All posts by Pringadi As

Pringadi Abdi Surya. Dilahirkan di Palembang, 18 Agustus 1988. Pernah terpilih menjadi Duta Bahasa Sumatra Selatan 2009. Sekarang tengah bertugas di KPPN Sumbawa Besar. Lulusan Akuntansi Pemerintahan STAN 2010 ini baru saja memenangkan Treasury Writer Festival 2013, sebuah apresiasi yang diberikan oleh Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan kepada para pegawainya yang berkecimpung dalam kepenulisan. Juga menjadi salah satu pengelola http://www.perbendaharaankata.com yang menjadi wadah literasi Ditjen Perbendaharaan ke depannya.

Staycation di Wisma Tubagus Ismail, Dago

Namanya Wisma Tubagus Ismail Dago. Letaknya di sebelah Wisma LIPI, sebuah penginapan yang dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan berlokasi di Jalan Tubagus Ismail Raya No. 6, Lebakgede, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40134.

Nah, akhir pekan ini, tanpa direncanakan, aku bersama keluarga staycation di Wisma Tubagus Ismail ini. Sebenarnya, ini bukan kunjungan yang pertama. Sebelumnya, tahun 2014 aku pernah mengantar kakak-kakakku menginap di sini setelah perjalanan melelahkan dari Banyumas, karena terjebak macet arus mudik di Nagreg. Perjalanan yang seyogyanya memakan waktu 8 jam, waktu itu menjadi nyaris 20 jam. Continue reading Staycation di Wisma Tubagus Ismail, Dago

Penulisan Huruf Kapital Sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat.

Misalnya:

Apa maksudnya?
Dia membaca buku.
Kita harus bekerja keras.
Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam. Continue reading Penulisan Huruf Kapital Sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

Sewa Apartemen Jogja yang Eksklusif dan Premium

Berlibur ke Jogja memang menjadi pilihan yang tepat jika ingin pergi ke destinasi wisata favorit dengan biaya yang relatif lebih ramah di kantong. Di Jogja, ada banyak sekali pilihan akomodasi dengan harga terjangkau yang dapat disesuaikan dengan budget liburan pribadi. Jika ingin merasakan sensasi menginap di hotel bintang lima dengan tarif hotel bintang tiga, pertimbangkan opsi sewa apartemen Jogja. Apartemen-apartemen di Jogja yang disewakan biasanya memiliki fasilitas kamar yang setara dengan hotel berbintang, tentunya dengan harga yang lebih murah. Beberapa apartemen bahkan memberikan pengalaman yang lebih eksklusif dengan fasilitas-fasilitas ala hotel bintang lima. Berikut diantaranya. Continue reading Sewa Apartemen Jogja yang Eksklusif dan Premium

Pengertian Paragraf dalam Bahasa Indonesia

Dalam sebuah tulisan atau karangan biasanya terdapat bagian yang agak menjorok ke dalam. Bagian yang itulah  yang disebut paragraf.

Pada dasarnya paragraf merupakan seperangkat kalimat yang saling berhubungan yang secara bersama dipakai untuk menyatakan atau mengembangkan sebuah gagasan. Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan dan didukung oleh himpunan kalimat yang saling berhubungan untuk membentuk sebuah gagasan. Continue reading Pengertian Paragraf dalam Bahasa Indonesia

Penulisan Huruf Miring Sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

Bagaimana sih penulisan huruf miring yang benar sesuai Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)? Apa kamu tahunya cuma kalau sebuah kata berasal dari bahasa asing berarti harus dimiringkan? Adakah ketentuan lainnya?

Penulisan huruf miring dalam PUEBI digunakan untuk beberapa hal, yaitu: Continue reading Penulisan Huruf Miring Sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

Perbedaan Kata “Akut” dan “Kronis”

Saya pernah menulis puisi. Kemudian, puisi itu dianalisis. Dalam analisis tersebut, sang penulis mengkritik (atau mempertanyakan) kata “akut” yang saya gunakan. Menurutnya, saya lebih tepat menggunakan “kronis”. Kayaknya, kedua kata tersebut sama, tetapi berbeda lho. Apa sih perbedaan kata “akut” dan “kronis”?

Sebelum menjawab itu, mungkin teman-teman mau membaca bagaimana puisi yang saya buat:


Sajak Cinta Buat Nda – Pringadi Abdi

di palembang, nda. hanya
di palembang, burung-burung tidak lagi
kepingin terbang, udara dingin menusuk
tulang, dan syalmu menanti
aku datang

rindu ini begitu akut, mengalahkan
gagak-gagak di tiang listrik
yang khusuk menanti kematian
di palembang, nda, jembatan ampera
masih tegak membelah sungai musi
yang keruh; cinta ini selalu penuh, meski
terkadang angkuh tetapi sungguh
tak ada kata-kata dari kesunyian
yang lebih indah dari kenangan
perjalananku denganmu

Terdapat baris “rindu ini begitu akut”. Kenapa bisa dibilang kata akut di sana tidak tepat?
Baiklah, kita simak bedanya arti akut dan kronis:
“Akut” diserap dari bahasa Belanda acuut (Ing. acute) dan berarti ‘timbul mendadak dan cepat memburuk’. Penyakit akut contohnya demam berdarah. “Kronis” diserap dari bahasa Belanda chronisch (Ing. chronic) dan berarti ‘berjangkit terus dalam waktu lama’. Penyakit kronis contohnya diabetes.
Singkatnya, akut = cepat; kronis = lambat.
Pertanyaannya, adalah apakah yang kumaksudkan adalah rindu tersebut datang mendadak lalu menjadi buruk ataukah rindu tersebut menjangkitku sedemikan lama?
Dan aku harus mengakui, kesalahan lirikku bukanlah pada “rindu yang begitu akut” karena lirik tersebut bisa menghasilkan dua tafsir di atas. Namun, perbandinganku dengan menuliskan gagak-gagak di tiang listrik yang khusuk menanti kematian yang telah menspesifikkan (atau menyempitkan) makna bahwa rindu itu telah menjangkit lebih lama. Sehingga benar, jika aku tetap mempertahankan perbandingan tersebut, kata yang tepat digunakan seharusnya adalah kronis.