Curug Pangeran

Misteri Curug Pangeran di Taman Nasional Halimun Gunung Salak, Bogor

Misteri Curug Pangeran di Taman Nasional Halimun Gunung Salak, Bogor jarang diketahui banyak orang. Curug yang begitu populer karena kejernihan airnya ini ternyata menyimpan misteri yang harus kita simak supaya kita tidak ujub dan melewati batas saat nanti bermain di curug ini.

Sebenarnya aku sudah lama penasaran dengan Curug Pangeran. Banyak traveler mengunggah fotonya di Instagram. Namun, tahun lalu, saat istriku ke Rangoon Hills bareng kakakku (aku tak jadi ikutan karena ada tugas keluar kota), dia bilang Curug Pangeran tidak istimewa. Airnya kecil dan menyeramkan. Istriku memang sensitif soal begituan. Jadinya, dalam 4 kali kesempatan ke Taman Nasional, aku belum pernah mengunjungi Curug Pangeran.

Baru dua hari lalu, selepas dari Curug Cihurang, aku berkesempatan ke Curug Pangeran. Dan di situ aku tahu, curug dengan air paling bening di taman nasional bukanlah Balong Endah, melainkan Curug Pangeran. Airnya benar-benar jernih sekali. Aku baru tahu kalau Curug Pangeran ini letaknya di atas Balong Endah. Jauh lebih mudah ke Balong Endah lewat pintu Curug Pangeran ketimbang lewat Curug Kondang.

Hanya saja butuh kendaraan yang prima untuk bisa mencapai pintu masuk Curug Pangeran yang berdampingan dengan Rangoon Hill itu. Jalanannya mendaki dengan sudut elevasi 30-45 derajat. Beberapa motor tampak kepayahan saat mendakinya.

Misteri Curug Pangeran dan Kian Santang

Misteri Curug Pangeran berkaitan dengan Legenda Kian Santang. Ya, curug ini adalah petilasan sahabat Kian Santang, pangeran dari Padjajaran.

Ada larangan berkemah di sini pada malam Jumat. Sebab, pada malam tersebut, biasanya terdengar suara alat musik gamelan yang mengiringi suara orang bernyanyi. Kemudian, akan terdengar suara kereta kencana seolah-olah kedatangan sang pangeran.

Selain kisah tersebut, ada kepercayaan bahwa siapa saja yang berenang di kolam curug ini, akan enteng jodohnya. Ayo, Mlo, buruan ke sini.

Pantangan di Curug Pangeran

Curug Pangeran Gunung Salak

Selain larangan tidak tertulis agar tidak berkemah di Malam Jumat, ada beberapa pantangan lain di Curug Pangeran. Apa saja?

  • Jangan membuang sampah sembarangan.
  • Jangan merusak tanaman di sekitarnya.
  • Jangan memakai pakaian yang tidak sopan.
  • Jangan membawa air curug pulang.

Kira-kira itulah pantangan yang ada di sana. Curug Pangeran yang memiliki ketinggian 5 meteran ini juga punya kedalaman 4-5 meter. Ada batas tali untuk memperingatkan pengunjung yang tidak begitu mahir berenang agar tidak ke kedalaman tersebut.

Selain itu perlu diperhatikan bahwa air curug di sini sangat dingin. Bila hendak berenang pastikan sudah pemanasan yang cukup agar tidak mengalami kram saat berenang. Sampai sekarang sih katanya tidak ada korban jiwa di sini, berbeda dengan curug lain.

Oh iya, kalau punya nyali lebih, kita bisa naik ke atas curug lewat samping. Dari sana ada tempat untuk melompat dengan ketinggian sekitar 7 meter. Mau coba?

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

22 Comments

  1. Kenapa sih yang berbau wisata air itu selalu indah ya. Tapi memang benar sih mas, seharusnya warga yang datang ke Curug dimanapun seharusnya tidak membuang sampah sembarangan. Siapa lagi coba yang menjaga keindahan alam kalau bukan pengunjungnya sendiri.

  2. Dulu pas kuliah saya sudah pernah ke sini. Asik kok mas tempatnya. Cuma yaaa legendanya itu emang rada rada bikin bergidik, apalagi kalo diceritain pas malam-malam. Hihihi.

  3. Kalau lihat curug itu pengennya langsung nyebur gitu, hahaha…
    Memang kalau berwisata ke alam, nggak cuma curug, harus berlaku sopan, nggak sembarangan, dan harus menjaga alam.
    Eh, eh, aku penasaran sama pantangan terakhir, kok nggak boleh bawa air yaaa??? kira-kira kenapa ya
    Tapi ya sebaiknya kita patuh sama local culture sih…

  4. Wah curug pangeran ternyata terkenal jernih ya airnya..terlebih mitos dpt jodohnya hehe.. tp setiap curug pasti ada aja deh cerita dan mitos yg beredar ..semoga sy bisa main ke curug pangeran ini..

  5. Ow jadi Raden Kian Santang itu masih ada hubungannya sama curug ini ya kak.
    Nah kayak gini ini kelemahan saya, suka malas belajar sejarah.. hehe

  6. Kak Pring kok syereem sih yg larangan berkemah di malam Jumat. Suka ada bunyi-bunyian gamelan ya hiyyy atuuttt… tp ya demikianlah tradisi dan pemikiran lokal masyarakat di sekitar Curug ya, wajib kita hormati

  7. Wuiih airnya jernih banget mas Pring. Sampe kehijauan begitu. Raden kian Santang membuat aku teringat sama sinetron tipi. Saya pikir cuma cerita biasa. Ternyata beneran ya .

  8. Dua kali ke Balong Endah tapi belum nyampe ke Pangeran nih mas tanggung padahal dikit lagi ya. Kapan-kapan mungkin grup BW bisa main-main ke sana dipandu masnya haha

  9. Aku syok dong sama foto yang tiba tiba udah beruban dan tuak. Eh ternyata pakai face app. Kirain ada penampakan beneran lohh ??

  10. Alamak face Appnya bikin salfok. Haha kalau begini. Aku jdi takut juga seperti istri mas pring..

    Haha, sebenarnya lebih suka jenis curug yang masih alami sperti curug oangeran ini mas.

    Nice info. Lain waktu list ke sini ah.

  11. Di luar itu sebuah mitos, memang seharusnya kita tak buang sampah sembarangan dan berpakaian sopan di manapun berada sih ya mas, nice info nih kalau suatu saat mampir ke Bogor

  12. Wah jernih banget ya airnya mas. Dari foto-fotonya juga sudah kelihatan. Btw saya jadi pengen kesana sapatau bisa enteng jodoh. Eh…

  13. Wisata air nan indah, sejuk dipandang mata. Kerap mengaitkan dengan mitos legendanya. Bikin bulu kuduk merinding ya…

  14. Saya baru tahu legenda Curug Pangeran. Untuk pantangan2 di atas emang harus berlaku di semua tempat wisata sih agar tetap bersih dan nyaman

  15. Suka bgtttt…. Jd bayangin ksana n mandi2. Saya pecinta waterfall, apalagi ada kisah2 nyaa gitu. Keren euy

  16. Waah jadi pengin main ke sana nyobain lompat dari ketinggian. Apalagi airnya jernih bin segerr yang pasti jadi membuat betah lama-lama disini.

  17. Apa yang terjadi kalau pantangan dilanggar, Mas?
    Ternyata berhubungan dengan Kian Santang, to. Saya pernah dengar namanya dan agak akrab tapi lupa siapa. Jadi penasaran, nih. Apa di film kolosal, ya?

  18. Nah jadi pingin ke air terjun kan,, berenang.. meski belum bisa berenang si,wkwkwkw
    Main air sambil berenang-berenangan

  19. kalau main ke alam kayak gini tuh selalu berpegang prinsip, pergi dan pulangnya gak boleh nambah atau ngurangin apapun. pamali. hehe

  20. Gunung Salak emang selalu kental dengan misteri kak.

    Aku srg denger dan ntn video yutub para traveller yg berbagi cerita dari sana. Salah satunya menyebut air terjun ini.

    Duh emang kelihatan sayubb gtu sih klo dri foto nya kakak juga.. Yah klo kesana yg penting usahain ga ngelanggar aturan dan pantangan ya

  21. wah aku suka lihat film legenda kian santang di sinetron. ternyata mendengarkan kisahnya lebih mendebarkan ya..suka sama mitos seperti ini. pandangan larangan kemah malam jumat bikin dag dig dug juga dan seharusnya memang dipatuhi.

  22. Pantangannya standar masuk akal buat kelestarian bumi juga sich.. yg merinding itu ga boleh kemah di malam jumat karena ada suara gamelan dan kereta kencana.. kenapa juga tuch gamelan sama keretanya bikin acara di malam jumat… bagi saya malam jumat identik dengan klenik dan mistik…coba ganti hari lain pasti nuansanya beda…??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *