Perjalanan ke Mantar, Sumbawa Barat

Perjalanan ke Mantar, Sumbawa barat bersama teman-teman Adventurous Sumbawa begitu berkesan. Kami naik motor beramai-ramai dari Sumbawa Besar, menempuh jarak kurang lebih 120 km. Kemudian motor kami titipkan di rumah warga sebelum menyewa mobil yang secara khusus membawa penumpang naik ke Mantar dengan sudut elevasi jalan lebih dari 45 derajat. Ditambah lagi jalannya tidak mulus, berbatu-batu, dan tidak memiliki pelindung di bahu jalan. Sekali terpeleset, salah mengegas, kita bisa langsung terjun bebas ke jurang-jurang.

Ada beberapa hal terkait Mantar yang harus kamu ketahui. Berikut beberapa di antaranya:

Ketinggian Mantar

Puncak Rinjani dari Puncak Mantar

Mantar memiliki ketinggian kurang lebih 660 kaki di atas permukaan laut. Dari Puncak Mantar, kita dapat menyaksikan puncak Gunung Rinjani (yang luar biasa bila dilihat saat matahari mulai terbenam) dan Gunung Tambora (yang luar biasa bila dilihat saat matahari baru terbit).

Mantar dan Serdadu Kumbang

Tempat Syuting Serdadu Kumbang

Mantar menjadi tempat syuting film Serdadu Kumbang garapan Ari Sihasale. Film yang bercerita tentang tiga anak dengan kondisi miskin tapi tidak pernah menyerah dalam menggapai cita-citaitu menampilkan banyak sisi cantik Mantar: alam, budaya, dan profesi penduduk yang sebagian sebagai penyuling emas.

Mitos Albino di Mantar

Kon, di Mantar akan selalu ada 7 orang albino. Hanya tujuh. Setiap satu albino meninggal, satu albino lain akan lahir. Namun, karena penyebaran penduduk asli Mantar yang sudah beragam, keberadaan ketujuh albino ini masih misteri.

Ada beberapa versi cerita kenapa hanya ada 7 albino di Mantar.  Versi pertama mengatakan nenek moyang penduduk mantar memang berasal dari sejumlah suku bangsa seperti Portugis, Jerman, Arab dan sebagian orang Gresik Jawa Timur. Awalnya ada sebuah kapal pedagang cina di abad 16  yang membawa puluhan orang dari suku bangsa tersebut, namun saat melewati selat alas sumbawa, kapal karam dan terdampar. Para penumpang kapal itu terpaksa menetap di Desa Kuang Buser dan Tuananga. Kemudian mereka mendaki lereng bukit yang tak jauh dari Selat Alas Sumbawa dan akhirnya menetap di pucak bukit di atas permukaan laut yang dinamakan Mount Tarry. Entah bagaimana ceritanya, kini tempat tersebut menjadi Desa Mantar. Jadi, bukan karena albino, memang keturunan rambut pirang.

Versi kedua, dahulu ada 7 suku bangsa sebagai nenek moyang penduduk desa Mantar. Sehingga sampai sekarang hanya boleh 7 orang albino yang hidup, sebagai simbolisasi yang mewakili asal-usul nenek moyang mereka. Versi ketiga menyebutkan tujuh albino muncul saat leluhur penduduk mantar asal Gresik bernama abdulrahman sebelum meninggal berpesan bahwa hanya boleh ada 7 albino di desanya. Sejak itu lah setiap muncul bayi albino ke delapan, maka salah satu dari albino yang hidup akan meninggal dunia.

Mantar, Negeri di Atas Awan

Mantar, Negeri di Atas Awan

Hamparan lembah hijau di kaki bukit yang menakjubkan bisa  kita lihat dari puncak Mantar. Pulau-pulau kecil di sekitarnya yang bertebaran dan terhubung dengan lautan menjadi lanskap sempurna.  Pulau Kenawa, Pulau Mendaki, Pulau Paserang, Pulau Belang, Pulau Ular, Pulau Nako dan Pulau Kalong. Lalu bila beruntung, kamu bisa saksikan awan-awan berkumpul di bawah kakimu. Sehingga Mantar dijuluki Negeri di Atas Awan.

Mantar, Adventurous Sumbawa

Mantar, Spot Paralayang

Naik Paralayang di Mantar

Kamu berani naik Paralayang?  Kamu bisa terbang di atas Mantar, melaju bersama angin dan menikmati pemandangan. Landasan Paralayang Mantar merupakan salah satu spot terbaik,  selain di Palu Sulawesi Tengah. pada tahun 2017, diadakan ajang Mantar Paragliding XC Open yang ketiga pada 18-24 Juli 2017, yang mempertemukan atlet lokal dan mancanegara perwakilan Asia hingga Eropa.

Bagaimana Caranya ke Mantar?

Kalau dari Jakarta, naik pesawat sampai Lombok. Lalu dilanjutkan dengan perjalanan kurang lebih 1 jam dari bandara Praya ke Pelabuhan Kayangan. Penyeberangan dengan menggunakan feri memakan waktu kurang lebih 2 jam. Dan dari Pelabuhan Poto Tano, lanjut lagi sampai Taliwang. Perjalanan ke Mantar butuh waktu selama 1 jam tadinya. Kabarnya, kini hanya butuh waktu 30 menit. Kalau ingin menginap, bisa mengandalkan rumah-rumah penduduk yang berfungsi juga sebagai homestay. Jangan lupakan juga menginap di atas Mantar untuk merasakan dinginnya udara puncak bukit Mantar.

Jadi, kapan mau ke Mantar?

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

21 Comments

  1. Masya Allah, indah ya. Di Sulawesi Selatan juga ada tempat yang disebut ” negeri di atas awan”. Btw, orang albinonya memang ada 7 sekarang?

  2. Wah, saya malah baru tahu Mantar ini, Mas. Selama ini ke arah Lombok ya ngertinya berbagai macam pantai dan gilinya, pas kuliner enak dan pedas di sana.

    Lombok semakin kaya aja nih ya. Berarti kalau terbang ke Mataram, mesti punya list destinasi yang lebih banyak lagi karena daerah Sumbawanya sendiri harus banyak dieksplor juga.

    1. Aku baru tau sejarahnya, apalagi ada beberapa versi ttg albino di sana. Btw foto2nya bikin segera pengen ke sana. Cantik memang, pas dengan sebutan negeri di atas awan.

  3. Touring ke tempat yang indah begini pasti banyak kesan manisnya ya mas tapi ada gak sih pengalaman buruknya selama di sana?

  4. Baik dari segi keindahan alam dan keberagaman wisatanya sungguh luar biasa, pasti senang menikmati alam dan mendengar cerita tentang sejarah sambil mengudap cemilannya

  5. Alam-alam Indonesia Timur memang indah dan memesona. Saya baru menikmatinya dari berbagai film Indonesia terutama produksi Alenia Pictures.

    Dan Serdadu Kumbang adalah salah satunya.

  6. Memang benar ya Indonesia itu seperti surga kecil turun ke bumi masih banyak daerah yang belum dieksplor keindahannya dan sangat merata serta alami tidak bisa ditemukan di negara negara lain

  7. Duh kerennnn.. Negeri di atas awan cantik sekali. Memandang kuasa Tuhan dari atas sambil menghirup udara segar. Semoga suatu waktu aku bisa kesana dengan keluarga.

  8. Beneran terpukau saya dengan keindahan awannya itu! Cantik banget…. setiap mendaki gunung belum pernah saya bisa menyaksikan awan sebagus dalam foto di atas tuh

  9. it viewnya memang sebagus itu yaaa mas, gak heran disebut negeri di atas awan sih, keren banget memang

  10. Pengen liburan ke Mantar juga, tapi nunggu bisa naik pesawat gak perlu rapid test dulu hiks.. cakeeep pemanndangannya!

  11. kalau lihat fotonya bener bene ya negeri di atas awan itu ada. Jadi pengen naik Paralayang tapi gak berani sendirian haha.

  12. Mount Tarry. Di lidah lokal jadi Mantar, ya 🙂 Eh, 7 albino. Bagus buat jadi cerita nih.

  13. semoga pandemik segera berakhir ya mas. agar bsa liburan ke mantar. tpi ini harus hiking gk sih ke bukitnya itu mas? kebetulan skrmg udh punya anak 2, jadi aku harus liat2 dulu gmn medan kelokasi wisatanya biar gk riweuh ntr klo bawa anak2.

  14. Maasyaallah perjalanan yang luarbiasa akan selalu dikenang, indah sekali Mantar di Sumbawa Barat

  15. Wah seru banget ini bisa traveling ke Mantar. Bagus banget pemandangannya ya. Kayak negeri di atas awan. Mauuuu deh pergi ke sana juga 😀

  16. Wah, kok bisa selalu tujuh gitu ya. Menarik sekali. Apakah mereka jadinya diistimewakan?
    Aduh jadi tambah penasaran nih. Apalagi seindah itu pemandangannya

  17. pengen bangeeet nyoba paralayang, dulu pas ke Tanjung Benoa cuma bisa naik flying fish. itu juga udah bikin deg-degan parah, haha. belum coba paralayang nih. pengen banget. tapi berani gak ya, wkwkwk. itu bisa berdua gitu gak sih sama yang mahir. biar ada temennya dan gak panik untuk pemula hehe.

  18. Wah… Mantar ini bagus banget ya. Tapi utk ke sana butuh perjuangan juga krn dr Jakarta cukup panjang perjalanannya. Keren bgt yg foto (seolah) di atas awan ituuuu

  19. Wah ada cerita ttg orang Albino yg hanya ada 7 orang? Baru dgr nih mas. Noted deh jd wishlist ke Mantar. Alamnya keren yaa…Wah Maret 2020 kmrn aku hbs jalan ke Lombok sayangnya blm tahu ttg Mantar.

  20. Ini menyenangkannya tuh bukan hanya berkunjung ya tapi bisa lho menginap di rumah penduduk yang sekaligus homestay, jadi pasti feelnya kerasa beda juga berasa lebih dekat. Indah ey apalagi kalau pagi 😍

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *