Tag Archives: utang

Mencermati Defisit Anggaran

Defisit Anggaran dalam APBN 2018 adalah sebesar Rp325,9 triliun. Sedangkan realisasinya, defisit anggaran kita disebut yang paling kecil dalam beberapa tahun, yakni sebesar Rp259,9 triliun. Apakah ini betul sebuah prestasi?

Di satu sisi, iya. Artinya, realisasi pendapatan cukup baik sehingga selisih dengan belanja menjadi lebih sedikit.

Namun, yang perlu dicermati adalah, defisit anggaran berkorelasi positif dengan pembiayaan. Di dalam APBN, jumlah defisit anggaran itulah yang dicatat juga sebagai jumlah pembiayaan. Utang adalah salah satu unsur pembiayaan. Lalu berapakah utang baru kita selama 2018?

Indonesia nyatanya telah menarik utang sebesar Rp366,7 triliun sepanjang Januari – Desember 2018. Utang ini, untuk memenuhi defisit kas keuangan negara. Realisasi tersebut tumbuh negatif sebesar 14,5% apabila dibandingkan dengan realisasi pembiayaan utang pada periode sama tahun lalu.

Apa makna yang bisa ditafsir dari kondisi ini?

Pertama, realisasi pembiayaan ternyata lebih besar dari pembiayaan dalam APBN 2018. Selisihnya Rp40,8 triliun. Kedua, defisit anggaran (total) tidak mencerminkan defisit kas berjalan.

Sebagaimana kita tahu bahwa ada uang masuk dan keluar ke dan dari kas negara. Di sini kita bisa melihat bahwa tidak ada proporsi yang seimbang antara uang masuk dan uang keluar tersebut. Bisa jadi, ada keadaan ketika negara membutuhkan uang untuk membayar belanja Pemerintah, namun negara tak punya uang. Sehingga negara harus berutang untuk membayar belanja tersebut.

Idealnya, tentu jumlah utang baru sama dengan jumlah defisit anggaran. Kalau dibandingkan dengan realisasi defisit anggaran, ternyata selisihnya 106,8 triliun. Bayangkan besarnya cost yang lahir dari adanya manajemen uang masuk dan keluar itu. Dan bayangkan pula bagaimana bila kita bisa mengatasi masalah ini!

Manajemen Utang demi Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Baik

Utang selalu memicu pro dan kontra. Yang pro utang berpendapat bahwa utang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi. Bagi yang kontra, utang dianggap sebagai beban negara yang bahkan dapat memengaruhi kedaulatan bangsa. Kedua pendapat harus dipandang secara proporsional untuk melihat utang dengan adil dan cermat, bagaimana pengelolaan utang yang ideal, dan bagaimana batas-batas yang harus diperhatikan dalam manajemen utang.

Kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh suatu negara senantiasa berhadapan dengan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya. Dalam hal ini, pertumbuhan ekonomi menjadi suatu syarat untuk tercapainya masyarakat yang sejahtera (Ramadhani, 2014). Pembangunan ekonomi tidak hanya berfokus pada perkembangan ekonomi, tetapi juga mengenai peningkatan kesejahteraan, keamanan dan kualitas sumber daya yang dimiliki.

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi diperlukan peran pemerintah di dalam perekonomian. Anggaran merupakan salah satu instrumen kebijakan fiskal. Dalam menyusun anggaran, pemerintah dapat memilih kebijakan ekspansif atau kontraktif. Dalam kebijakan ekspansif, pemerintah menyusun anggaran belanja lebih besar dari penerimaan sehingga penganggarannya defisit. Continue reading Manajemen Utang demi Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Baik