Definisi dan Karakteristik Penelitian

Kata research atau dalam bahasa Indonesia ditulis riset memiliki arti penelitian. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), riset adalah penyelidikan (penelitian) suatu masalah secara bersistem, kritis, dan ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengertian, mendapatkan fakta yang baru, atau melakukan penafsiran yang lebih baik. Sementara itu, Leedy dan Ormrod (2010) mendefinisikan riset sebagai berikut:

“Research is a systematic process of collecting, analyzing, and interpreting information (data) in order to increase our understanding of a phenomenon about which we are interested or concerned”

[Penelitian adalah proses sistematis dari kegiatan pengumpulan, analisis, dan interpretasi informasi (data) dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengetahuan atas suatu fenomena yang menarik perhatian kita].

Berdasarkan definisi riset di atas, ada beberapa karakteristik dari suatu penelitian yang dapat membedakan suatu kegiatan tertentu dapat disebut riset ataukah tidak. Karakteristik riset tersebut antara lain:

  1. Riset berawal dari adanya sebuah pertanyaan atau permasalahan. Pertanyaan yang belum terjawab atau permasalahan yang belum terpecahkan menjadi titik awal dari suatu kegiatan penelitian.
  2. Riset memerlukan suatu tujuan yang jelas. Tujuan penelitian perlu ditetapkan dengan jelas  dan dapat menjawab pertanyaan penelitian atau permasalahan penelitian yang akan diselesaikan atau dicari jawabannya.
  3. Riset memerlukan rencana yang spesifik agar dapat dilaksanakan. Perencanaan dan desain dalam suatu penelitian diperlukan sebagai rute yang akan ditempuh dalam mencapai tujuan penelitian.
  4. Permasalahan utama dalam riset biasanya dapat dibagi menjadi beberapa sub permasalahan penelitian. Hal ini merupakan salah satu strategi dalam mencapai tujuan penelitian. Apabila sub-permasalahan penelitian dapat terpecahkan, permasalahan utama penelitian pun akan dapat terselesaikan dengan lebih praktis dan sistematis.
  5. Riset dipandu oleh permasalahan penelitian yang spesifik, pertanyaan penelitian, atau hipotesis penelitian. Ketika permasalahan dan sub-permasalahan teridentifikasikan, seorang peneliti biasanya dapat membuat satu atau lebih hipotesis. Hipotesis adalah dugaan yang logis dan masuk akal yang berdasarkan pengetahuan. Hipotesis dapat memberikan penjelasan sementara atas sebuah fenomena yang dihadapi dan membantu peneliti untuk mengarahkan pemikiran pada sumber informasi yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan penelitian.
  6. Riset menerima asumsi-asumsi penting dalam penelitian. Kedudukan asumsi dalam penelitian seperti aksioma yaitu terbukti sendiri dan valid.
  7. Riset memerlukan sekumpulan data dan interpretasi data untuk menyelesaikan permasalahan penelitian. Seorang peneliti mengumpulkan data yang tepat dan sesuai, kemudian mengolah data agar memiliki makna dan dapat diinterpretasikan.
  8. Proses riset bersifat siklus (berulang) atau bahkan spiral. Siklus dalam proses penelitian dapat diringkas sebagaimana ditunjukkan pada gambar 2.1.

Riset dan Bukan Riset

Ada beberapa kekeliruan tentang aktivitas yang dianggap suatu riset padahal hal tersebut bukanlah riset. Berdasarkan karakteristik riset yang telah disebutkan sebelumnya, Leedy dan Ormrod, (2010) menyebutkan beberapa anggapan keliru tentang aktivitas yang dianggap riset, antara lain:

  • Riset bukan sekadar kegiatan mengumpulkan informasi (information discovery).

Seseorang yang pergi ke perpustakaan untuk mempelajari suatu teori tertentu, misalnya teori gravitasi, belum dapat dikatakan telah melakukan research, tetapi lebih tepat disebut sebagai information discovery dan pembelajaran reference skills.

  • Riset bukan sekadar kegiatan memindahkan fakta dari satu lokasi ke lokasi lainnya tanpa adanya interpretasi data.

Kegiatan mengumpulkan data realisasi anggaran berbagai wilayah dan beberapa waktu, dan menyusunnya ke dalam sebuah tulisan tidak teranggap sebuah research, tetapi lebih tepat disebut sebagai fact summarization. Hal ini karena tidak terdapat interpretasi data yang merupakan inti dari sebuah penelitian.

  • Riset bukan hanya membuka-buka berbagai informasi (rummaging) atau yang lebih tepat dinamakan dengan exercise in self enlightment.

Sebuah kantor pemerintah memerlukan tanah dalam rangka rencana pembangunan gedung baru. Kegiatan pengumpulan informasi tentang harga tanah, lokasi tanah, dan luas tanah di berbagai tempat bukanlah sebuah penelitian.

  • Riset bukanlah slogan yang digunakan untuk mencari perhatian.

Banyak iklan produk menyertakan kata-kata riset agar dikatakan bermutu sehingga menarik perhatian konsumen dan mau membeli produk tersebut.

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *