All posts by Pringadi As

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di KPPN Sumbawa Besar. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini baru saja memenangkan Treasury Writer Festival 2013, sebuah apresiasi yang diberikan oleh Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan kepada para pegawainya yang berkecimpung dalam kepenulisan. Juga menjadi salah satu pengelola http://www.perbendaharaankata.com yang menjadi wadah literasi Ditjen Perbendaharaan ke depannya.

Undangan antologi puisi melawan corona

PUISI MELAWAN CORONA

Virus Corona atau COVID-19 sudah menjadi wabah dunia. Per tanggal 20 Maret 2020 pukul 17.00, tercatat 244.525 kasus di dunia, 86.032 sembuh, serta 10.031 meninggal dunia. Di Indonesia pada tanggal yang sama sudah tercatat 369 kasus, 17 sembuh dan 32 meninggal dunia. Berbagai prediksi yang dilakukan oleh beberapa lembaga penelitian mengindikasikan kemungkinan kasus ini akan meningkat di Indonesia sampai beberapa bulan ke depan.

Pemerintah Republik Indonesia juga sudah membentuk Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Semua potensi bangsa dikerahkan untuk ikut serta menangani wabah ini dengan kemampuan masing-masing.

Bagaimanakah peran penyair? Para penyair tentu tidak akan terlibat langsung dalam penanganan COVID-19 di lapangan. Tetapi para penyair harus mampu menyatukan semua energi positif bangsa dengan cara menggugah kesadaran bahwa ini adalah perang kita bersama.

Untuk itu, Yayasan Dapur Sastra Jakarta ingin menerbitkan sebuah buku kumpulan puisi dengan tema “Puisi Melawan Corona”. Melalui buku ini, diharapkan semua energi positif bangsa yang tertuang dalam puisi para penyair akan terkumpul, menggugah kesadaran serta menyemangati kita bersama.

Kirimkan satu puisi Anda tentang Corona atau COVID-19 dari perspektif apa saja ke alamat kreasi.dsj@yandex.com, paling lambat tanggal 31 Maret 2020 pukul 23.55 WIB.

Ketentuannya adalah: terbuka untuk siapapun yang berminat, ditulis dalam Bahasa Indonesia, panjang puisi maksimal 35 baris (termasuk baris spasi), biodata maksimal 50 kata, diikirim dalam bentuk berkas doc melalui mail attachment.

Kurator akan memilih 150 puisi terbaik untuk diterbitkan dalam buku kumpulan pusi “Puisi Melawan Corona” oleh Yayasan Dapur Sastra Jakarta.

Setiap penyair yang puisinya dimuat pada buku ini nanti tidak diberikan honor dan akan mendapatkan satu buku secara gratis. Jika ingin memiliki lebih dari satu dapat dilakukan dengan mengganti ongkos cetak.

Buku ini tidak akan diperjualbelikan, dan akan dibagikan kepada berbagai perpustakaan dan pihak-pihak yang terkait.

Buku ini diterbitkan oleh Teras Budaya Jakarta untuk Yayasan Dapur Sastra Jakarta.
Project Leader: Riri Satria
Kurator puisi: Remmy Novaris DM, Conie Sema, Nunung Noor El Niel, serta Rissa Churria.

Terima kasih, salam kreatif!

Tips Menginap di Hotel Selama PANDEMI Virus Covid-19

Batavia apartment

Sabtu (14/3) lalu, seharusnya aku bersama keluarga menginap di Batavia Apartments, Hotel & Serviced Residence yang terletak di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Sudah jauh-jauh hari kupesan hotel bintang 4 tersebut karena mendapatkan promo hotel dari Traveloka.

Sampai Sabtu pagi, aku masih berkeinginan berangkat. Namun, melihat Hanna (anak pertamaku) masih belum sembuh betul flunya, ditambah situasi yang semakin tidak kondusif terkait Covid-19, sekitar pukul 11 siang kuputuskan batal berangkat. Sebab, jauh pula dari Bogor, kasihan Hanna yang suka mabuk kalau naik mobil, sementara kami tak berani lagi naik KRL.

Kutawarkan kepada adikku yang bekerja di Cikini. Alhamdulillah, akhirnya voucher hotelku tidak hangus. Ia bersedia menginap semalam di sana, sambil kukatakan kepadanya, “Nanti foto-fotoin ya hotelnya.”

Staycation yang menjadi gaya hidupku pun terpaksa terganggu dengan kehadiran Covid-19. Bahkan, jadwal Staycationku pada 4 April di Hotel Santika, Depok pun terancam batal jika pandemi ini belum berakhir. Apalagi status bencana nasional sekarang diperpanjang hingga 29 Mei 2020.

Ketakutan terbesar dari merebaknya Covid-19 ini adalah bukan soal kita yang terkena virus tersebut, melainkan ketakutan kita membawa virus tersebut dan kemudian menularkannya kepada orang yang lebih berisiko mengalami infeksi penyakit sekunder.

Setidaknya ada beberapa hal atau tips yang perlu diperhatikan saat kamu menginap di hotel pada masa pandemi Covid-19 ini. Apa saja itu?

Pilih Hotel Baik-baik

Pastikan hotel yang kamu pilih sudah menerapkan protokol yang cukup memadai dalam mengantisipasi persebaran virus. Misalnya, adanya jaminan bahwa kamar di hotel tersebut selalu dibersihkan dengan disinfektan, ketersediaan handsanitizer dan protokol-protokol lainnya. Biasanya hal-hal itu mereka sosialisasikan di web atau di medsos mereka.

Kamu juga mengece review-review mengenai kebersihan hotel oleh pelanggan di Traveloka. Pastikan hasil evaluasi pengunjung hotel tersebut selalu baik soal kebersihan.

Tetap Cuci Tangan

Mencuci tangan adalah cara yang bisa dilakukan oleh diri sendiri untuk mencegah penularan virus. Pastikan selalu sudah mencuci tanganmu dengan sabun (atau bila tidak dengan hand sanitizer) sebelum kamu memegang bagian muka di sekitar mulut, hidung, dan mata. Sebab, virus Covid-19 masuk ke tubuh manusia ke saluran pernapasan di mana hanya di tiga tempat tersebut salurannya.

Bawa Pembersih Sendiri

Jika kamu tidak yakin dengan kebersihan kamar hotel, bawalah pembersih sendiri. Bisa berupa tissue basah, hand sanitizer, atau bahkan disinfektan.

Bagian yang paling penting dibersihkan adalah bagian-bagian yang mungkin disentuh oleh tangan orang lan seperti kenop pintu, gagang telepon, gagang toilet, remote televisi dan AC, serta keran di kamar mandi.

Hindari Minum dari Gelas

Sering terdapat imbauan untuk tidak memakai gelas hotel. Dalam hal ini apalagi. Tidak ada jaminan bahwa gelas yang disediakan hotel dibersihkan dengan benar. Sebab, cara yang benar untuk membersihkan gelas dari virus adalah dengan merendam gelas tersebut dengan air panas. Jadi, kalau tidak mau bawa gelas sendiri dari rumah, ya selalu sedia air mineral.

Bawa Selimut atau Sprei Sendiri

Cara terakhir ini memang merepotkan. Tapi kalau memang butuh banget ke hotel, dan masih merasa insecure dengan kebersihan hotel, ya mau tidak mau harus bawa selimut atau sprei sendiri. Sebab katanya, ada saja hotel yang malas mengganti sprei dan selimut hotel. Hanya dibersihkan ala kadarnya.

Hotel sendiri sebenarnya punya cara-cara khusus untuk melayani pelanggan pada masa ini. Ini menjadi catatan tambahan bahwa hotel menyediakan minuman rempah-rempah seperti minuman pala, sari jahe, temulawak, atau kunyit yang diyakini bisa menambah daya tahan tubuh kita.

Semoga wabah ini segera berakhir sehingga kita nggak was-was mau Nginep mana lagi di Jabodetabek karena bisa jadi cerita berkesan untuk keluarga. Sebab, staycation adalah gaya hidup. Ehemm.

Puisi Aris Setiyanto

SEPANJANG JALAN CORNICHE

sepanjang jalan corniche
menuju taman mia
di mana ombak menghentak jiwa
aku merindukan
: tanah kelahiran
—kibar dwiwarna
dan keberadaanmu selalu
yang bergerilya menjajahi hatiku

seperti apa rasa kesepian?
saat malam melepas layar
memaksa senja terasingkan
gelap menyesap secangkir kisah
bertabur rerintik bintang

satu sinar permintaanku
satu sinar permohonanku
melesatlah. oh, kabulkanlah!

Temanggung, 15-10-2019

ALE

seorang tanpa nama
beta mencari ale di jalan-jalan
menuju sekolahan
menuju tempat kerja
di tempa— di mana
kesibukkan ditumpahkan hari senin

minggu yang berlalu
semakin sepi tanpa kata
kalau beta bersua ale lagi
bertanya nama
barangkali alasan kita sama-sama
memiliki teduh di mata

Temanggung, 20-10-2019

DI BANGKALAN

—kita menjelangi subuh
mencari semua rasa hati
pada seporsi nasi serpang
di pinggir jalan
aku menemukanmu
sebelum jam sepuluh pagi

kita menjadikan daun agel tali
tas dikirim ke luar negeri
merajut kasih dan berkisah
cintaku hingga belasan tahun
tapi berjamur
dan mudah rusak

Temanggung, 28-10-2019

SEGO TEMPONG

segala sesuatunya
disiapkan mentah termasuk
cinta dan rindu
dengan aroma laut
telah menampar satu
indera di antara lima simpang

tapi bukan perihal itu
bagaimana ia disebut
adalah panas bumi
menyayat kulit ari
tetes air mata bahkan
terlerainya ikatan

Temanggung, 01-11-2019

IKAN SAPETAN

kau telah menjepit tubuh
sebelum diasap
mereka adalah ikan pari
—ikan laut mengepul
pada nyala bara
kipas bambu

dengan bumbu bambu
sekali lagi (asap) partikel
namun masih mentah
sehingga tak bersua
bibir indah nona
lidah yang menari itu

Temanggung, 31-10-2019

Aris Setiyanto adalah seorang fan JKT48 yang hobi menulis puisi.

Tak Mungkin Tak Ada Puisi yang Bisa Aku Bawa Kembali ke Sumbawa

1.
empat pengembara muda memutuskan meminta
menjadi anak-anak lagi, ketika sebuah lampu tua
mereka temukan di perjalanan, “kita tak akan lagi
bingung soal cinta, atau patah hati.”

karena perasaan kadangkala terbagi seperti
bertemu persimpangan, kanan, kiri atau lurus saja
kemudian mereka berdebat arah mana lebih cepat
untuk mencapai kebahagiaan.

kecuali dalam pendakian, mereka bersepakat
untuk mencondongkan badan lima belas derajat
agar berkurang beban yang mesti ditopang
agar beringsut sakit yang harus diapit

2.
karena kehidupan adalah bagian dari kesalahan
mereka begitu ingin membenahinya

melihat sepeda, ada rindu yang ingin mengayuhnya
sampai jauh, sampai bertemu sebuah air terjun

dimakamkan perasaan, dalam sebuah genangan
suatu hari, mereka akan tenggelam. terendam.

3.
seseorang yang kemudian tersesat, menyeberang
dari kayangan. suara ombak tidak berisik
ia memutuskan tertidur dan bermimpi
bertemu lagi seorang gadis yang akan membuatkan
secangkir teh dan semangkuk cium di pagi hari

tetapi tak ada bis sore itu, yang bersedia
mengantarkannya ke sumbawa. padahal cahaya
sudah berangkat menuju kepulangan. juga
satu per satu cinta telah pergi, mencari cara
terbaik untuk kembali dan dikatakan.

seseorang yang kemudian tersesat, bertaruh
jika tuhan benar ada, ia pasti akan sampai
dan sampailah dia, tetapi di hatinya ia masih
tak yakin, apakah tuhan benar-benar ada?

Air Terjun Pelman di Plampang, Sumbawa

Air terjun Pelman, ada yang pernah dengar? Air terjun Pelman ini termasuk salah satu air terjun yang belum sempat kukunjungi selama di Sumbawa. Aku baru mendengar kisahnya dari temanku, Taufik Rahman, yang waktu itu mendampingi Cerca Trova membawa turinsya dari Switzerland.

Di mana letak Air Terjun Pelman?

Air terjun Pelman terletak di Dusun Sejari, Plambang, Sumbawa. Jarak tempuh dari Kota Sumbawa sekitar 68 km atau waktu tempuhnya kira-kira 1-1,5 jam perjalanan. Letaknya tersembunyi di lereng Gunung Jaran Susang, Kamu hanya perlu berjalan kaki kurang lebih 30 menit untuk mencapai air terjun ini. Jangan khawatir dengan rute trekingnya, karena rutenya terbilang landai. Malah ada yang bilang kalau jalur ke sini adalah jalur paling santai menyusuri sungai, melewati bendungan kecil, dan hutan jati.

Buat yang belum tahu, Jaran Susang adalah nama sebuah perbukitan di Sumbawa yang memiliki ketinggian 1. 200 meter dari permukaan laut. Jaran adalah bahasa Sumbawa yang berarti Kuda, sementara Susang adalah bahasa Sumbawa yang berarti terbalik, dua kata itu terangkai menjadi Jaran Susang yang berarti Kuda terbalik.

Ada satu aktivitas yang tidak bisa ditolak dari air terjun ini, yaitu melompat dari atas air terjun. Apalagi ketinggiannya tidak terlalu tinggi, hanya 3 meter lebih sedikit. Di bawahnya kolam kehijauan sangat menyegarkan.

Air terjun Pelman
Foto: Farhan Syadli

Meski sangat menggoda, kamu tetap harus berhati-hati karena sisi terdalam dari kolam ini diperkirakan mencapai 7 meter.

Sebenarnya, ada dua air terjun di lokasi ini. Lokasi yang lebih populer untuk diberenangi adalah lokasi kedua. Jarak antara air terjun pertama dan kedua kurang lebih 500 meter.

Baca Juga: Seri Air Terjun di Sumbawa
- Air Terjun Ai Nyember
- Air Terjun Teba Tewa
- Air Terjun Ai Beling
- Air Terjun Ai Puti
- Air Terjun Agal dan Sebra
Air Terjun Pelman
Foto: Taufik Rahman. Lokasi 1.
Foto: Taufik Rahman. Lokasi 2.