Download Kumpulan Cerpen Prosa Tujuh

Prosa Tujuh adalah sebuah komunitas menulis serius. Beberapa personelnya kukenal seperti Adri A. Lubis dan Jein Octaviany. Kali ini mereka membuat kumpulan cerpen sebagai sumbangsih kampanye #dirumahaja sebagai reaksi dari pandemi Covid-19.

Kumpulan cerpen ini bisa diunduh di sini. Total ada 25 cerita pendek di dalamnya.

Buku digital ini gratis agar kamu #betahdirumah. Sekeluarga cerita pendek dari beberapa penulis Prosatujuh.

Sedikit catatan setelah membaca kumpulan cerpen ini. Beberapa hari lalu di Facebook, kulihat Dadang Ari Murtono menulis bahwa wabah ini sudah melampaui imajinasi fiksi. Setelah itu ada tulisan lain yang menggambarkan bahwa peristiwa penolakan jenazah perawat yang meninggal karena Covid-19, orang-orang yang mudik lalu menyebarkan penyakit, adalah hal yang belum bisa dicapai imajinasi fiksi.

Dalam pada itu, aku teringat bahwa dalam menulis sastra selalu ada 2 hal yang diacu. Pertama, eksplorasi gagasan. Kedua, eksplorasi bentuk dan gaya penulisan.

Aku ingin bilang bahwa kumpulan cerpen Prosa Tujuh ini secara baik melakukan yang pertama. Sebagian besar penulis berusaha menyajikan gagasan atau peristiwa yang jarang diangkat dalam realisme.

Tentu saja, hal itu adalah kabar baik. Meski secara bentuk dan gaya, penulis-penulis di dalamnya bisa jadi belum memiliki keberanian lebih untuk mencoba. Atau bisa jadi karena referensi cerpen yang dibaca belum terlalu kaya. Hanya Jein mungkin yang berusaha berbeda, meskk bentuk dan gaya yang dipakainya sebenarnya lazim digunakan cerpenis koran pada 2005-2012.

Kabar terbaiknya, ada satu cerpen yang istimewa di mataku. Judulnya Mama Tidak Perlu Laporan karya Faris Rega. Elemen-elemen fiksinya begitu kuat. Terutama karakternya/penokohannya. Aku sampai bergidik saat membaca cerpen ini karena sang penulis begitu berhasil membuat kalimat demi kalimat, baik suara batinnya maupun suara yang diucapkan tokoh.

Mau tahu seperti apa cerita yang membuatku terkagum-kagum? Silakan download kumpulan cerpennya.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *