Sepuluh Puisi Terbaik Indonesia Versi A. Teeuw

Kawanku dan Aku oleh Chairil Anwar Kami sama pejalan larut Menembus kabut Hujan mengucur badan Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat Siapa berkata-kata‚Ķ? Kawanku hanya rangka saja Karena dera mengelucak tenaga Dia bertanya jam berapa? Sudah larut sekali Hilang tenggelam segala makna Dan gerak tak punya arti. Si Anak Hilang oleh […]

Read More