Review Aplikasi Storytel | Mendengarkan Suara Buku

Teringat suatu malam di Taman Ismail Marzuki (TIM) bersama Nana Sastrawan beberapa tahun lalu. Di sana kami berbincang soal rencana ke depan, ingin mengembangkan sebuah platform menulis dengan berbagai fitur yang ada di dalamnya. Fitur yang menjadi pembeda, selain baca buku online, adalah fitur audio karena saat itu podcast baru mulai menjamur, dan tampaknya menarik bila para pengarang membacakan karya-karya mereka (atau di-dub oleh orang lain), terutama jika naskahnya adalah buku kumpulan puisi.

Sayangnya, rencana itu jauh panggang dari arang, karena nyatanya tidak ada yang pernah benar-benar fokus untuk mewujudkan mimpi itu.

Apa yang terjadi kemudian, benarlah, bahwa audio book mulai sangat digemari. Tren mendengarkan buku terjadi karena cara tersebut memudahkan sebab hanya perlu memanfaatkan pendengaran.  Terlebih untuk kita yang bertipe auditori. Apalagi ditambah fakta bahwa manusia telah berbagi informasi secara lisan selama puluhan ribu tahun,  sementara kata yang dicetak adalah penemuan yang jauh lebih baru. Pendengaran dapat memperoleh banyak informasi dari infleksi atau intonasi pembicara. Sarkasme jauh lebih mudah dikomunikasikan melalui audio daripada teks yang dicetak.

Baca Dulu: Aplikasi Perpustakaan Online Terbaik

Mengenal Aplikasi Storytel

Salah satu aplikasi audiobook yang menjadi rekomendasi adalah Storytel. Storytel adalah platform audiobook yang memudahkan perluasan pengetahuan dan wawasan dengan cara yang lebih menyenangkan. Sebenarnya sudah sejak April 2021, Storytel mengumumkan rencana untuk hadir sebagai audiobok Indonesia. Aplikasi audiobook yang berbasis di Swedia, baru Maret ini meresmikan kehadirannya di Indonesia dan hadir dengan membawa pendekatan audiobook Indonesia yang hadir secara premium karena sudah terkurasi dan diproduksi dengan serius. Storytel memiliki lebih dari 150 ribu audiobook dalam 19 genre; diproduksi secara serius dengan merekrut audio profesional. Beberapa judul yang mungin jadi favorit yang merupakan buku best seller dunia seperti Harry Potter Audiobook, Game of Thrones, Sapiens, atau Hunger Games sampai novel dari Indonesia seperti Mariposa, Dilan, Divortiare, Selamat Tinggal, Negeri Lima Menara hadir di Storytel.

Tidak hanya novel fiksi dan buku best seller, beberapa kategori rekomendasi buku lain juga tersedia. Seperti buku anak, pengetahuan, biografi, sejarah, pengembangan diri, bisnis, dan kategori yang lainnya. Buat kamu yang suka membaca novel fiksi dan rekomendasi buku lain, untuk menikmati platform ini, silakan unduh aplikasi Storytel untuk iOS atau Android. Hanya dengan membayar biaya berlangganan Rp39.000, kita sudah bisa menikmati berbagai pilihan judul buku.

audiobook indonesia

Baca Juga: Aplikasi Menulis Terbaik untuk Penulis

Fitur-fitur di Aplikasi Storytel

Ada berbagai fitur di aplikasi Storytel. Dengan userinterface yang menarik, sebenarnya mudah bagi kita untuk menemukan dan memahami fitur yang ada.

aplikasi audiobook

Fitur yang paling menarik adalah Dengar dan baca secara offline. Ya, kita bisa menyimpan buku-buku secara offline supaya kita bisa mendengarkan di manapun, bahkan tanpa koneksi internet. Bagaimana cara menyimpan audiobook secara online?

Pertama-tama, simpan audiobook yang ingin kita unduh ke rak buku Anda. Lalu, klik ikon lingkaran dengan 3 titik di dalamnya (terdapat di sebelah judul buku pada rak buku, atau di laman detail buku) dan klik Simpan offline

Saat sudah selesai diunduh, audiobook akan ditandai dengan warna hijau pada rak buku kita. Kita juga dapat melihat seluruh audiobook yang telah disimpan secara offline dengan cara, pada app, klik Profil -> Buku offline dan lihat di paling bawah halaman.  Kita juga dapat menghapus buku dari mode offline dengan mengklik lingkaran dengan 3 titik pada rak buku, laman detail buku, atau dengan mengklik ikon tempat sampah pada pojok kanan Player. 

Fitur kedua adalah Mode Anak. Seperti Youtube Kids, kita sepakat kan kalau bacaan anak-anak harus dibatasi. Jangan sampai mengakses buku yang belum usianya. Nah, perangkat dengan Mode Anak yang sudah dinyalakan hanya bisa mengakses buku-buku di kategori anak. Perangkat tersebut dapat mengakses rak buku kita tapi tidak akan bisa melihat buku-buku yang tidak masuk di kategori anak. 

Fitur ketiga, menulis ulasan dan komentar. Saat kita sudah selesai mendengarkan atau membaca sebuah buku, kita akan diminta untuk menilai buku dengan memilih jumlah bintang untuk buku tersebut. Jika kita memilih untuk menilai buku tersebut, kita akan melihat opsi untuk menulis ulasan untuk membagikan pendapat dan perasaan kita terhadap buku tersebut. 

Fitur lain yang tak kalah menarik adalah Target Mendengarkan. Ini seperti target membaca di Goodreads. Untuk mendorong kita masuk ke dalam banyak kisah hebat, kita dapat mengatur target mendengarkan pada aplikasi Storytel untuk menentukan berapa banyak buku yang kita ingin baca/dengar dalam jangka waktu tertentu.

Pengalaman Mendengarkan Buku di Storytel

Bagaimana rasanya mendengarkan buku di Storytel? Aku terkenang masa kecilku. Saat itu di rumah kakekku ada sebuah radio tua. Di sana aku sering mendengarkan cerita-cerita kolosal tiap sore dari radio itu. Seperti itulah suasananya. Berkelebat di benakku tokoh-tokoh mulai dari Arya Kamandanu hingga Arya Dwipangga, sang Pendekar Syair Berdarah.

Novel pertama yang kudengarkan adalah Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi. Kebetulan bukunya sudah kubaca, filmnya juga sudah kutonton. Aku jadi tahu perbandingan imajinasi yang dihadirkan dari ketiganya.

Negeri Lima Menara

Novel karya Ahmad Fuadi ini bercerita tentang lima orang sahabat yang mondok di pesantren, lalu saat dewasa mereka kembali dipertemukan. Novel ini merupakan kisah inspiratif dengan tokoh bernama Alif yang tinggal di daerah terpencil di Pulau Sumatera, tepatnya di Desa Maninajau, Minangkabau, Sumatera Barat. Setelah lulus SMP dia ingin melanjutkan sekolah ke SMA Bukittinggi, namun ibunya ingin dia melanjutkan sekolah agama saja. Ibunya ingin Alif seperti Buya Hamka, namun Alif bercita-cita seperti BJ Habibi.

Suatu ketika ia mendapat surat dari pamannya yang sedang kuliah di Kairo. Pamannya menyarankan Alif untuk melanjutkan sekolah di Pondok Pesantren Madani di Ponorogo, Jawa Timur. Akhirnya Alif mengikuti saran pamannya dan dengan berat hati ibu dan ayahnya melepaskannya. Alif berangakat ke Pondok Madani diantar oleh ayahnya. Dan di sinilah kisah Alif dimulai. Hari pertamanya di pondok dia terkesima dengan mantra ajaib berbahasa arab ”man jadda wa jadda,” barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.

Buku-buku lain mengantre minta dibaca seperti Harry Potter Audiobooks. Sama dengan buku lain yang memiliki banyak seri, mendengarkan audiobook tentunya bisa dijadikan pilihan untuk menghemat waktu baca. Salah satunya adalah buku Harry Potter Audiobook yang memiliki 7 seri buku. Selain itu, judul-judul ini pun menggiurkan: Game of Thrones, Sapiens, atau Hunger Games sampai novel dari Indonesia seperti Mariposa, Dilan, Divortiare, dan Selamat Tinggal.

Dari pengalaman membaca itu, Storytel sebenarnya sangat cocok digunakan untuk pengguna KRL kayak saya. Setiap hari minimal 2 jam PP berada di dalam kereta. Kalau baca buku online, terkadang menemukan kendala saat harus sangat berdesak-desakan di dalam kereta yang penuh penumpang. Mata juga suka kehilangan fokus karena gerakan kereta yang tidak bisa diduga saat mengerem. Karena itulah mendengarkan buku jadi solusi untuk menambah daftar bacaanku tahun ini.

Storytel

Buat kamu yang nggak mau waktu perjalananmu jadi limbah waktu, yuk dengarkan buku di Storytel dengan mengunduh Aplikasi Storytel terlebih dahulu mumpung masih harga promo Rp39.000 buat berlangganan. Silakan diunduh audiobook Indonesia ini di Aplikasi Storytel untuk iOS atau Aplikasi Storytel untuk Android.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *