalah kolam renangnya. Tak sabar kami menuju kolam renangnya yang berada di atas sehingga menampilkan pemandangan Jakarta Selatan.
Kolam renang The Bellevue
Kolam renangnya ada di Lantai 3, menghadap ke pemandangan kota. Saya sempat berenang dua kali. Maklum, orang dusun jarang lihat kolam renang. Yang disayangkan, beberapa pengunjung kemudian datang dan duduk-duduk di sekitar kolam renang sambil mengisap rokok. Itu sangat bikin nggak nyaman. Mereka tidak tahu apa kalau udara bersih itu mahal.
Sengaja saya tampilkan ekspresi jengkel dan menggerutu. Sepertinya mereka sadar karena tak lama kemudian mereka pergi.
Tidak banyak hal lain yang saya ingat karena setelah berenang kami mencari makan malam ke Pondok Indah Mall. Berjalan kaki tentu saja.
Keesokan harinya, kami sarapan seperti biasa. Menu yang disediakan sangat beragam. Variasi karbohidrat dan proteinnya buat saya memadai. Saya bisa memilih antara nasi putih, nasi kuning, nasi goreng, mie, atau bubur. Sedangkan untuk proteinnya ada ikan, ayam, dan daging.
Saya berusaha mencari informasi lain soal The Bellevue dan kaget kok sekarang tertera bahwa The Bellevue jadi hotel bintang empat saja. Harganya bahkan mulai dari 440 ribu saja.
Pengalaman yang dulu kukira istimewa jadi terasa hambar melihat informasi itu karena ada banyak pengalaman menginap di hotel lain yang lebih bagus dan mahal. Eaaa. Namun, tetap saja, kenangan jalan-jalan bersama keluarga tercinta itu tak ternilai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *