Tak Dehidrasi Selama Ramadan

Minum air yang cukup sangat penting lho buat tubuh kita. Air sudah terbukti mampu mrngatur keseimbangan proses biokimia, pengatur suhu, pelarut, pembentuk sel, pelumas sendi dan bantalan organ tubuh, media transportasi zat energi dan sisa metabolisme.

Kebutuhan air secara garis besar yakni 8 gelas per hari. Hal ini diperlukan untuk mencegah dehidrasi atau ketidakseimbangan kebutuhan cairan tubuh yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan baik jangka pendek seperti penurunan konsentrasi, kelelahan dan sembelit, maupun jangka panjang seperti gangguan ginjal, infeksi saluran kemih atau juga kegemukan.


Baca juga: Mitos Minum 8 Gelas Air


Nah, pas puasa seringkali dehidrasi ini menghantui kita. Dehidrasi parah ditandai dengan mulut yang sangat kering, kulit yang kering, menurunnya daya konsentrasi, susah buang air kecil, sembelit, dan letih lesu.

Nah, gimana sih caranya biar kita nggak dehidrasi saat puasa?

Minum 8 – 12 Gelas Air Saat Berbuka Puasa dan Sahur

Mulailah sahur dan buka dengan minum air putih hangat saat berbuka puasa karena memudahkan proses penyerapan oleh tubuh.  Kebutuhan minum kita adalah berat badan dikalikan 35 mL ya. Kalau berat 80 kg seperti saya, berarti butuhnya 2,8 l per hari. Bila segelas air berisi 250 l berarti saya butuh 11 gelas per hari.

11 gelas air putih saat berbuka puasa dan sahur, bisa dicicil minum 2 gelas air putih selama beberapa jam sekali pada rentang waktu berbuka dan sahur.

Bangun tidur, saya akan minum segelas air putih. Dilanjutkan makan sahur. Setelah itu, saya akan minum satu gelas lagi. Menjelang imsak, saya akan minum satu-dua gelas lagi. Jadi, empat gelas saat sahur. Itu minimal.

Begitu bedug berbunyi, saya akan berbuka dengan segelas air putih. Makan camilan pembuka. Minum segelas lagi. Lanjut salat Maghrib. Makan nasi. Minum segelas lagi. Menjelang Isya dan dilanjutkan tarawih, saya minum segelas lagi. Setelah selesai salat, minum segelas lagi. Menjelang tidur, saya akan minum segelas lagi. Total enam gelas saat malam hari.

Aneka menumsup dan berkuah juga bisa dikonsumsi untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Aneka sayur dan buah segar seperti semangka, tomat, mentimun, dan anggur yang kaya kandungan airnya juga baik dikonsumsi.

Hindari Makanan yang Mengandung Garam Berlebihan

Hindari konsumsi makanan yang tinggi kandungan garamnya karena bisa membuat tubuh jadi lebih banyak membutuhkan air. Makan sahur dan berbuka dengan menu yang terlalu asin atau mengandung banyak garam bisa membuat kita jadi cepat haus.

Tidak Berlebihan Mengonsumsi Makanan Manis

Saya kontrol makanan manis. Saat berbuka mending kita mengonsumsi buah-buahan yang kandungan gulanya bisa mengembalikan energi tubuh sekaligus kandungan airnya yang bisa bantu mengatasi rasa haus seperti pepaya, pir, dan semangka.

Tidak Minum Kopi

Kopi yang berkafein bersifat diuretik yang dapat mengurangi banyak cairan dan membuat kita gampang haus. Disarankan untuk menghindari aneka minuman berkafein selama bulan Ramadan. Minuman berenergi dan bersoda juga sebaiknya dihindari atau minimal dibatasi. Bahkan teh dan kopi juga sebaiknya dibatasi agar saat puasa tidak gampang haus.

Jangan Panas-Panasan

Selong Belanak

Terlalu lama berakivitas di bawah terik matahari bisa membuat kita cepat haus dan berisiko dehidrasi. Usahakan untuk tidak terlalu banyak beraktivitas di bawah terik matahari. Bila perlu bawa payung atau pelindung panas matahari bila berada di luar ruangan. Kalau ingin melakukan olahraga, dianjurkan dilakukan mendekati waktu berbuka sehingga setelah selesai olahraga kita bisa langsung mengganti cairan tubuh yang hilang.

Yuk, tetap semangat puasanya, ya.  Jangan sok jagoan dengan nggak bangun sahur. Minum yang cukup demi kesehatan tubuh kita. Niat untuk ibadah yang baik dan jaga pola makan dan minum sehat saat berbuka serta sahur puasa bikin kita bisa berjalan lebih lancar. Caiyoo!

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *