Tag Archives: sandiskapac

SanDisk Dual Drive Senjata Andalanku

“DSLR sudah habis. Sekarang, kamera tinggal mirrorless dan kamera ponsel. Sekarang, coba apa yang tidak bisa dilakukan kamera ponsel yang semakin lama semakin canggih. Bila pun ada pembedanya, paling hanya cara ponsel membaca objek berdasarkan gerak yang berbeda. Tapi di situlah juga letak keunikan kamera ponsel yang bisa kita eksplorasi,” ujar Arbain Rambey malam itu.

Kusimak baik-baik petuah dari fotografer jagoan Kompas itu. Pengalaman-pengalamannya yang luar biasa dahsyat membuatku percaya diri untuk lebih serius memfoto menggunakan ponsel. Selama ini, aku merasa kamera ponsel enak dipakai hanya karena kepraktisannya. Tapi ada banyak hikmah lain yang bisa kita dapat dengan kamera ponsel.

Jembatan Merah Menganti
Hasil foto menggunakan ponsel

Namun sayangnya, ponsel memiliki ruang memori yang terbatas.  Seperti saat aku ke Bali bersama Danone Blogger Academy minggu lalu, tiba-tiba ada peringatan memori ponselku sudah hampir penuh. Terpaksa aku membuka galeri, dan mencari file yang bisa dihapus terlebih dahulu. Padahal kan dibuang sayang.

Ribet ‘kan?

Pengalaman Menggunakan Memori Eksternal

Sebagai penulis dan traveler, selama ini, aku memakai mayoritas memori ponselku untuk foto dan dokumen. Dengan mobilitas yang tinggi, aku juga membutuhkan pemindahan data dari ponsel secara tepat agar selain data itu cepat bisa digunakan, ponselku juga kembali memiliki ruang penyimpanan.

Bicara kapasitas memori, aku jadi teringat flashdisk pertamaku. Warnanya hitam. Kapasitasnya hanya 32 Mb. Beberapa bulan setelahnya, aku memiliki MP3 Player yang juga bisa menjadi tempat penyimpan data. Warnanya merah. Kapasitasnya 256 Mb. Virus paling viral saat itu adalah Brontox.

Kenangan itu adalah bagian dari tahun-tahunku ketika berkuliah di ITB pada tahun 2005. Tak banyak yang bisa kuceritakan selain bahwa kuliahku tak selesai. Hanya sampai 2007. Aku pergi dari Bandung sebagai orang kalah. Naik bis Pahala Kencana, menyeberangi Selat Sunda. Di atas kapal, aku duduk di geladak sambil memandangi bulan yang sendiri sampai lampu-lampu di Bakauheni terlihat. Saat kembali ke bis, aku baru menyadari dompetku lenyap. Bukan soal uangnya yang hanya satu lembar lima puluh ribuan, melainkan kartu mahasiswaku sebagai salah satu sisa kenangan pernah jadi mahasiswa ITB itu yang kusayangkan. Aku pun menempuh sisa perjalanan kekalahan itu dengan selembar uang 10 ribu yang kusimpan hati-hati untuk naik ojek dari terminal ke rumah, dan terpaksa tak makan dan minum selama itu.

Deritaku bertambah. Tak lama setelah menjadi orang kalah, komputer yang menyimpan semua kenangan (materi kuliah, foto, dan data lain) dari semua perkuliahanku meledak. Karena sudah berangkat ke tempat kuliahku yang baru, aku menyesalkan keputusan kakakku yang membawanya ke tempat reparasi dan menerima saja perkataan bahwa semua hal di komputer itu tidak bisa diselamatkan. Kenanganku di komputer itu pun lenyap. Sedih rasanya tak punya lagi foto-foto selama di Bandung, terutama foto dengan teman-teman kuliah (selagi aku masih langsing).

Seandainya saat itu aku memiliki banyak media penyimpanan data yang lebih besar dan lebih aman….

Waktu berlalu sedemikian cepat. Kini, keadaan berubah. Tak pernah kubayangkan bahwa hari ini ada flashdisk dengan kapasitas bergiga-giga byte. Dulu, ukuran giga byte itu untuk harddisk eksternal. Sekarang, HD eksternal malah ber-terabyte. Ponsel yang kugunakan sekarang bahkan berkapasitas 64 GB. Namun, itu tidak cukup.

SANDISK YANG MEMBACA ZAMAN

Koleksi SanDisk di meja kantorku.
SanDISK APAC di meja kantorku. Dokumentasi pribadi.

Sandisk memiliki solusi untuk penyimpanan data tersebut. Sandisk melahirkan berbagai produk seperti microSD Card yang diintegrasikan ke slot di ponsel. Sedikit repot memang kalau kita hendak memindahkan data dari ponsel ke komputer misalnya, karena harus mengeluarkan microSD Card tersebut dari ponsel dan tidak semua laptop punya slotnya.

Untuk mengatasi itu, Sandisk juga mengeluarkan Micro USB Dual Drive yang didesain untuk pengguna android. Dengan mudah kita bisa memindahkan data di ponsel ke komputer tanpa harus memakai kabel data. Untuk pengguna iPhone juga ada yakni iXPand Flash Drive.

Untuk klasifikasi mobile flashdrive untuk pengguna Android  dibedakan menjadi 3, yaitu SanDisk Ultra Dual Drive USB Type C, Sandisk Ulta Dual USB Drive 3.0, dan Sandisk Ultra Dual Drive m3.0. Apa bedanya? Dari kapasitas, sama saja. Maksimal berkapasitas 256 GB. Paling rendah 16 GB. Tentu kapasitas ini juga harus  disesuaikan dengan kualitas ponsel. Kemampuan transfernya pun sama yakni hingga 150 MB/detik. Hanya konektor dan teknologi saja yang membedakannya.

Sumber: Materi Presentasi.

Untuk kualitas ponsel android menengah ke bawah, produk keren dari Sandisk APAC adalah Dual Drive DD1. Kapasitas tertingginya 128 GB. Produk ini didesain ringan dan ramping sehingga mudah dibawa ke mana-mana. Untuk ponsel berkualitas tinggi, bisa menggunakan Dual Drive DD2/DD3.

Kemampuan memindahkan data dengan cepat yang dimiliki Sandisk ini sangat membantuku yang memiliki hobi traveling. Aku sendiri punya SANDISK ULTRA DUAL DRIVE M.30 yang berkapasitas 128 GB. SanDisk yang ini disebut juga USB OTG SanDisk memiliki konektor micro-USB di satu sisi, dan konektor USB 3.0 di sisi yang lain. Drive ini memungkinkan kita dengan mudah memindahkan konten lintas perangkat. Konektor USB 3.0 memiliki performa tinggi dan di sisi sebaliknya kompatibel dengan port USB 2.0.


OTG itu maksudnya On the Go. Jadi, fitur ini tuh punya banyak manfaat mulai dari melakukan pembacaan dan penulisan data seperti flashdisk, card-reader, isi MP3 Player/smartphone lain (merk tertentu dengan modus mass storage) serta pembacaan/pengenalan HID (Human Interface Devices) seperti mouse, keyboard, serta gamepad.


Aku sih yakin kamu juga pernah mengalami momen menyebalkan seperti manakala sedang asik-asiknya mengambil gambar, merekam video, lalu ada notifikasi kalau memorimu sudah penuh seperti yang kualami itu. Bisa juga kadang, kita punya teman yang punya ponsel dengan kamera yang lebih aduhai, yang jelas menghasilkan gambar yang lebih bagus, terus kita minta gambarnya, tapi dia bilang nanti… dan waktu berlalu, foto tidak dikirim-kirim juga. Atau dikirim melalui Whatsapp, dan gambarnya pecah?

Dengan Sandisk  Dual Drive yang kumiliki saat ini, 128 GB pula, hal tersebut bisa teratasi dengan lebih praktis dan cepat. Tinggal colok, lalu pindahkan. Asik, bukan? Nah, kamu sudah punya belum?

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba  Sandisk Blog Competition
#DibuangSayang #SanDiskAPAC #USBOTGSANDISK