Air Terjun Agal

Air Terjun Agal dan Sebra, Air Terjun Tertinggi di Sumbawa

Ada satu penyesalan yang tertinggal di Sumbawa. Aku tak sempat mengunjungi air terjun Agal dan Sebra yang merupakan air terjun tertinggi di Sumbawa.

Tidak terasa sudah lima tahun berlalu, aku belum juga berkesempatan mengunjungi Sumbawa. Aku hanya bisa memandangi kemegahan kedua air terjun tersebut lewat foto-foto temanku di Adventurous Sumbawa. Memang sial betul, eksplorasi kedua air terjun tersebut dilakukan sesaat setelah aku pindah dari Sumbawa.



Air Terjun Agal terletak di Dusun Beru, Desa Marente, Alas, Kabupaten Sumbawa. Waktu tempuh dari pusat kota Sumbawa ke Dusun Beru kira-kira 1,5 jam.  Setelah itu, kita harus berjalan kaki selama sekitar dua jam menyusuri jalan setapak. Melewati sungai dan hutan.

Menyusuri Rimba Olat Marente
Menyusuri Rimba Olat Marente. Foto: Cerca Trova
Melewati sungai Ai Kele

Sungai  yang dilalui berair cukup deras dan jernih. Air sungai Tiu Kele mengalir dengan debit yang cukup tinggi sepanjang tahun. Terutama musim hujan. Setelahnya, terbentang rimba raya hutan tropis dengan berbagai keanekaragaman hayati di dalamnya. Kawasan hutan Olat Marente namanya. Lembab. Dan sejuk.

Aliran sungai Tiu Kele inilah yang kemudian dirembug bersama warga untuk dikembangkan menjadi wisata river tubing yang dikelola oleh masyarakat Marente.

River Tubing di Sungai Tiu Kelep
River Tubing di Sungai Tiu Kelep. Foto: Cerca Trova

Itulah hebatnya teman-teman Adventurous Sumbawa. Ketika mengeksplorasi sebuah wilayah, mereka tidak hanya berwisata, tetapi juga berdiskusi dengan warga setempat untuk menggali potensi wisata yang ada, namun berbasis masyarakat. Dengan demikian, ada pemberdayanaan masyarakat di sana. Jangan sampai wisata berkembang, alam rusak, masyarakat terbengkalai.

Setelah 2 jam berjalan di rimba, Air Terjun Agal akan mulai terlihat

Air Terjun Agal
Foto dari Farhan Syadli. Ketua Adventurous Sumbawa

Air terjun Agal bertingkat-tingkat. Megah dan indah sekali. Para pencinta fotografi akan dimanjakan dengan karya seni alamiah ini. Slowspeed pun pasti akan jadi pilihan.

Hanya saja yang harus diperhatikan, karena hutan hujan yang sangat alami, keawasan harus diutamakan. Hewan-hewan liar seperti ular sudah barang tentu bisa saja melintas.

Sekarang sih, Marente sudah jadi kawasan yang cukup ramia dibandingkan ketika kali pertama teman-teman Adventurous Sumbawa datang. Penunjuk jalan sudah jelas. Rombongan kecil yang suka treking bisa datang ke Agal tanpa takut tersesat.

Marente sebagai sebuah kawasan juga menyimpan banyak keindahan alam lain.  Air terjun Sebra yang merupakan air terjun tertinggi di Sumbawa yang teridentifikasi juga memanjakan mata. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan sumber data SRTM , data lidar, gdem terdeteksi ketinggian air tejun Agal kurang lebih 200 m dan air terjun Sebra kurang lebih 300 m.

Air terjun Sebra
Foto Farhan Syadli




Air terjun ini memiliki ciri khas airnya mengalir di bebatuan, tidak jatuh begitu saja. Total waktu tempuh perjalanannya pun lebih lama. Sekitar 6 jam perjalanan.

Nah, untuk yang ingin jalan ke air terjun Sebra, hati-hatilah dengan TOXICODENDRON RADICAN (JELATANG API). Jangan sampai kamu menyentuhnya!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *