Tiga Puisi Pringadi di KRL

Intermezzo, I

ketika aku kembali, kata-kata telah punah
kita mulai lagi berisyarat dengan jari dan air mata
jika suatu hari, ada yang lebih baik dari bahasa bisu
bangunkanlah aku dari tidur panjang bernama hidup

 

Fireflies

tribute to Owl City

 

mereka belum punah. satu juta kunang-kunang berumah

di dua pasang bola mata. kita

 

kadang-kadang mereka merindukan malam

bulan, dan cahaya temaram

bayangan yang kelelahan, ingin memeluk tiang lampu taman

sepanjang jalan, tiada siapa pun. daun-daun

memainkan musik dansa, aku menari

tetapi sendiri.

 

kamu tak ada. telapak kakimu tak ada di atas kakiku;

aku benci mengucapkan selamat tinggal

 

Tano, Suatu Ingatan

 

sudah tak terdengar lamunanmu

tentang kapal-kapal yang gagal bersandar

di dermaga

karena lumba-lumba yang biasa berkumpul

karena sarden dan tuna

mendadak terdampar di dekatmu

 

tak ada botol berisi surat

yang bercerita tentang sebuah kesekaratan

rindu yang mendadak maut

menjadi hal paling dekat

 

dan masa lalu seperti siluet puncak rinjani

yang angkuh menjulang, dingin

kau pandang dari bibir pulau

 

padahal teramat jauh dan tinggi

bila benar harus menyeberang

dan mendaki

 

hanya demi sebuah pesan

betapa benar lelah dalam sendiri

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *