Puisi-puisi A. Subairi Rn.

Ini adalah puisi-puisi A. Subairi Rn, Santri PP. Annuayah lubangsa dan siswa kelas akhir SMA 1 Annuayah, asal Matanair Rubaru Sumenep yang menyukai puisi sejak kenal dengan perempuan pengagum senja. Buku puisinya: Mengikat tali harapan (JSI: 2019).


Silakan kirimkan tulisanmu ke Catatan Pringadi, ya!


SEPERTI API

Seperti api
Yang membakar kayu hingga tak berwujud lagi
Engkau juga telah membakarku
Dengan kobaran rindu
Yang menyala, membara di hatiku.
Hingga aku menjadi abu
Menimbun waktu untuk bertemu .

Annuqayah, 2019 Continue reading Puisi-puisi A. Subairi Rn.

Puisi-puisi De Priscilla

Debora Priscilla, nama pena De Priscilla. Lahir di Jakarta, 25 Mei 1994 dan sekarang tinggal di Jakarta. Tahun 2012 ia menyelesaikan Sekolah Menengah Kejuruan Priwisata di SMIP Binadarma DKI Jakarta. Hobi membaca dan menulis puisi. Ia pernah bergabung dalam kelas puisi Asqa Imagenation School (AIS) dan saat ini bergabung dalam COMPETER (Comunitas Pena Terbang) Indonesia. Akun media sosial IG: deborapriscilla09.


Dongeng

Duduk di pangkuan
Mirabel, anak kesayangan
Bermanja dalam pelukan
Ibu tidak pernah merasa bosan

Sesekali diajaknya ia menari
Berdansa seperti Cinderella
Atau bermain panahan layaknya Merinda
Terus begitu, dari pagi hingga senja

Petang itu, Mirabel bertanya pada cermin di pangkuan ibu

“Cermin, cermin! katakan padaku siapa
wanita paling cantik di bumi ini ?” tuturnya

Sang ibu menjawab, “Tentu saja kau, Putriku”

“Bukankah putri salju ?”

“Putri salju telah kubunuh, agar abadi senyummu”

Jakarta, 2020 Continue reading Puisi-puisi De Priscilla

Belum Bayar SPP Anak? Daftar Saja digibank KTA

 

Membayar SPP pendidikan anak sudah pasti kebutuhan yang harus dipenuhi. Jika SPP tak segera dibayar maka bisa saja bermasalah nantinya. Mungkin saja saat ini Anda kesulitan membayar SPP anak yang sudah jatuh tempo. Tenang saja, tetap ada solusinya. Solusinya adalah dengan digibank KTA yang menyediakan pinjaman KTA dengan banyak keunggulan. Continue reading Belum Bayar SPP Anak? Daftar Saja digibank KTA

Puisi-puisi Daviatul Umam

Puisi-puisi Daviatul Umam. Daviatul Umam, lahir di Sumenep, 18 September 1996. Alumni Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa sekaligus mantan ketua umum Sanggar Andalas. Buku puisi pertamanya, Kampung Kekasih (Halaman Indonesia, 2019). Sementara ini tinggal dan bekerja di Ciomas, Bogor.Puisi Daviatul Umam


Silakan bagi teman-teman yang ingin mengirimkan tulisannya ke Catatan Pringadi, saya tunggu!


Continue reading Puisi-puisi Daviatul Umam

Puisi-puisi Sutardji Calzoum Bachri

Puisi Sutardji Calzoum Bahri

WALAU

Walau penyair besar
takkan sampai sebatas allah

dulu pernah kuminta tuhan
dalam diri
sekarang tak

kalau mati
mungkin matiku bagai batu tamat bagai pasir tamat

jiwa membumbung dalam baris sajak
tujuh puncak membilang-bilang
nyeri hari mengucap-ucap
di butir pasir kutulis rindu rindu

walau huruf habislah sudah
alif bataku belum sebatas allah Continue reading Puisi-puisi Sutardji Calzoum Bachri

Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji

GURINDAM DUA BELAS karya Raja Ali Haji

Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji

Satu

Ini Gurindam pasal yang pertama:

Barang siapa tiada memegang agama,
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
Maka ia itulah orang yang ma’rifat
Barang siapa mengenal Allah,
Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.
Barang siapa mengenal dunia,
Tahulah ia barang yang teperdaya.
Barang siapa mengenal akhirat,
Tahulah ia dunia mudarat.
Continue reading Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan