Sudah Benarkah Cara Cuci Tanganmu?

Tahukah kita kalau hari ini adalah Hari Cuci Tangan Sedunia? Penetapan 15 Oktober sebagai Hari Cuci Tangan Sedunia dilakukan pada Pertemuan Tahunan Air Sedunia (Annual World Water Week) yang berlangsung pada 17-23 Agustus, 2008 di Stockholm. Hal ini selaras dengan penetapan tahun 2008 sebagai tahun sanitasi internasional.

Meski terlihat remeh, perilaku mencuci tangan dengan sabun adalah upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia. Lebih dari 5.000 balita penderita diare meninggal setiap hari di seluruh dunia. Sebabnya adalah kurangnya akses air bersih dan sanitasi serta pendidikan kesehatan. Hal paling sederhana yang bisa diubah adalah perilaku mencuci tangan. Berdasarkan penelitian, mencuci tangan dengan benar bisa mengurangi angka kematian diare hingga hampir 50%.

Bagaimana Cara Mencuci Tangan?

Banyak orang masih asal-asalan mencuci tangan. Keran dibuka, air mengucur, lalu tangan dibasuh-basuh sesukanya. Langkah tersebut ternyata keliru. Cuci tangan yang baik dan benar ada langkah-langkahnya.

Pertama, basahi tangan dengan air yang mengalir. Setelah itu tuangkan sabun cuci tangan secukupnya. Jangan lupa, matikan air terlebih dahulu sebagai upaya menghemat air.

Nah, baru ikuti 6 bagian tangan yang harus digosok:

  1. Usapkan 2 telapak tangan. Gerakkan secara memutar.
  2. Usap jari-jari, selipan jari-jari. Lalu tangan kanan dan kiri saling mencengkeram.
  3. Gosok kuku-kuku dengan mengaitkan ruas atas jari satu sama lain.
  4. Gerakkan memutar di jempol dan sela antara jempol dan telunjuk.
  5. Gosok punggung tangan secara memutar.
  6. Gosok telapak tangan bagian bawah dengan jari-jari hingga pergelangan tangan.

Setelah itu, baru hidupkan air. Bilas tangan. Lalu keringkan dengan handuk bersih atau tisu.

Nah, gimana, sudah benar belum cara cuci tangan kita? Yuk, kita ajarkan cuci tangan yang benar ini ke keluarga kita. Hal seserhana seperti ini bisa mencegah kita terserang kuman dan bakteri sehingga kita bosa tercegah dari serangan penyakit. Tunggu apalagi!

Pring

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di Subdit Pembinaan Proses Bisnis dan Hukum, Direktorat Sistem Perbendaharaan. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini suka jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *