Tokoh Paling Sempurna untuk Sebuah Fiksi | Bab I

Aku berani bertaruh, orang-orang di gerbong kereta ini sama sekali tak peduli kebenaran tentang bentuk bumi. Ketimbang memperdebatkan bumi bulat atau bumi datar, di dalam hati, mereka kebanyakan berdoa dan bertanya-tanya, semoga kereta yang melaju ini tidak mengalami hambatan di perjalanan. Rel anjlok, gangguan sinyal masuk stasiun, dan antrean di Manggarai, jauh lebih penting dari…

Resensi Kumpulan Cerpen Danarto: Berhala

Dunia Sufistik ala “Danarto” oleh Hendy Pratama* DANARTO, dalam menciptakan cerpen-cerpennya, acap kali tidak terlepas dari dunianya sendiri yang magis dan absurd. Sebelum membaca buku ini, para penggemar Danarto telah tergiring pada suasana sonya ruri dalam buku-buku terdahulunya seperti Godlob dan Adam Ma’rifat. Umar Kayam (penulis kata pengantar di buku ini), memberi istilah berupa dunia alternatif; dunia yang sengaja…

Cerpen Pringadi Abdi | Menjadi Sebuah Pepaya

  “Kenapa kamu ingin menjadi pepaya?” “Karena Pak Habibie sudah tak ada….” Aku termenung mendengar jawaban anak muridku. Baru saja kutanyai cita-cita mereka satu per satu. Ada yang menjawab ingin jadi dokter, jadi pilot, jadi tentara. Tiba giliran Misman. Dia bilang ingin jadi pepaya.

Download Cerpen Kompas Semester I Tahun 2019

Siapa yang suka baca cerpen Kompas? Ini aku kumpulkan cerpen-cerpen Kompas yang sudah diunggah ulang di Lakon Hidup dalam bentuk pdf. Silakan unduh atau download cerpen Kompas Semester I Tahun 2019 ini ya. Buat perhatian, file dipassword catatanpringadi.com. Buat siapa pun yang mendownloadnya, jangan bagikan filenya, tapi bagikan linknya ya. Terima kasih. Cerpen Kompas Semester I…

Cerpen Pringadi Abdi | Paradoks Gagak

Cerita ini sayangnya gagal memenangkan Kompetisi Menulis Cerpen Indonesiana. Ia hanya masuk 22 naskah terpilih di luar naskah yang menjadi juara. “Kalau kau percaya reinkarnasi, di kehidupan selanjutnya, kau ingin jadi apa?” Kalimat itulah yang terakhir kuingat. Tanpa tahu, siapa yang mengucapkannya. Saat membuka mata, kulihat patung-patung dengan banyak wajah di hadapanku. Aku mengenal patung-patung…

1 2 3 4 5 17