Kerugian Negara dalam Pengelolaan Keuangan Negara

Dalam pembukaan Undang-undang Negara Tahun 1945, alinea IV, dikatakan bahwa tujuan bernegara kita adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Dalam mencapai tujuan tersebut, dibentuklah pemerintahan negara yang menyelenggarakan fungsi pemerintahan yang kemudian menimbulkan hak dan kewajiban negara yang…

Diktator Konstitusional dan Hukum Pengecualian | Jimly Asshiddiqie

DIKTATOR KONSTITUSIONAL DAN HUKUM PENGECUALIAN Oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH. PENDAHULUAN             Di semua negara konstitusional modern, ketika merumuskan apa saja aturan-aturan dasar bernegara yang perlu dituangkan dalam satu naskah konstitusi sebagai kesepakatan tertinggi mengenai pola-pola yang diidealkan dalam hubungan (i) di antara sesama warga negara, (ii) antara warga negara dengan organ-organ atau jabatan-jabatan…

Kewenangan Pelaksana Tugas (Plt) dan Pelaksana Harian (Plh) Selama Masa Kedaruratan

Menurut Undang-undang No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, (Plh) Pelaksana Harian dan (Plt) Pelaksana Tugas sama-sama keduanya ditunjuk oleh atasan pegawai yang bersangkutan di saat pejabat definitif berhalangan untuk menjalankan tugas. Pelaksana Harian (“Plh”) adalah pejabat yang melaksanakan tugas rutin dari pejabat definitif yang berhalangan sementara, sedangkan Pelaksana Tugas (“Plt”) adalah pejabat  yang melaksanakan tugas rutin dari pejabat definitif yang berhalangan tetap….

Mengenal Jenis Penerbit Beserta Keunggulan dan Kelemahannya

Pernah nggak sih kamu mendengar orang-orang yang menyebut penerbit mayor? Aku sih suka iseng menjawab bukuku terbit di penerbit letnan tiap kali ada yang bertanya apakah bukuku diterbitkan di penerbit mayor. Istilah penerbit mayor sendiri sebenarnya bukan tentang jenis penerbitan. Salah persepsi jika beranggapan penerbit mayor adalah lawan dari penerbit indie. Barangkali terminologi tersebut mereka…

Sesudah Membaca “Fragmen: Sajak-sajak Baru” Goenawan Mohamad

Berkat WFH, aku jadi berkesempatan membaca lagi buku sajak Goenawan Mohamad. Judulnya “Fragmen: Sajak-sajak Baru”. Cetakan pertamanya September 2016. Rasanya aku punya dua buah buku ini. Keduanya kubeli dengan harga obral. 10 ribuan. Sedih memang bila melihat nasib buku sastra, apalagi puisi. Nasibnya seringkali berakhir diobral. Di satu sisi, aku senang sih karena mendapatkan buku GM yang sedemikian berharga dengan harga murah. Takut…

1 2 3 4 53