Tiga Catatan Terakhir, dimuat di Jurnal Bogor, 18 April 2010

Mereka Bilang Aku Kunang-Kunang Seharusnya aku ikut mati bersamamu. Seharusnya aku tak lari meninggalkanmu. Seharusnya aku menggendongmu di pundakku ketika aku melihat kau yang tiba-tiba terbaring di tengah kerumunan orang-orang yang berlarian. Aku kerumunan itu. Aku orang-orang yang tak mampu menyembunyikan ketakutan. Aku orang-orang yang takut airmataku sendiri akan membunuh atau membuatku menggelepar-gelepar melebihi rasa…

Kritik: Pringadi AS, Cinta, dan Sisi Gelap Manusia oleh Ardy Kresna Crenata

TULISAN ini saya tujukan sebagai sebuah kritik atas cerpen-cerpen Pringadi Abdi Surya yang terkumpul dalam Dongeng Afrizal. Layaknya sebuah kritik, maka selain kelebihan-kelebihan, saya pun akan mencoba menunjukkan kelemahan-kelemahan cerpen-cerpen tersebut. Tentunya bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk menawarkan informasi-informasi sehat yang barangkali bisa dijadikan bahan diskusi ke depannya. Hubungan saya sendiri dengan Pringadi saya anggap baik, meski kami…

Download Kumpulan Cerpen Pringadi Abdi Surya: Dongeng Afrizal

Dongeng Afrizal adalah kumpulan cerpen Pringadi Abdi Surya yang pertama, terbit tahun 2011. Sebagian cerpen di dalamnya sudah pernah dimuat di koran. Dalam kumpulan cerpen ini pula, saya banyak bermain imajinasi dan pola-pola kejutan (plot-twisted) yang katanya sih, cukup sulit tertebak. Silakan diunduh ya. Ada 15 cerita di dalamnya. Mulai dari Surat Kedelapan hingga Senja Terakhir di…

Cerpen Pringadi Abdi: Densha Otoko

Cerpen ini dimuat di  Berita Pagi, 30 Januari 2011 Bertemu cerpenis itu, aku tiba-tiba melihat kereta seperti keluar dari matanya. Kereta dengan gerbong-gerbong yang sesak dan penuh. Para penumpang duduk dan berdiri, tanpa membeda-bedakan kelamin, sebab tak pernah ada feminis berdada setengah terbuka yang berani naik kereta ekonomi, Jogja—Jakarta, delapan jam, dikebuli asap rokok, bau keringat,…

Kepada Kamu, Bab I

Kepada Kamu. Aku tahu napasmu masih terengah-engah bakda meloloskan diri dari satpam penjaga pintu gerbang. Dan sebentar lagi, kamu akan merasa panik, sebab buku PR Matematika yang telah kamu kerjakan semalaman ketinggalan di rumah. Tenang saja, hari ini Pak Oman tidak mengajar. Sebagai gantinya, ia hanya akan meminta murid-murid mengerjakan latihan soal-soal dan tidak dikumpulkan….

1 4 5 6 7 8 17