Gurun Pasir Busung

Puisi | Bukit Pasir Busung

Sesaat setelah menengadah, kita
saksikan cahaya itu
berubah menjadi sepasukan jarum
bersiap menghunjam
siapa saja yang merasa
masih baik-baik saja

Aku hanya bisa merentangkan tangan
Pasrah
Berharap kita berdua, atau salah satu saja
turut diangkat ke langit juga

Tidak hanya bauksit-bauksit itu
menyisakan hanya lubang demi lubang
yang tak mampu berbuat apa-apa
tatkala hujan turun, lalu menggenang

Tak ada yang bisa kita cegah
ketika seorang anak berenang
Sendirian
Terlalu asik karena
seolah-olah kolam itulah
hiburan satu-satunya
di tengah segala penderitaan

Kau menatapku, dan matahari
setelah mendung
mengejek tangan kita yang masih merentang
namun tak kunjung memeluk

(2019)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *