Download Kumpulan Cerpen Prosa Tujuh

Prosa Tujuh adalah sebuah komunitas menulis serius. Beberapa personelnya kukenal seperti Adri A. Lubis dan Jein Octaviany. Kali ini mereka membuat kumpulan cerpen sebagai sumbangsih kampanye #dirumahaja sebagai reaksi dari pandemi Covid-19. Kumpulan cerpen ini bisa diunduh di sini. Total ada 25 cerita pendek di dalamnya. Buku digital ini gratis agar kamu #betahdirumah. Sekeluarga cerita…

Review Bertarung Dalam Sarung: Identitas dan Keberanian Sudut Pandang

Aku menyimpan rasa bersalah terhadap Alfian Dippahatang. Pernah suatu ketika dia mengirimkan naskah novelnya ke tempat aku bekerja. Kebetulan aku ditunjuk untuk menangani naskahnya. Hanya saja karena sejumlah kesalahpahaman dan kekurang-cakapanku, aku tidak lagi berada di penerbit itu, dan naskah novel Alfian itu terlantar. Sepertinya, naskah tersebut sudah terbit di sebuah penerbit lain. Yang tak…

Tokoh Paling Sempurna untuk Sebuah Fiksi | Bab I

Aku berani bertaruh, orang-orang di gerbong kereta ini sama sekali tak peduli kebenaran tentang bentuk bumi. Ketimbang memperdebatkan bumi bulat atau bumi datar, di dalam hati, mereka kebanyakan berdoa dan bertanya-tanya, semoga kereta yang melaju ini tidak mengalami hambatan di perjalanan. Rel anjlok, gangguan sinyal masuk stasiun, dan antrean di Manggarai, jauh lebih penting dari…

Resensi Kumpulan Cerpen Danarto: Berhala

Dunia Sufistik ala “Danarto” oleh Hendy Pratama* DANARTO, dalam menciptakan cerpen-cerpennya, acap kali tidak terlepas dari dunianya sendiri yang magis dan absurd. Sebelum membaca buku ini, para penggemar Danarto telah tergiring pada suasana sonya ruri dalam buku-buku terdahulunya seperti Godlob dan Adam Ma’rifat. Umar Kayam (penulis kata pengantar di buku ini), memberi istilah berupa dunia alternatif; dunia yang sengaja…

Cerpen Pringadi Abdi | Menjadi Sebuah Pepaya

  “Kenapa kamu ingin menjadi pepaya?” “Karena Pak Habibie sudah tak ada….” Aku termenung mendengar jawaban anak muridku. Baru saja kutanyai cita-cita mereka satu per satu. Ada yang menjawab ingin jadi dokter, jadi pilot, jadi tentara. Tiba giliran Misman. Dia bilang ingin jadi pepaya.

1 2 3 4 5 17